
✨Happy Reading✨
Sang surya mulai menampakkan diri,meskipun cahaya nya tak bisa menembus kain tebal yang menjadi penghalang untuk masuk kedalam kamar yang tengah di huni oleh sepasang sejoli.Namun suara bising burung yang seolah mengganggu momen kemesraan mereka mampu membuat sang laki-laki mengerjap perlahan.
Manik hitam itu mulai terbuka kala merasa tubuhnya sedikit bugar karena bisa menikmati tidurnya untuk malam ini.Tidak ada rasa gelisah,tidak ada mimpi buruk,semua itu terasa begitu ajaib bagi seorang Damian.
Senyum di wajahnya mengembang kala ia bisa bangun pagi dengan melihat wajah cantik seorang bidadari.Dia diam sesaat menikmati paras cantik wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta.
Tangan kekarnya terangkat lalu beralih mengulur untuk menyentuh wajah teduh Emilia ketika tidur.Entah mengapa ia sangat suka jika Emilia sedang tidur seperti ini.
“Bagaimana aku tidak tergila-gila padamu jika saat tidur saja kau bisa membiusku”gumam Damian dalam hati.
“Hhmmm…”Emilia bergerak perlahan kala merasakan wajahnya tengah disentuh.
Damian kembali tersenyum,namun kali ini ia sedikit jahil.Dengan sengaja ia menoel hidung Emilia agar sang wanita terbangun.
“Mmmm…aku masih ngantuk..”ujar Emilia dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Damian semakin merasa gemas karena itu sehingga ia melanjutkan aksi jahilnya.Kali ini ia mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman yang bertubi-tubi ke arah bibir Emilia.
Cup..cup..cup..cup..cup..
“Mmmm..”teriak Emilia tertahan.
“Bangun baby..apa kau mau tidur selama sehari penuh..hhmm”ujarnya dengan tangan mengelus wajah Emilia.
“5 menit lagi oke”tawarnya dengan mata yang masih terpejam.
“No..bangunlah dan berikan aku morning kiss”Damian kembali memainkan hidung Emilia dengan salah satu jarinya.
__ADS_1
“Aakkhh kenapa sakit”jeritnya kala ia ingin mengangkat tangan yang menjadi alas untuk Damian tidur tadi malam.
“Mungkin ini efek semalam?”Jawab Damian sembari menyentuh perlahan tangan Emilia.
“Aaaww..aawww..sakit..jangan menyentuhnya..aaaww”jeritnya lagi karena Damian terus menyentuh tangannya.
“Tahan..sebentar lagi tidak akan sakit..”ujar Damian
“Aaww..sshhh…sakit”rintihnya lagi.
Tanpa mereka ketahui seseorang yang tengah berdiri didepan pintu dan hendak masuk langsung diam mematung mendengar suara rintihan dari Emilia.
Ini memang sudah kebiasaan Louis dari dulu,ia akan berdiri di depan pintu kamar Damian hingga sang tuan memanggilnya.Dan lagi kamar Damian memang tidak dipasang alat kedap suara agar ketika terjadi sesuatu padanya saat malam hari,Louis bisa mendengarnya.
Namun pagi ini ia sedikit sial karena mendengar sesuatu yang membuat ia merasa canggung.
Sebelum pergi,ia melonggarkan dasinya terlebih dahulu karena merasa sedikit gerah setelah mendengar suara aneh dari dalam kamar Damian.
“Apakah masih sakit?”tanya Damian
“Sudah tidak terlalu sakit..”jawabnya pelan
“Baiklah..sekarang berikan hak ku”tuntut Damian
“Hak?..hak apa?”tanya Emilia yang nampak kebingungan
Damian tidak menjawab pertanyaan Emilia,namun ia mengetuk pipinya beberapa dengan jari telunjuknya.
Emilia masih terdiam tidak mengerti dengan isyarat yang di tunjukan oleh Damian.
__ADS_1
“Morning kiss..berikan aku morning kiss”ujar Damian kesal karena sang wanita tak kunjung mengerti.
“Oooo”jawab Emilia yang membulatkan bibirnya membentuk huruf o
Cup..
Kecupan singkat mendarat di pipi Damian.
“Terima kasih”Damian bergegas turun dari ranjang dengan hati yang berbunga-bunga.
Di sisi ranjang Emilia hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Damian.Ia tak menyangka hanya sebuah kecupan singkat bisa membuat lelaki yang terkenal kejam itu bisa tersenyum bahagia seperti sekarang.
Baru beberapa langkah berjalan menuju kamar mandi,Damian berhenti dan membalikkan tubuhnya
“Terima kasih karena telah mengusir mimpi buruk itu kemarin malam”ujarnya
“Sama-sama beib..”ujar Emilia sembari mengedipkan sebelah matanya.
Damian terdiam sejenak dan langsung memegangi dadanya dengan wajah yang bersemu merah.Damian dibuat salah tingkah dengan sikap manis Emilia.
“Aakkhh..jantungku..”ujarnya
“A-ada apa?”tanya Emilia sedikit panik
“Dia berdetak kencang..jangan seperti itu lagi..aku takut dia akan meloncat keluar jika kau terus seperti itu..mengerti”pintanya lalu kembali melangkahkan kaki menuju kamar mandi dengan tangan yang masih memegangi dada.
Emilia hanya bisa tertawa kecil atas tingkah konyol laki-laki itu.Perubahan yang ada pada dirinya benar-benar membuat Emilia semakin jatuh cinta.
Bersambung….
__ADS_1