HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 58


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Seperti yang ia katakan siang tadi kepada laki-laki pemilik kartu itu,bahwa ia akan menggunakan kartu itu untuk bersenang-senang.


Namun tidak ada satupun paper bag yang menggantung di tangannya padahal ia sudah menggunakan kartu itu beberapa kali.Itu karena Emilia tak menggunakan kartu itu untuk membeli baju,tas,atau pun barang lainnya yang ia perlukan.


Hal pertama yang ia lakukan adalah pergi ke taman hiburan,menikmati semua wahana yang terdapat di dalamnya.Awalnya ia merasa sedih karena kartu itu tidak berguna saat berada di tempat itu,tapi untung saja ada Michelle yang bisa menolongnya.


“Anda mau naik apa lagi nona?”seru Michelle saat mereka baru saja turun dari wahana komedi putar.


“Hhmm..bagaimana jika roller coaster?”sebuah ide yang membuat Michelle menelan ludahnya kasar.


“Anda yakin?”michelle menoleh sejenak memastikan bahwa apa yang ia dengar adalah sebuah kenyataan.


“Yups..seperti itu menyenangkan..lihatlah mereka berteriak-teriak di atas sana”mata Emilia tak lepas dari benda yang tengah naik turun bersama penumpang yang terus berteriak.


“Ah..iya sepertinya itu menyenangkan nona”jawab Michelle sembari tersenyum paksa.


“Menyenangkan jika kita tidak naik ke atas sana”gumam Michelle dalam hati.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran yang sudah memuncak,Emilia segera berlari dan tak lupa ia menarik tangan Michelle untuk ikut bersamanya.


Berbeda dengan ekspresi Emilia yang terlihat sangat bersemangat,Michelle justru menunjukkan ekspresi yang berlawanan,ia terlihat gugup karena ia tahu betul bagaimana rasanya menaiki wahana itu.


“Mmm..nona apakah anda yakin ingin menaiki wahana ini?”Michelle mencoba meyakinkan nona nya sekali lagi.


“Ya..bahkan aku sudah tidak sabar”jawabnya dengan semangat yang berapi-api.


Hembusan nafas berat terdengar,Michelle harus menyiapkan dirinya untuk menaiki wahana yang begitu ia benci.


Kini mereka berdua sudah berada di kursi roller coaster yang sebentar lagi akan meluncur.Dan dalam hitungan ketiga wahana itu sudah melesat dengan kencang menyisakan teriakan dari para penumpang.


Michelle hanya mampu menutup matanya erat tak lupa ia menggenggam erat pengaman yang berada di depannya.Sedangkan nona nya nampak berteriak kegirangan tanpa ada rasa takut sedikit pun.


****


Ditempat lain seorang pria tua tengah duduk disebuah restaurant menunggu kedatangan seseorang.Tak satupun dari makanan yang ia pesan masuk kedalam mulutnya,ia masuk kedalam sana karena permintaan dari seseorang yang akan ia temui.


“Selamat siang Mr.”sapa seorang wanita

__ADS_1


“Maaf telah membuat anda lama menunggu”sang wanita menarik kursi dan duduk dihadapan pria tua.


“To the point saja..jika kau ingin mendapatkan restu dariku maka kau harus membantuku untuk membalas dendam”ujar sang laki-laki beralih menatap wanita yang berada di hadapannya.


Sang wanita berusaha tersenyum meskipun jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa sangat kesal.Tapi apa boleh buat karena laki-laki yang ada Dihadapannya adalah ayah dari kekasihnya.


“Tidak masalah jika itu sudah persetujuan darinya”jawab sang wanita santai.


“Justru aku tidak ingin dia tahu karena aku sudah muak dengan rencananya yang tidak kunjung terealisasikan”laki-laki mendengus kesal kala mengingat sang anak hanya bisa diam hingga saat ini.


“Maksud anda?”


“Putraku sudah mempunyai rencana untuk membalas kematian putra keduaku,namun hingga saat ini ia tidak bergerak sedikit pun”


“Tapi saya tidak bisa melakukan sesuatu diluar sepengetahuannya”ujar sang wanita


“Semua keputusan ada ditanganmu jika kau tidak mau maka sampai kapan pun kau tidak akan aku anggap sebagai menantuku dan kau tidak akan mendapat sepeserpun harta dariku”ancam sang laki-laki tua.


Sang wanita nampak berpikir sejenak,hingga pada akhirnya dia menyetujui rencana dari sang calon mertuanya.

__ADS_1


“Pilihan yang bagus..aku harap kau bisa menjalankan rencana ini dengan benar”kata sang lelaki sebelum ia memutuskan untuk pergi dari restaurant meninggalkan sang wanita seorang diri.


Bersambung…


__ADS_2