
✨Happy Reading✨
Perpisahan selama 5 bulan lamanya membuat rasa rindu di antara keduanya begitu besar.Bahkan pertemuannya yang baru berlangsung beberapa jam itu tidak berarti apapun.
Disinilah mereka berdua saat ini,diatas ranjang rumah sakit dengan posisi saling memeluk satu sama lain.Sesekali Damian mendaratkan kecupan singkat di pucuk kepala sang istri disela-sela pembicaraan mereka.
Emilia tak henti-hentinya berbicara sedari tadi,ia menceritakan semua yang ia alami selama 5 bulan lamanya tanpa Damian disisinya.Semua ia ceritakan kepada Damian,terkecuali saat malam itu dan obat depresi yang ia minum.Damian mendengarkan cerita sang istri dengan antusias.
Begitu juga sebaliknya,Damian menceritakan bagaimana ia bisa selamat dalam kejadian itu dan bagaimana kehidupannya selama 5 bulan terakhir.Hingga pada akhirnya Damian memilih menyudahi ceritanya karena istrinya tak henti menangis.
Damian mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka dengan menanyakan keadaan Louis.Dan tentu saja cara itu berhasil,perlahan Emilia berhenti menangis dan menceritakan semua tentang Louis termasuk hubungannya dengan Audrey.
“Benarkah?”tanya tidak percaya ketika Emilia menceritakan tentang Audrey
“Hhmm..tapi aku harap kau tidak marah dengannya ataupun kak Louis”Emilia menatap ke arah sang suami.
“Tentu saja tidak,aku dan dia memang memiliki masa lalu dan semua itu sudah berakhir ketika kau datang ke dalam kehidupanku”Damian tersenyum lebar lalu mengeratkan pelukannya
“Baguslah..jadi aku bisa lebih leluasa menjodohkan mereka”ujar Emilia senang
“Hey..apakah istriku juga membuka perusahaan biro jodoh?”tanya Damian
Emilia terkekeh menanggapi pertanyaan suaminya,bagaimana bisa suaminya berpikir sejauh itu.
“Tentu saja tidak..aku tahu jika kakakku juga memiliki perasaan kepada Audrey tapi ia menyembunyikan semua itu karena ia menghormati dirimu”jelas Emilia
“Hhmm..terserah padamu tapi saranku jangan terlalu ikut campur karena kita tidak tahu perasaan Louis yang sesungguhnya”imbuh Damian
Emilia mengangguk”baiklah..hmm apakah kau mempunyai ponsel?”tanya Emilia
“Tentu..”Damian merogoh benda kotak itu dari dalam saku jacketnya
“Wah..kau mempunyai ponsel tapi enggan untuk menghubungiku”ujar Emilia dengan menatap tajam ke arah Damian
“Jangan salah paham dulu..aku membelinya satu jam yang lalu karena aku tahu kau pasti membutuhkan benda ini”jelas Damian
Emilia mengambil ponsel baru milik Damian,ia membuka layarnya dan bergegas menghubungi seseorang.
“Hallo kak..ini aku Emilia”ujar Emilia kala seseorang yang ia hubungi mulai berbicara.
Emilia menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena ia merasa tidak sanggup mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari sang kakak yang tak lain adalah Louis.
“Hey..tenanglah..aku baik-baik saja dan aku berada dirumah sakit..aku akan mengirimkan alamatnya ke ponsel kakak”ujar Emilia lalu memutuskan panggilan itu meskipun Louis belum menjawab apapun.
“Dengar..sebentar lagi kak Louis akan datang dan kau harus bersembunyi terlebih dahulu beib”pinta Emilia dengan senyum jahil
__ADS_1
“Kenapa aku harus bersembunyi?”tanya Damian bingung
“Sudahlah ikuti saja..aku ingin memberi kejutan kepada kak Louis”jawabnya
Damian hanya bisa mengangguk setuju,meskipun ia merasa sedikit aneh.
Beberapa menit kemudian,suara ketukan pintu terdengar dan Emilia yakin jika itu adalah kakaknya.
“Hey..Hey..dia datang..cepat bersembunyi..jika aku menjatuhkan sesuatu itu artinya kau harus keluar tapi jangan berbicara apapun”ujar Emilia berbisik
Damian hanya bisa pasrah mengikuti keinginan sang istri,ia berlalu pergi ke dalam kamar mandi.
“Masuk..”teriak Emilia
Ceklek..
Pintu terbuka,dan benar saja sosok laki-laki berbadan tinggi dengan aura dingin di wajahnya masuk ke dalam ruangan Emilia bersama seorang gadis yang tak lain adalah Audrey
“Apa yang terjadi?..apa kau baik-baik saja?”cerca Louis sembari mendekat ke arah sang adik
“Aku hanya sedikit kelelahan kak”jawab Emilia dengan senyum manis di wajahnya
“Siapa yang membawa nona kesini?”timpal Audrey dengan wajah yang masih khawatir
“Seseorang yang tidak sengaja lewat waktu itu”jawabnya lagi
Louis mengangguk dan langsung mengambilkan teh yang diinginkan sang adik.
“Terima kasih”Emilia mengambil secangkir teh hangat yang diberikan oleh Louis.
Ia berpura-pura ingin mengaduk teh itu dengan sendok kecil,namun ia malah menjatuhkan sendok itu
“Aaww..maaf”pekiknya kala sendok itu jatuh ke lantai
Dari dalam kamar mandi,Damian dapat mendengar jelas suara sendok jatuh sehingga ia memutuskan untuk keluar.Beberapa menit yang lalu,ia sadar jika istrinya ingin mengerjai sang kakak dan tentu saja ia akan memainkan perannya dengan baik.
Louis menunduk untuk mengambil sendok kecil itu.Ketika ia berdiri,seseorang juga keluar dari kamar mandi sehingga membuat Louis dan juga Audrey sangat terkejut.
“Tu-tuan”ujar gagap
Emilia menoleh dan mengernyitkan dahinya”tuan?..siapa yang kakak maksud tuan?”tanya Emilia berpura-pura
“Tu-tuan ada dibelakangmu”ujar Louis dengan tatapan mata tak bergeming
“Tidak ada siapa-siapa kak disini..hanya ada kita bertiga”sangkal Emilia
__ADS_1
“Ta-tapi dia memang benar tuan Damian nona”imbuh Audrey yang juga masih terdiam
“Tidak ada siapa-siapa”ujar Emilia lagi
Damian yang merasa kasian dengan kedua orang tak bersalah itu memilih menghentikan sandiwaranya karena ia bisa melihat cairan bening mulai memaksa keluar dari pelupuk mata Louis.
“Sudahlah baby..Louis hampir menangis”ujar Damian
“Baiklah..kau bisa memeluknya kak”ujar Emilia dengan raut wajah dibuat sedih
“I..ini seperti mimpi..”cairan bening yang sedari tadi tertahan akhirnya keluar juga
“Audrey..cubit aku”pintanya namun dengan mata yang tak lepas dari Damian
Audrey melakukan perintah Louis,ia mencubit lengan laki-laki itu dengan keras.
“Aakkhhh..”pekiknya sembari memegangi lengannya.
“Maaf..kau yang menyuruhku”ujar Audrey takut
“Ini tidak mimpi..ini nyata..ini nyata”Louis langsung berlari ke arah Damian ketika menyadari jika semua ini tidaklah mimpi.
Louis berdiri tepat di hadapan Damian,air matanya mulai mengalir deras dengan tatapan yang masih tidak percaya.Ia sangat ingin memeluk seseorang yang sudah hidup bersamanya sekitar 25 tahun lamanya.Kejadian 5 bulan yang lalu benar-benar membuatnya merasa gagal dalam menjalankan perintah.
Bahkan kesedihan yang ia rasakan melebihi kesedihan Emilia.Namun demi perintah tuannya,ia harus tetap terlihat tegar demi menjaga adik sekaligus istri tuannya.
“Kemarilah”Damian merentangkan tangannya,ia tahu Louis tak akan berani memeluknya sebelum mendapat perintah darinya.
Merasa mendapat perintah,Louis langsung menghamburkan pelukannya dan menangis sejadi-jadinya.
“Tuan..maafkan saya..”hanya kata itu yang mampu terucap dari bibirnya.
“Kau tidak perlu meminta maaf karena semua itu atas kehendak ku”jawab Damian yang tahu jika sekretaris nya itu hidup dalam rasa bersalah selama 5 bulan ini.
“Jangan terlalu lama..istri ku cemburu jika ada yang memeluk suaminya selain dirinya”ujar Damian
Seketika Louis langsung melerai pelukannya.
“Aku sangat bersyukur Tuhan masih berpihak kepada anda tuan..”Louis menundukkan kepalanya sembari mengusap air matanya
“Ya aku pun merasa beruntung karena Tuhan masih memihakku..setelah ini kau bisa menjalani kehidupanmu karena aku sudah kembali”ujar Damian
Louis mengernyitkan dahinya”apa anda memecat saya?”
Damian tertawa renyah”aku tidak bermaksud memecatmu..aku sudah kembali dan itu artinya tugasmu untuk menjaga istriku telah selesai karena setelah ini aku sendiri yang akan menjaganya.Untuk itu,kau harus menjalani kehidupanmu sendiri,mencari seseorang yang harus kau jaga seperti aku”jelas Damian
__ADS_1
“Baik tuan”jawab Louis singkat
Bersambung..