HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 101


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Hari ini adalah hari bersejarah untuk Damian dan juga Emilia.Setelah perjalanan yang begitu panjang dan penuh liku akhirnya mereka bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.


Undangan pernikahan sudah tersebar sejak 5 hari yang lalu,mereka tidak mengundang begitu banyak tamu.Hanya ada sahabat dan keluarga terdekat saja yang mereka undang.


Mansion utama mereka pilih sebagai tempat untuk melangsungkan pernikahannya.Ini adalah ide Damian dan Emilia tidak mempermasalahkan itu.


Alasan Damian memilih mansion agar penjagaan bisa berjalan semaksimal mungkin.Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi karena firasatnya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi.


Untuk itu ia berjaga-jaga,seluruh anak buah ia kerahkan untuk mengantisipasi sesuatu kemungkinan yang akan terjadi.


Sedari pagi mereka terlihat begitu sibuk mempersiapkan segala sesuatu.Damian dan Emilia akan mengikat janji suci sehidup semati menjelang sore nanti,dan akan melanjutkan pesta pada malam harinya.


Emili dan kedua orang tuanya sudah berada di mansion Damian.Sebuah kamar yang sedikit lebih besar dipilih menjadi tempat untuk berias,seorang Make Up profesional sedang merias wajah emilia karena ia akan menjadi ratu hari ini.


Emily dan jesica menemaninya sembari melontarkan canda tawa di sela-sela kegiatannya.Sebuah gaun yang dipilih beberapa hari yang lalu sudah tergantung di depan sana.


“Wooww kau terlihat sangat cantik kak”seru Emily dengan perut yang semakin membesar.


“Kau juga tak kalah cantik hari ini..”balas Emilia


“Madam..bisakah kau rias aku lebih cantik dari pada adikku..aku takut jika nanti tamu mengira jika ia adalah pengantinnya”sindir Emilia yang dibalas pukulan kecil dari bumil


“Kak..kau membuatku malu”ujarnya sembari menyembunyikan wajahnya yang merona.


Jesica tertawa bahagia melihat keakraban kedua putrinya.Setelah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah dan merasakan kepedihan,hari ini ia begitu bahagia menyaksikan moment seperti ini.


Air mata haru bercampur bahagia lolos begitu saja melewati pipinya.Dengan segera ia menyeka air matanya takut jika kedua anaknya melihat.


“Hey..kalian melupakanku”seru wanita yang baru saja datang


“Hari ini adikmu akan menikah tapi kau masih saja sibuk dengan pekerjaanmu.”kali ini Emilia menyindir Michelle


“Oh Ayolah adikku tercinta..kau tahu sendiri jika kakakku mu ini adalah ketua maid di mansion suamimu…oh astaga seperti judul sinetron”ujar Michelle yang disambut gelak tawa oleh ketiganya.


Dikamar yang berbeda,Damian juga sedang menyiapkan diri.Sebuah jas berwarna hitam tergantung rapi di depan sana.


Tangannya sibuk sedari tadi,memastikan semua telah siap terutama bagian keamanan.Para pengunjung yang hadir nanti akan diperiksa ketat,tanpa terkecuali.


“Hey brother..kenapa kau masih bersantai?”tanya seseorang baru saja tiba.


“Darren..kau sudah datang?”damian meletakkan ponselnya lalu beralih menghampiri Darren.


“Selamat brother..akhirnya kau menyusul Albert dan Dannis ”Darren menyambut kedatangan sahabatnya lalu mereka saling berpelukan.


“Terima kasih..aku harap setelah ini adalah kau”ujarnya dengan kalimat sindiran yang terselip.


“Semoga saja..ini adalah salah satu alasanku datang lebih awal..siapa tahu diluar sana aku bisa bertemu dengan jodohku”jawab Darren


“Cepatlah bersiap..acaranya akan dimulai sebentar lagi”pinta Darren

__ADS_1


Damian mengangguk,lalu melangkah menuju kamar mandi untuk segera bersiap.


Dibawah sana para tamu sudah mulai berdatangan,deretan mobil mewah terparkir rapi.Gelaran karpet berwarna merah siap menyambut para tamu.


Dekorasi berwarna hitam putih terlihat elegan dengan sentuhan sedikit warna keemasan.Lampu-lampu sudah menyala dengan terang dan membuat ruangan itu tampak begitu sempurna.


Louis,Gary,dan Michael terlihat sibuk dengan EarPods yang terpasang ditelinga mereka.Seperti perintah Damian sebelumnya,jika malam ini keamanan harus benar-benar maksimal.


Meja panjang yang terletak tak jauh sana berderet berbagai menu hidangan.Mulai dari hidangan pembuka,hidangan utama,hingga dessert tersusun rapi.


Beberapa tamu yang sudah hadir terlihat berbincang sembari menikmati kue dan minuman yang telah disediakan.


Beberapa menit lagi acara bersejarah untuk Damian dan Emilia akan segera dimulai.


Dannis dan violet yang tak lain adalah istrinya datang dengan pakaian yang senada,tak lupa mereka mengajak anak sulung mereka untuk datang.


“Selamat malam tuan Dannis”sapa Louis


“Selamat malam Louis..apakah acaranya sudah akan dimulai?”tanya nya


“Sebentar lagi tuan..silakan masuk dan nikmati hidangan yang ada”


“Terima kasih”


Dannis melangkahkan kaki masuk dan menghampiri seseorang yang tak jauh dari sana.


“Hy brother”sapa Dannis kepada Albert


“Dannis..duduklah”Albert mempersilakan Dannis untuk duduk


“Entahlah..ini adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan”jawab Albert yang terlihat tak kalah tampan dari sahabat-sahabatnya.


Beberapa menit kemudian Dion datang tak lama setelah Dannis,dokter muda itu juga terlihat tampan dengan setelan jas berwarna silver.


Seperti layaknya Darren,ia datang hanya seorang diri tanpa pendamping di sisinya.


“Apakah acaranya sudah mau dimulai?”tanya dion yang menghampiri sahabatnya.


“Beberapa menit lagi akan dimulai”jawab Albert


“Daddy..“Teriak anak kecil yang membawa piring berisikan beraneka ragam kue.


“Leon..kenapa kau mengambil begitu banyak kue?”tanya Albert yang terheran-heran dengan apa yang dilakukan anaknya.


“Aku bingung dad halus memilih yang mana..jadi aku ambil semua ini”jawab Leon sembari menyerahkan piring itu kepada Albert


Para sahabatnya hanya bisa tergelak mendengar perdebatan ayah dan anak itu,bahkan Albert tidak menyadari jika sifat putranya tak begitu jauh dari sifatnya.


Ditempat lain Emilia telah bersiap,Wijaya datang menghampiri sang putri lalu memegang kedua bahu putrinya.


“Berjanji lah kau akan bahagia kedepannya..dan ayah akan selalu berdoa untuk semua itu..hiduplah saling melengkapi sebagai teman hidup yang abadi..mulailah hidup yang baru bersama suami mu..ayah mencintaimu”Wijaya memeluk sejenak putrinya dengan air mata yang tak bisa dibendung.

__ADS_1


“Hey kenapa kau membuat putriku menangis..kau tidak tahu bagaimana sulitnya merias seorang pengantin”protes jesica yang langsung melerai pelukan antara anak dan ayah itu.


Para tamu sudah berkumpul dan mencari posisi.Diujung sana terlihat Damian sudah berdiri dengan senyum yang tak pernah pudar sedari tadi.


Jantung nya benar-benar terasa berdetak 3 kali lebih cepat dari biasanya.Hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu,bayangan masa depan dirinya dengan Emilia begitu terlihat jelas di depan matanya.


Di menit berikutnya,Emilia sudah berjalan menuju tempat Damian berdiri saat ini.Wijaya dengan raut wajah yang bahagia mengantar sang putri kepada calon suaminya.


Damian tertegun sejenak,rasa gugup senang,haru bercampur menjadi satu hingga tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya.Damian menundukkan kepalanya sejenak,sesuatu dari dalam hatinya terasa ingin meledak saat ini.


Sesekali ia menyeka air matanya lalu kembali menatap wanita yang beberapa detik lagi akan menjadi teman hidupnya.


Mereka berdua telah bertemu,netra mata mereka saling bertemu dan untuk beberapa saat mereka saling pandang.


Terpancar jelas kebahagiaan menyelimuti keduanya.Pemuka agama mulai membacakan janji suci yang diikuti oleh keduanya saling bergantian.


“Baiklah..pengucapan janji suci sudah selesai”ujar sang pemuka agama.


Tak ingin menunggu lebih lama lagi,Damian meraih tengkuk Emilia lalu mencium bibir merah muda yang membuatnya candu itu dengan penuh cinta.


Suara riuh tepuk tangan dan teriakan dari beberapa tamu memenuhi mansion.Mereka turut bahagia melihat kedua pasangan yang tengah saling menyalurkan cinta dan kasih sayang mereka.


Beberapa tamu bahkan meneteskan mata karena merasa terharu.Tak jauh dari sana,Emily juga terlihat menyeka air matanya melihat kakaknya di atas panggung.


“Kenapa kau menangis honey?”tanya Albert yang langsung merangkul bahu sang istri


“Aku hanya terharu..entah kenapa aku jadi ingat ketika kita menikah dulu”jawabnya


“Apa kau mau mengulangnya?”tanya Albert


“Tidak..aku hanya ingin mengingatnya saja”


Begitulah Albert sekarang ini,apapun yang diucapkan sang istri ia anggap sebagai keinginan sang istri sehingga Emily sedikit dibuat pusing oleh tingkah lakunya.


Tak jauh dari sana,Wijaya dan jesica nampak saling merangkul.Kedua putrinya sudah bahagia saat ini,dan kini mereka tinggal menunggu calon menantu selanjutnya dari Louis dan juga si buncing.


Seorang laki-laki berbadan tegap dengan raut wajah dinginnya terlihat ikut meneteskan air mata.


“Berbahagialah tuan mulai saat ini”gumam Louis dalam hati.


“Aaa..kak mich aku ingin menikah”rengek Michelle


“Bersabarlah menunggu giliranmu karena masih ada kak Louis dan juga aku”jawab Michael


“Tidak..aku tidak mau menunggu kalian..aku keburu tua jika menunggu laki-laki yang enggan mencari pasangan seperti kalian..sepertinya aku harus meminta ibu untuk menjodohkan kalian berdua agar cepat mendapat pasangan”gerutu Michelle


“Kau tak perlu melakukan itu..kami ini tampan dan kami memiliki standar yang tinggi”ujar Michael tak mau kalah.


Michelle mendengus kesal,lebih baik ia pergi dari sana sebelum emosi benar-benar meluap.


Bersambung…

__ADS_1


Maaf ya guys baru upload..


Baru pulang dari kondangan soalnya🤪


__ADS_2