HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 107


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Brave tampak gelisah di dalam sana,cctv yang ia pasang dengan tujuan memantau musuh telah diretas oleh Dannis.Namun ia masih bisa tersenyum karena satu kamera yang berada di ruangan sandera masih menyala dan tidak dijangkau oleh Dannis.


“Aku akan pergi ke ruangan rahasia..kalian hadang 4 orang lainnya dan biarkan monster itu masuk karena aku sendiri yang akan menghadapinya”perintah Brave kepada anak buahnya.


Brave mengambil senjatanya dan melangkah menuju ke suatu ruangan tempat Louis disekap.


Diruang tengah,mereka berlima masih sibuk bertarung dengan sisa anak buah Brave.


“Kalian masuk dan selamatkan para sandera..sisanya serahkan saja padaku”perintah Lukas kepada ketiga sahabatnya.


Mereka mengangguk setuju dan mulai melangkah menuju ruangan-ruangan yang menjadi tempat menyekap sandera.


Ceklek…


Albert membuka pintu ruangan paling tengah dengan berhati-hati karena disana terdapat seekor singa yang tengah kelaparan.


Ia belum membuka pintu itu lebar-lebar karena Albert harus melihat situasi terlebih dahulu.Setelah merasa aman,ia masuk dengan gerakan perlahan agar kedua singa itu tidak langsung menyerangnya.


Wijaya dan jesica terlihat saling berpelukan di dalam kerangkeng besi itu.Mereka duduk di bagian tengah agar tidak dapat di jangkau oleh singa kelaparan itu.


“Al-Albert..”panggil Wijaya


Albert menempelkan jari telunjuknya ke arah bibir seakan memberi isyarat untuk diam.


Salah satu singa mengetahui keberadaan Albert dan menggeram ke arahnya.Sebisa mungkin ia tenang dengan mata yang menatap ke arah singa.


Pelan namun pasti,kakinya melangkah mencoba untuk mendekat ke arah singa.


Dan disinilah kelebihan seorang Albert,hanya dengan sebuah tatapan mata,singa itu seakan menganggapnya sebagai tuannya.


“Bagus..kemarilah..”perlahan Albert mengelus pelan bulu sang singa


“Mom..dad..keluarlah dengan langkah pelan dan jangan membuat gerakan yang membuatnya merasa terganggu”ujar Albert


Wijaya dan jesica mengangguk,lalu mereka mulai mengikuti perintah sang menantu.


Disisi kanan,Dion mendobrak pintu ruangan itu dengan keras karena rupanya pintu itu terkunci dari arah dalam.


Suara keras itu berhasil membuat Michelle tersentak kaget,dan hal itu membuat salah satu tali yang dipakai menggantung dirinya terputus.

__ADS_1


“Aakkhhh…”pekik Michelle kala merasakan tubuhnya semakin terjerat.


“Tenang dan tetaplah diam”ujar Dion


Mata Dion bergerak dengan cepat mencari tombol yang bisa menghentikan salah satu mesin.Mesin penggilas itu terus berputar layaknya seekor buaya yang siap melahap tubuh Michelle.


Jarak Michelle dan mesin itu semakin dekat,bahkan hanya tersisa beberapa senti saja.


“Hiks..ku mohon cepatlah”lirik Michelle kala membayangkan bagaimana jadinya jika Dion tak berhasil menolongnya.


“Bersabarlah..aku sedang berusaha..apa kau tahu dimana letak tombol dari mesin ini?”tanya Dion


“Tidak..aku tidak tahu”jawab Michelle


Dion semakin frustasi,mesin penggilas itu berada cukup tinggi dan mesin penggantung yang menyerupai crane juga terlihat lumayan tinggi.


Namun ia tak mau menyerah,sebuah ide terlintas ketika ia melihat sebuah tangga.


Dion berlari menuju tangga itu,ia mencari posisi agar sejajar dengan posisi Michelle saat ini.


“Hey..dengarkan aku..aku akan melompat dari sini,lalu memotong tali itu dan meraih tubuhmu..kita akan mendarat bersama nanti namun sebelum itu aku meminta maaf karena mungkin setelah itu tubuhmu akan terasa sedikit sakit”ujar Dion


Michelle mengangguk kecil pertanda setuju,ia tak peduli sesakit apapun rasanya nanti.Yang jelas Michelle tidak mau jika harus mati di mesin penggilas ini.


Dion mulai berlari dan melompat,pedangnya sudah terulur bersiap memotong tali yang digunakan untuk menggantung Michelle.


Tttrraasss…


Tali sudah terpotong,dengan sigap Dion meraih tubuh Michelle meskipun hampir saja ia tak berhasil.


Bbbuugggghhhhh….


Kkrreekkkkk


“Aakkhhhh…”


Tubuh Dion dan Michelle berguling beberapa kali.


Di sisi sebelah kiri,Darren juga mendobrak pintu itu dengan keras.Bukan karena pintu itu terkunci tapi ia ingin musuh terkejut dengan kedatangannya.


“Hey..”teriak Darren kepada seorang pria yang terlihat seperti seorang penggulat.

__ADS_1


Michael yang sudah tak berdaya di atas ring hanya bisa tersenyum ketir melihat kedatangan Darren.


Darren melihat kondisi Michael saat ini,darah segar sudah memenuhi hampir seluruh bagian Michael.


Laki-laki penggulat itu menoleh ke arah Darren,wajahnya memperlihatkan dengan jelas jika ia tidak suka dengan kehadirannya.


“Turun dan lawan aku”tantang Darren.


Dengan sigap sang laki-laki turun dari ring dan berlari ke arah Darren.


Darren mulai bersiap,ia melempar pedangnya dan mulai memasang kuda-kuda.Sebuah tangan mengepal mulai melayang ke arah wajah Darren,namun tentu saja gerakan itu sudah terbaca sehingga ia bisa menghindar.


Pukulan bertubi-tubi dilayangkan sang lelaki ke arah Darren namun tak satupun dari pukulan itu menyentuh bagian tubuh Darren.


Darren sengaja tak membalas,ia membiarkan laki-laki itu menyerangnya terlebih dahulu hingga musuh kehabisan energi.


“Sudah?”tanya Darren kala pukulan sang lelaki mulai melemah.


“Sekarang giliranku”


Bbuugghhh!!!!!


Tendangan keras melayang ke arah wajah sang laki-laki dan tentu saja tepat sasaran.


Laki-laki itu tersungkur dan hendak bangun namun lagi-lagi sebuah tendangan mendarat dan mengenai bagian wajahnya.


Sedangkan disisi lain,Lukas menyusuri lorong mencoba untuk mencari ruangan lain yang menjadi tempat Louis di sekap.


“Dannis..apakah kau melihat Louis?”tanya Lukas melalui earphone


“Tidak..tapi aku melihat seorang pria berlari ke arah sebuah lorong dan masuk ke dalam sebuah ruangan”ujar Dannis


“Katakan padaku..lorong disebelah mana?”


“Lorong itu berada di sebelahmu..dan diujungnya terdapat sebuah ruangan..namun aku tidak tahu ruangan apa itu karena tidak terdapat cctv disana”imbuh Dannis


“Baiklah..”


Lukas berlari menuju sebuah lorong yang dikatakan oleh Dannis.Dan memang benar di ujung lorong itu ada sebuah pintu yang sudah tertutup rapat.


“Bertahan lah Louis..aku datang”gumamnya

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2