
✨Happy Reading✨
Kesal,itu yang tengah dirasakan oleh Louis saat ini.Tanpa melihat kebelakang,ia terus melangkah dengan menarik tangan Audrey.
Gadis itu bahkan tersandung beberapa kali karena tak bisa mengikuti langkah Louis yan begitu cepat.Seolah tuli,Louis tak menggubris suara pekikan maupun suara dibelakangnya.
“Aawww…tolong lepaskan aku”pinta Audrey berkali-kali karena tangannya benar-benar terasa sakit.
Selain ditarik,tangan kekar Louis juga mencengkramnya dengan begitu kuat.
Louis membuka pintu mobilnya”Masuk!”
Ia melepas Cengkramannya,kini tatapan tajam penuh intimidasi tengah ia berikan kepada Audrey.
Audrey tak membantah,ia segera masuk ke dalam mobil dengan menahan air mata yang sudah siap meluap,
Setelah memastikan Audrey masuk,Louis melangkah menuju kursi kemudi dan ikut masuk.
Dengan hati yang masih diselimuti emosi,ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
“Kenapa dia terlihat begitu marah”gumam Audrey dalam hati.
Jujur ia sedikit takut,karena ini pertama kalinya ia melihat Louis marah dan bertindak kasar kepadanya.
Audrey mencoba mengalihkan pandangannya,ia menoleh ke arah samping demi menghindari lirikan mata tajam Louis yang terasa menyesakkan.
Ccciiitttt!!!
Mobil Louis berhenti tepat di sebuah basement apartemen.Audrey terlihat bingung karena Louis tak kunjung mengatakan apapun,namun tatapan laki-laki itu belum berubah.
Pintu mobil kembali dibuka”turun!!”perintah Louis
Audrey masih diam,ia berusaha tidak menggubris”untuk apa dia menyuruhku turun”gumamnya dalam hati.
“TURUN!!!”bentak Louis karena Audrey tak kunjung mengikuti perintahnya.
Wanita itu terlonjak kaget karena suara Louis,dengan tangan yang sedikit gemetar ia turun dari mobil.
Lagi dan lagi,Louis meraih tangannya dan kembali menariknya dengan kasar.Audrey diam,ia tidak mau memancing emosi Louis lebih dalam lagi.Meskipun terasa tangan,kaki dan hati terasa sakit,ia lebih memilih diam dan berpasrah.
Tidak butuh waktu lama,mereka sampai di depan sebuah kamar yang terletak dilantai dua dari bangunan itu.Louis membuka pintu dengan kasar dan membawa Audrey masuk kedalam sana.
__ADS_1
Dengan kasar Louis menghempaskan tangan Audrey begitu saja lalu menutup kembali pintu dengan kasar.
“Aakkhhh.,,”Audrey memegangi pergelangan tangannya yang mulai memerah.
“Apa kau merasa senang sekarang?”tanya Louis yang membuat Audrey mengernyitkan dahi.
“Ma-maksudmu?”audrey mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
“Hah..kau senang bukan karena bisa bekerja bersamanya?..ah bukan lebih tepatnya bermesraan”jawab Louis dengan senyum sinis di wajahnya.
“Bermesraan?..siapa yang kau maksud?”audrey masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan Louis.
“Siapa?..kau tanya siapa?..tentu saja KAU DAN BAJ*NGAN ITU”Louis tak bisa lagi mengontrol dirinya.
“Aku?..aku tidak bermesraan dengan siapa pun..aku dan tuan Harry memang sedang bekerja”protes Audrey yang tak terima di tuduh.
“Hahaha..lalu kau pikir aku buta..kau berpelukan dengannya,apa itu sebagian dari pekerjaanmu dengannya?”imbuh Louis
Audrey diam sejenak”tunggu..apa dia cemburu?”gumam Audrey dalam hati.
“Lihat..kau diam dan tak bisa menyangkal apapun”
“Itu..itu hanya pelukan,..”belum selesai Audrey menjelaskan,Louis melangkah maju dan merengkuh tubuhnya dengan tiba-tiba.
Louis memang memeluknya,namun pelukannya tidak terasa hangat melainkan terasa menyakitkan.
Louis melerai pelukannya,kini ia mencengkram kedua bahu Audrey dengan kuat,tak lupa mata elangnya menatap tajam ke arah Audrey.
“Katakan padaku..bagian mana lagi ia menyentuhmu?..ah..apa dia juga menciummu?..oh atau kalian sudah tidur bersama”louis terus berbicara dengan hati yang emosi.
PPLLAAKKK!!!
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi Louis dan berhasil membuat laki-laki itu terdiam.
“Cukup!!..aku mungkin menerima perlakuan kasar yang tak berdasar apapun darimu..tapi aku tidak bisa menerima penghinaan ini..”air mata yang Audrey tahan sejak tadi akhirnya tak bisa terbendung lagi.
“Aku tidak tahu jika dia akan memelukku karena itu terjadi dengan tiba-tiba..”
“Lalu kenapa kau diam?..apa kau menikmatinya?”sela Louis yang masih terbawa emosi.
“Aku ingin melerainya..tapi dia mengatakan jika ingin memberi pelukan perpisahan karena besok dia akan pergi ke Jepang untuk ditugaskan disana..aku tidak mempunyai maksud lain,aku hanya ingin mengucapkan perpisahan saja tidak lebih…tapi kau tiba-tiba datang dan menarikku dengan kasar tanpa alasan yang jelas”jelas Audrey dengan tangis yang semakin pecah.
__ADS_1
“Hiks..hiks..tapi aku tak menyalahkan dirimu jika menganggap aku rendah..aku bahkan pernah menjual diriku kepada laki-laki lain hanya untuk membayar hutang..dan harusnya aku sadar akan hal itu..”Audrey menundukkan kepalanya dengan air mata yang semakin berlinang.
Sedangkan Louis tertegun ketika menyadari ada sesuatu yang salah.
“Sial..kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku”umpat Louis dalam hati.
Louis menatap Audrey dengan penuh rasa bersalah,ia melangkah maju dan membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.
“Maafkan aku..”kata itu lolos begitu saja dari bibir Louis.
Audrey semakin terisak didalam pelukan Louis.
“Aku tidak bermaksud merendahkanmu..aku..aku hanya terbawa emosi..aku tidak suka melihatmu dengannya,,”imbuh Louis
Audrey melerai pelukan Louis“Hiks..hiks..atas dasar apa kau merasa emosi..aku,tuan Harry dan dirimu hanya sebatas rekan kerja..”
Louis kembali memeluk Audrey”Aku..aku cemburu…”akhirnya kata-kata itu lolos begitu saja dari bibir Louis.
Audrey seketika diam,suara isakannya bahkan terhenti begitu saja kala mendengar pengakuan yang ia tunggu selama ini.
Meskipun Louis belum menyatakan perasaannya,namun kata itu sudah cukup menjelaskan jika cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
“Maaf jika aku bersikap egois selama ini..maaf karena mungkin telah membuatmu bingung dengan sikapku selama ini..aku..aku ingin mengatakannya padamu hanya saja aku tidak memiliki keberanian untuk itu..”Louis melerai pelukannya dan menatap lekat mata Audrey.
“Mungkin momen hari ini tidak begitu bagus..tapi aku tidak ingin menundanya lagi karena aku tidak ingin melihatmu didekati oleh pria manapun..”
“Mulai hari ini kau tidak boleh mendekati laki-laki manapun selain diriku..dan aku telah menetapkan kau sebagai milikku”ujar Louis
Audrey mengerjapkan matanya beberapa kali”tunggu..pernyataan cinta macam apa ini?”tanya Audrey dalam hati.
“Aku tidak akan meminta persetujuanmu karena kau tidak boleh menolakku..dan akan aku pastikan kau tidak menyesal dengan keputusanku untuk menjadikanmu sebagai milikku”imbuh Louis
“Apa dia baru saja menyatakan perasaannya?..tapi kenapa aku tidak mendengar kata cinta yang keluar?..tapi tidak apa,setidaknya aku tahu jika dia juga mencintaiku”gumam Audrey dalam hati.
Didetik berikutnya,Louis mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Audrey.Tanpa ia sadari,Audrey menutup matanya menikmati ciuman dari bibir louis.
“Bernafas lah..”louis melepaskan ciumannya karena ia tahu jika Audrey menahan nafasnya sejak tadi.
“Hah..Hah..”
“Ternyata kau bodoh dalam hal ini”ejeknya yang membuat Audrey bersemu merah.
__ADS_1
Bersambung…