
✨Happy Reading✨
Hari sudah menjelang sore,berkas yang berada di meja Damian sedikit demi sedikit sudah selesai ia tanda tangani.Pandangannya tak pernah lepas sedikit pun,ia masih fokus membaca satu persatu berkas tersebut.
Ddrrttt…
Ponsel Damian bergetar dan itu menandakan ada telepun masuk.
“Hallo baby..ada apa?”tanya Damian dengan mata yang masih fokus ke berkas-berkas.
Tiba-tiba gerakan tangannya terhenti kala mendengar kabar dari sang kekasih.
“Baiklah..aku segera kesana”
Damian menutup sambungan telpunnya lalu mengambil jas yang sedari tadi tergeletak di atas sofa.
“Louis..kita pergi sekarang..daddy tak sadarkan diri”perintahnya sembari berlari keluar.
“Hah..kenapa adikku begitu suka membodohi tuan..dan kenapa tuan mudah percaya”gumam Louis dalam hati sembari berlari menyusul tuannya.
#FLASHBACK ON
“Anda tidak percaya jika Damian begitu perduli dengan anda?”tanya Emilia dengan nada semakin kesal.
“Tidak”jawab singkat Vernandez
Perdebatan diantara mereka sudah berlangsung hampir 1 jam lamanya,diantara mereka berdua tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.
Bahkan Michelle dan Gery memilih diam saja menikmati adu Debat antara menantu dan mertua itu.
“Baiklah..tunggu..aku akan membuktikannya”Emilia merogoh ponselnya lalu segera menghubungi sang kekasih.
“Hallo baby..ada apa?”
“Beib..tadi ketika aku berada di supermarket,aku tidak sengaja bertemu dengan ayahmu tapi dia dalam keadaan tak sadarkan diri..dan sekarang aku sedang berada di mansion ayahmu..bisakah kau kemari sebentar”ujar Emilia melirik sekilas ke arah Vernandez
Vernandez memalingkan wajahnya,ia tersenyum remeh melihat usaha sang calon menantu.
“Baiklah..aku segera kesana”
Tut..tut..tut..tut
Emilia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku,meskipun tuan Vernandez tersenyum remeh tapi ia yakin Damian pasti akan datang.
#FLASHBACK OFF
__ADS_1
Keadaan di dalam masih sepi,Emilia menunggu dengan harapan Damian akan datang sedangkan Vernandez yakin sang putra tidak akan datang.
Tidak lama kemudian,senyum Emilia mengembang kala ia mendengar mobil Damian berhenti tepat di depan mansion.
“Baby..”teriak Damian yang terdengar tengah berlari.
“Aku disini beib..”jawab Emilia
Vernandez masih terdiam di atas sana,ia tak menyangka sang putra akan datang ketika mendengar ia sedang dalam kesulitan.
“Mana daddy?..apakah dia baik-baik saja?”tanya Damian beruntun.
Emilia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Damian yang terdengar begitu mengkhawatirkan sang ayah.
“Dia baik-baik saja”jawab Emilia
“Dimana daddy sekarang?”
Louis melirik ke atas,ia melihat Vernandez berdiri disana dengan keadaan yang terlihat baik-baik saja.
“Sudah aku duga adikku tengah menipu..bagaimana mungkin kak Gery membiarkan tuan pergi sendiri dan tergeletak tak sadarkan diri di supermarket”gerutu Louis yang merutuki kebodohan tuan mudanya.
Emilia melirik ke arah atas sebagai jawaban dari pertanyaan Damian.
“Apa maksudnya ini?”tanya Damian yang mulai menyadari sesuatu.
“Aku hanya ingin membuktikan pada ayahmu jika kau masih perduli padanya”jawab Emilia
“Ini artinya kau membohongiku?”kini Damian menatap marah ke arah Emilia
“Aku tidak bermaksud membohongimu..aku hanya ingin kalian berbaikan”Emilia tidak menyangka jika ekspresi Damian akan seperti ini.
“Apa kau sengaja pergi kesini dan memohon kepadanya?”dengan nada bicara sedikit kesal.
Emilia menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dengan tindakan yang ia buat.Namun tujuannya baik,dia ingin hubungan mereka sebagai ayah dan anak kembali utuh.
“Emilia jawab..apa kau sengaja kesini dan memohon kepadanya?”tanya Damian untuk kedua kalinya namun dengan nada bicara semakin meninggi.
“Maaf..”lirih Emilia
“AAAARRGGHHH…BODOH..”bentak Damian
Emilia terlonjak kaget,tentu saja ia tak pernah membayangkan jika reaksi Damian akan seperti ini.
Melihat reaksi terkejut Emilia,sontak membuat Damian tersadar dari emosinya.
__ADS_1
Damian menggenggam tangan Emilia”maaf aku tidak bermaksud membentakmu..tapi tolong jangan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kau lakukan..kau tak perlu melakukan semua ini,aku sudah terbiasa dengan semua hal yang terjadi selama bertahun-tahun lamanya..aku tidak keberatan dengan semua itu asal ia bahagia..kau harus mengerti,aku bukannya tak ingin berdamai tapi kebahagiaan dia adalah dengan tidak melihat wajahku dan aku sebagai seorang anak hanya bisa mewujudkan itu..”jelas Damian dengan tutur bahasa yang lembut.
Vernandez tertegun sejenak dengan apa yang dikatakan oleh putranya.Ia tak menyangka jika putranya begitu mementingkan perasaan dirinya dibandingkan perasaannya sendiri.
Emilia menangis haru mendengar penjelasan Damian.Ia tak menyangka seorang psikopat seperti Damian memiliki sisi lembut di dalam dirinya,bahkan bisa dibilang Damian memiliki hati malaikat yang orang lain tak bisa miliki.
“Maafkan aku..”lirih Emilia dengan air mata yang mulia mengalir di pipinya.
“Tak apa..sekarang ayo kita pulang”
Emilia mengangguk setuju lalu ikut melangkah meninggalkan mansion keluarga Vernandez tanpa berpamitan sebelumnya.
“Tunggu…”namun tiba-tiba Vernandez menghentikan langkah keduanya.
Damian menghentikan langkahnya namun tidak menoleh.
“Kau tak perlu khawatir dad..ini terakhir kalinya aku menampakkan diri dihadapanmu”ujar Damian
“Maafkan aku..”
Kalimat yang keluar dari mulut Vernandez membuat tubuh Damian membeku.Apa dia tidak salah dengar,ayahnya mengucapkan kata maaf.
“Maafkan daddy karena tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu..maafkan daddy karena bersikap egois selama ini..maafkan daddy karena menyalahkanmu atas semua hal yang telah terjadi..”Vernandez tak mampu melanjutkan kalimatnya lagi karena air mata sudah mengalir dari pelupuk matanya.
Begitu juga dengan Damian,ia menundukkan kepalanya dengan air mata yang tidak bisa ia bendung.Kesedihannya selama bertahun-tahun lamanya kembali singgah di dalam pikirannya.
Untuk beberapa menit mereka masih terdiam,hingga di menit berikutnya Damian melepas genggaman tangannya dengan Emilia lalu berlari menghampiri sang ayah.
“Dad..bolehkah aku memelukmu?”tanya Damian
“Tentu..kau boleh memelukku”jawab Vernandez
Tanpa basa basi,Damian menghamburkan pelukannya ke sosok seorang ayah yang begitu ia rindukan selama bertahun-tahun lamanya.Tak ada pembicaraan yang terdengar,hanya suara isakan tertahan yang memenuhi ruangan tersebut.
Suasana di dalam mansion menjadi haru,beberapa maid dan pengawal ikut meneteskan air mata melihat pertemuan antara ayah dan anak yang terpisah selama bertahun-tahun lamanya.
Emilia tersenyum bahagia,usahanya hari ini terbayarkan dengan hasil yang memuaskan.
“Tuan muda tidak salah dalam memilih seorang pendamping hidup”gumam Gery dalam hati.
“Kau memang yang terbaik nona”gumam Michelle dalam hati.
“Akhirnya aku mempunyai adik yang berguna”gumam Louis dalam hati.
Bersambung…
__ADS_1