
✨Happy Reading✨
Waktu begitu cepat berlalu,tidak terasa peristiwa pahit nan pilu yang terjadi di kehidupan Emilia sudah berlalu satu minggu lamanya.Tak ada yang berubah,suasana hati dan lingkungannya masih sama menyedihkan.Bahkan keadaan semakin bertambah runyam dan menuntut dirinya untuk menjadi seseorang harus tetap kuat.
“Apakah tidak bisa menunggu sampai keadaan kak Louis membaik?”lirih Emilia kala Gery menyampaikan tentang kondisi perusahaan saat ini.
“Maaf nona saya tidak bermaksud lancang hanya saja kita tidak bisa menunggu Louis lebih lama mengingat sampai saat ini ia belum juga sadar setelah oprasi beberapa hari yang lalu.Kita tidak bisa menunggu lebih lama karena para pemilik saham menuntut akan menjual saham mereka kepada investor lain,dan berita tersebut berujung kepada karyawan di perusahaan yang takut akan nasib mereka..”jelas Gery dengan rasa bersalah di dalam hatinya.
Meskipun gadis yang berada di hadapannya terlihat tegar dan kuat.Namun Gery tahu jauh di dalam hatinya,Emilia menyimpan begitu banyak kesedihan dan menahan pedih yang tidak ada habisnya.
Emilia mengusap wajahnya kasar,masalah yang timbul seakan tak ada habisnya dan ia harus menghadapinya sendiri.Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika dirinya akan menghadapi hal sesulit ini.
“Kenapa mereka bisa mengancam seperti itu uncle?”tanya Emilia dengan wajah lesu
“Berita tentang kematian tuan muda sudah tersebar dan saya masih menyelidiki siapa dalang dari semua ini,mengingat jika kita belum mengkonfirmasi berita tersebut”jawab Gery dengan raut wajah bersedih jika mengingat kembali tuan mudanya.
“Hhuufftt”Emilia menghela nafasnya sejenak
”Baiklah,besok aku akan datang ke perusahaan.Aku minta uncle mempersiapkan segala sesuatunya”jawab Emilia sembari mendaratkan bokongnya di atas sofa.
“Nona tidak perlu mengkhawatirkan itu,saya pasti menyiapkan semuanya nanti.Dan ada satu lagi yang ingin saya sampaikan nona”Gery melirik ke arah nona nya sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Apa uncle?,katakan saja”
__ADS_1
“Mengenai berita tersebut,kita harus mengklarifikasinya dan mau tidak mau kita harus mengumumkan tentang kematian tuan muda.Saya takut jika kita menyembunyikan semua ini,saingan tuan muda akan memanfaatkan berita tersebut dan mencoba mencari kebenaran.Dan ketika mereka bisa membuktikan jika berita tersebut benar,maka kita akan benar-benar kehilangan perusahaan.Maaf jika saya membuat anda bersedih”imbuh Gery lalu menundukkan kepalanya
Emilia menyandarkan kepala ke kursi,rasanya begitu berat menerima kenyataan jika orang yang ia cintai telah pergi meninggalkannya.
“Tidak apa uncle.Apapun yang terbaik untuk menyelamatkan nasib banyak orang yang bergantung dengan perusahaan kita,maka lakukan.”jawab Emilia tegas namun hatinya sedikit terasa perih.
“Jika begitu,saya permisi nona”Gery menundukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Emilia seorang diri.
Kini hanya ada dirinya di dalam ruangan itu,tempat penuh kenangan untuk orang yang sangat ia cintai.Ia menatap lekat foto Damian yang berada di atas meja kerja yang menjadi tempat Damian menghabiskan waktunya.
Emilia tersenyum getir ketika mengingat bagaimana perjalanannya bersama dengan Damian.Hampir semua rasa ia lalui untuk bisa bersama dengan laki-laki psikopat itu,mulai dari rasa sakit hingga rasa sayang yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
“Kau pembohong,kau penipu.Kau bilang akan selalu bersamaku dan tidak akan membiarkanku bersedih.Tapi lihat,sekarang meninggalkanku sendiri dan menghadapi semuanya sendiri.Apa kau pikir aku tidak sedih saat ini.”air matanya mulai mengalir dengan deras.
Cukup lama ia berada di dalam ruangan itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat karena besok pagi ia akan pergi ke perusahaan sebagai nyonya Vernandez.
*********
Pagi hari telah tiba,sang surya mulai menampakkan diri dan diiringi oleh suara kicauan burung yang terdengar merdu.
Emilia mengerjapkan matanya perlahan,matanya masih terasa berat pasca menangis malam tadi.Sebuah senyuman palsu terbit dari bibirnya yang tipis,entah kenapa setiap detik yang ia lalui terasa menyakitkan namun ia harus terus memaksakan diri untuk terus melangkah maju.
Ia segera bergegas bangkit dari ranjang yang menjadi saksi bisu malam pertama yang tak akan pernah ia dapatkan sampai akhir hayatnya.Tangannya terulur mengambil handuk yang tergantung di sebuah stand hanger di dekat lemari bajunya.
__ADS_1
Lagi-lagi,kenangan manis dirinya dengan Damian terlintas begitu saja kala wangi maskulin tubuh Damian masuk ke dalam Indra penciumannya.Ia baru ingat jika handuk itu digunakan Damian untuk terakhir kalinya ketika malam pernikahan mereka.
“Dan pagi ini,kau kembali membuatku bersedih”gumamnya dengan air mata yang kembali menetes.
Dengan langkah yang berat,ia menginjakkan kakinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Cukup lama ia berada di dalam sana,membasuh rambut hingga ujung kakinya dibawah guyuran air shower yang sedikit deras.
Setelah merasa cukup,ia keluar dan memakai setelan rapi untuk pergi ke perusahaan.Hari ini ia akan datang sebagai nyonya Vernandez dan memulai hidup baru sebagai seorang wanita karir.
“Hah..baiklah,kau harus sadar jika dirimu memang dilahirkan untuk menjadi seorang yang kuat.Kau harus ingat jika rasa sakit dan sedih ini sudah kau rasakan sejak dulu jadi kau tak harus terpuruk seperti ini”dialognya didepan cermin dengan dirinya sendiri.
Setelan baju berwarna grey,ia pilih untuk outfitnya di hari pertama menjadi nyonya Vernandez.Celana panjang dengan warna senada dengan blazer dan tak lupa baju kemeja berwarna putih sebagai ********** membuat penampilannya saat ini terlihat sangat berwibawa.
Tidak lupa ia menguncir rambut panjangnya sedikit lebih tinggi dan menyisakan sedikit anak rambut dibagian depan.Rambut panjang berwarna pirang dengan ujung rambut yang sedikit curly membuatnya semakin terlihat cantik.
Sepatu high heels berwarna hitam dengan tinggi heels 7cm membuatnya kakinya terlihat semakin jenjang.Terakhir ia memilih tas jinjing berwarna hitam dengan bahan kulit sebagai pelengkap.
Hari ini dirinya sudah siap memulai hidup barunya yang penuh tanggung jawab meskipun dengan hati yang masih merasakan kesedihan.
“Oke Emilia,harimu yang berat baru saja akan dimulai.Dan untuk diriku,cobalah kuat sampai aku sendiri yang memintamu untuk menyerah.Tapi untuk hari ini aku minta untuk kuat dan tegar.”ujarnya kepada dirinya sendiri.
Ia melangkahkan kaki keluar dan memulai harinya dengan sarapan di lantai dasar.Setelah itu ia pergi bersama Gery ke perusahaan karena jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Bersambung….
__ADS_1