HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 45


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Malam ini hujan turun dengan begitu derasnya,suara angin dan gemuruh bercampur menjadi satu.Seorang wanita tengah menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut tebal,dua bantal ia letakkan di masing-masing telinganya karena takut dengan suara gemuruh.


Jjjddaaarr...


Kilatan Guntur kembali terlihat diiringi dengan suara yang menggelegar.


“Aaaa...”Emilia kembali berteriak kala mendengar suara Guntur.


Setelah acara makan ramen bersama Damian selesai,ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat.Namun siapa sangka hujan lebat diluar sana memanggil guntur untuk menemaninya,menciptakan suara menggelar yang mampu membuat Emilia bergetar ketakutan.


Awalnya ia ingin keluar untuk memanggil Michelle agar menemaninya malam ini,belum sempat ia keluar suara guntur kembali terdengar membuat Emilia kembali masuk dan melempar tubuhnya ke ranjang.


“Tolong...tolong aku...aku takut...”teriaknya dari dalam


Suatu kebetulan,pintu kamarnya masih terbuka sehingga seseorang yang tak sengaja lewat mendengar teriakan Emilia.


“Permisi nona..apakah terjadi sesuatu dengan anda?”tanya Louis dengan raut wajah sedikit panik.


“Aa..aakkuu takut..”jawabnya dengan nada gemetar


“Tunggu sebentar nona saya akan memanggilkan seseorang”


Louis bergegas dari kamar Emilia untuk memanggil Michelle karena tidak mungkin ia berada disana menemani Emilia.


“Michelle...Michelle..”panggilnya


Satu menit sudah berlalu namun seseorang yang dicari tak juga menampakkan diri.Louis sudah mencoba menghubungi lewat telepon namun tetap saja Michelle tak kunjung datang.


“Ada apa?”tanya seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Selamat malam tuan..”sapa Louis


“Malam Louis..ada apa?...kenapa kau terlihat khawatir?”tebak Damian yang melihat ekspresi wajah Louis.


“Maaf tuan jika suara saya menggangu waktu istirahat tuan..saya sedang mencari Michelle untuk menemani nona yang sedang ketakutan”jelas Louis


“Ketakutan?”damian mengernyitkan dahinya


“Benar tuan..sepertinya nona takut dengan suara guntur diluar sana..tadi saya...”belum sempat Louis melanjutkan kalimatnya,Damian sudah meninggalkannya lebih dulu.


“Terima kasih tuan..”Louis menundukkan kepala lalu menatap punggung tuannya yang mulai masuk kedalam kamar Emilia.


Didalam kamar,Emilia masih tetap dengan posisinya bahkan kali ini ia merasa sedikit sesak.

__ADS_1


“Baby..apa yang kau lakukan..”tanya Damian yang baru saja tiba.


Emilia membuka matanya ketika mendengar suara yang tak asing baginya.Namun ia masih enggan menyingkap selimut tebal yang menggulung tubuhnya.


Damian akhirnya berinisiatif menyingkirkan selimut itu meskipun di cengkram erat oleh tangan Emilia.


“Keluarlah..aku ada disini..kau tidak perlu takut”Damian menepuk perlahan tubuh Emilia yang masih berada di bawah selimut.


Dengan gerakan yang tiba-tiba Emilia bangun dan menyingkirkan selimut tebal itu.Damian sedikit terkejut,namun beberapa saat kemudian ia membawa tubuh mungil Emilia kedalam pelukannya.


“Tenanglah kau aman bersamaku”ujar Damian mencoba menenangkan Emilia yang masih gemetar.


“Aa..aku..taa..takut”lirihnya


Damian melirik ke arah jendela Emilia yang masih terbuka,dengan cahaya kilat yang menyala terang.


Damian mengangkat tubuh Emilia dan menggendongnya menuju kamar miliknya.Karena rasa takutnya Emilia bahkan tak menolak sedikitpun.


Beberapa maid yang bertugas di lantai atas memandang heran ke arah sepasang laki-laki dan perempuan yang baru saja keluar dari sebuah kamar.Jika sebelumnya mereka lebih sering melihat sisi kejam Damian,kali ini mereka dibuat kagum dengan apa yang mereka lihat.


“Wah..sepertinya nona Emilia akan menjadi nona muda kita mulai saat ini”ujar salah satu maid


“Kau benar..akhirnya setelah sekian lama,tuan menemukan kembali wanita yang bisa membuatnya menjadi seorang manusia”maid yang lain menimpali.


Damian duduk diatas ranjang ketika mereka telah sampai di kamar.Tangannya masih setia menepuk pelan punggung wanita yang sedang memeluknya erat.


“Kau aman di dalam sini,guntur itu tidak terdengar di dalam kamarku dan kau bisa beristirahat dengan dengan tenang disini”ujarnya yang hendak melerai pelukan Emilia.


“Tidak..aku tidak mau..bagaimana kalau guntur itu terdengar lagi”kilahnya


“Percayalah padaku”Damian mencoba meyakinkan Emilia.


Emilia akhirnya memberanikan diri untuk membuka matanya karena sedari tadi ia terus menutup mata.Ia mengedarkan pandangannya untuk memastikan bahwa jendela dikamar itu sudah tertutup.


“Hhuufftt,,,”ia menghela nafas panjang kala merasa situasi sudah aman.


“Bagaimana?..apakah guntur itu terdengar?”tanya Damian dengan nafas yang menerpa wajah Emilia


Emilia menggelengkan kepala dengan wajah yang tersipu malu ketika menyadari posisi mereka saat ini.Bahkan ia tak berani bergerak karena merasa posisinya sangat rawan.


“Mmm..aku mau turun”cicitnya dengan wajah tertunduk.


Damian mengikuti kemauan Emilia tanpa membantahnya sedikitpun demi membuat Emilia merasa nyaman.Setelahnya ia mengambil segelas air yang terletak di meja kecil samping ranjang.


“Minumlah..”perintahnya.

__ADS_1


Emilia mengambil gelas yang berisikan air itu dan menegaknya hingga tandas.


“Kau bisa tidur disini..aku akan keluar sebentar untuk mengerjakan sesuatu di ruang kerjaku”ujar Damian menatap kearah Emilia


“Jangan..jangan pergi”refleks tangannya memegang lengan Damian yang hendak berdiri.


“Ja..jangan tinggalkan aku sendiri”pintanya menatap penuh harap ke arah Damian.


“Hah..baiklah”Damian memutuskan kembali duduk di atas ranjang


“Mungkin nanti setelah dia tertidur aku bisa pergi ke markas”gumam Damian dalam hati.


Sebelumnya Louis memberinya informasi bahwa ada seorang penghianat dibisnis dunia gelapnya.Seperti biasa,ketika ada pengkhianat maka Damian akan menghukumnya dengan caranya sendiri yaitu mengirimnya ke alam baka.


Damian membaringkan tubuhnya di atas ranjang,tak lupa ia merentangkan tangannya untuk dijadikan bantal oleh Emilia.


“Kemarilah..”Damian memberi isyarat kepada Emilia untuk tidur di lengannya.


Dengan gerakan malu-malu ia menyeret tubuhnya menuju sebuah bantal yang akan terasa sangat nyaman mengalahkan bantal-bantal mahal diluar sana.


“Tidurlah”perintahnya ketika kepala Emilia sudah mendarat di atas lengannya.


Emilia mencoba memejamkan matanya meskipun ia tidak merasa mengantuk sedikitpun.15 menit sudah berlalu,namun Emilia masih belum bisa tertidur juga.Ia tetap memejamkan mata meskipun tidak tertidur.


Dddrrrttt....


Ponsel Damian kembali bergetar menandakan sebuah panggilan masuk.Ia melirik sekilas wanita yang terlihat sudah tertidur pulas di atas lengannya.


“Tunggu 15 menit lagi..aku akan segera kesana”bisiknya agar Emilia tak merasa terganggu.


Rasa penasaran seorang Emilia kembali menghampiri,meskipun Damian berbicara dengan sangat pelan tapi telinganya masih bisa mendengar jelas kalimat yang terucap dari bibir Damian.


“Siapa yang akan ia temui dan dimana?”gumamnya dalam hati.


Ia berusaha untuk tetap berpura-pura tidur agar Damian tak merasa curiga karena setelah ini ia akan mengikuti Damian.


Tangan Damian mengibas di depan wajah Emilia dengan tujuan memastikan wanitanya benar-benar tertidur.Ketika sudah merasa yakin,ia mengangkat perlahan tangannya dan meletakkan kepala Emilia di atas bantal.


Bahkan ketika turun dari ranjang ia berusaha membuat gerakan sepelan mungkin.


“Tidurlah baby..aku akan kembali sebentar lagi”bisiknya,tak lupa ia mengecup dahi Emilia.


“Aahh tidak psikopat ini”gerutunya kala jantungnya merespon tindakan Damian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2