
✨Happy Reading✨
Selesai dengan acara bernostalgia,Damian dan Emilia memutuskan untuk membersihkan diri sebelum akhirnya mereka merebahkan diri di atas ranjang King size.
Mereka kembali mencari posisi nyaman seperti di sofa sore tadi.Damian menghirup dalam-dalam wangi tubuh Emilia yang membuatnya merasa tenang.
“Bolehkan aku bertanya lagi?”seru Emilia membuka pembicaraan.
“Katakan”
“Bolehkan aku pergi menemui kak Louis?”tanya Emilia sedikit ragu.
“Bertemu Louis?…kenapa kau ingin bertemu dengannya?..apa ada sesuatu yang penting?”
“Aku ingin menanyakan sesuatu padanya”
“Sesuatu?..kau bisa menanyakannya padaku karena aku tahu segalanya tentang dirinya”
“Tidak bisa..kau tidak akan tahu tentang hal ini”
“Memangnya hal seperti apa yang kau bicarakan?”nada Damian terdengar sedikit kesal.
Emilia melerai pelukannya dan beralih mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas.
Ia menyalakan ponsel itu mencari foto yang dikirimkan oleh Michelle.
“Ini..”Emilia menunjukkan foto itu kepada Damian.
“Apa yang salah dari foto ini?”tanya Damian yang tidak mengerti.
“Hah..tidak ada yang salah..hanya saja pasangan suami istri yang ada bersama kak Louis adalah orang tuaku”
“Lalu?”
“Aaiisss…lalu kenapa kak Louis bisa bersama mereka dan kau lihat mereka terlihat sangat akrab”ucapnya sedikit berteriak karena Damian tak kunjung mengerti.
“Nanti aku akan menanyakannya kepada Louis”jawab Damian santai.
__ADS_1
“Tidak mau..aku ingin menanyakannya langsung”
“Dia tidak akan memberimu jawaban..sekarang pejamkan matamu..besok pagi kau akan tahu jawabannya”tangan Damian terulur untuk menutup mata Emilia dengan salah satu tangannya.
“Jika kau tidak mau menurut..maka selamanya kau akan dilanda rasa penasaran”ancam Damian kala wanitanya berusaha melawan.
“Berjanji lah padaku”Emilia mengacungkan jari kelingkingnya sebagai isyarat agar laki-laki itu memberinya kepastian.
“Aku berjanji”Damian mengaitkan jarinya sebagai tanda ia akan memberi kepastian.
Beberapa menit berlalu,akhirnya wanita itu benar-benar tertidur pulas,terbukti dengan suara dengkuran halus.
“Pergi ke ruanganku sekarang”perintah Damian kepada seseorang melalui sambungan telepon.
Damian harus memastikan wanitanya mendapat posisi yang nyaman sebelum ia melangkah pergi dari ruangan itu karena seseorang telah menunggunya.
Tidak ingin membuang waktu ia segera bergegas pergi ke ruang kerjanya untuk menemui seseorang.
“Selamat malam tuan”sapa Louis yang sudah hadir lebih awal.
Louis mengikuti perintah dari tuannya dengan duduk di atas sofa yang berada di ruangan itu.
“Aku tidak ingin berbasa basi..jawab saja setiap pertanyaanku dengan jujur”
“Apakah kau sudah menemukan mereka?”tanya Damian
Louis terdiam sejenak belum menjawab pertanyaan tuannya.
“Sudah tuan namun bukan mereka melainkan dia dan seseorang yang baru”jawab Louis tegas
“Baiklah..dia menerimamu?”
“Ia tuan..dan dia sudah menjelaskan semuanya”
“Kau bahagia?”
Pertanyaan itu berhasil membuat Louis menatap tuannya.
__ADS_1
“Saya bahagia tuan”jawab Louis sedikit tidak enak hati.
“Baguslah..tapi sayangnya kau egois”
“Egois?”
“Ya kau adalah seorang kakak yang egois..kau sudah menemukan kebahagaianmu tapi kau enggan berbagi dengan kedua adikmu..apa kau begitu haus hingga menghabiskan semua air yang kau dapat tanpa memperdulikan dua orang yang juga kehausan?”
“Maafkan saya tuan..saya masih menunggu moment yang tepat untuk mempertemukan mereka”jawab Louis
“Hah..moment seperti apa yang maksud?…jujur aku tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadimu Louis namun aku harus turun tangan karena semua itu menyangkut wanitaku..kau pasti tahu jika kedua orang itu adalah orang tua Emilia bukan?”mata Damian beralih menatap Louis yang masih berpikir
“Salah satu adikmu pernah melihat kalian bersama bahkan ia mengambil gambar dan menunjukkannya pada wanitaku..kau bukan hanya membuat adikmu penasaran tapi kau juga membuat wanitaku bersedih.,”
“Aku tidak melarangmu untuk berubah menjadi hangat jika bersama orang terdekatmu terlebih mereka adalah orang tuamu..tapi kau jangan lupa dengan apa yang aku katakan sedari dulu,jika kau tersenyum kepada seseorang ketika berada di luar sana maka kau harus bersiap kehilangan seseorang itu karena bisa jadi musuh melihat kelemahanmu ada pada orang itu”jelas Damian panjang lebar
“Maafkan saya tuan karena melupakan semua itu..”Louis menundukkan kepalanya merasa bahwa apa yang dikatakan tuannya memang benar.
“Aku tahu bagaimana rasa bahagia yang kau rasakan saat ini tapi kau cukup menunjukkannya saat berada di ruangan saja..dan aku harap kau bisa meluruskan semua ini secepatnya karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman”ujar Damian lalu berdiri dari posisi duduknya.
“Baik tuan”Louis ikut berdiri lalu menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya.
“Sekali lagi selamat”Damian menepuk pelan bahu Louis sebelum akhirnya ia pergi dari ruangan itu.
Bersambung….
Hai guys🥳
Akhirnya aku kembali nulis lagi setelah berhari-hari badmood☺️,karena aku ngerasa kalian kurang antusias dengan karyaku yang ini.
Jujur sedih sih😢..tapi aku coba refresh selama 3 hari biar mood ku balik lagi..meskipun sekarang belum sepenuhnya mood kU balik.
Tapi kalian tenang aja karena aku pasti akan berusaha untuk terus menghalu,demi mengobati rasa rinduku dengan dua karakter dari karyaku ini😉
Doain aja ya biar aku mood terus nulisnya,agar cerita mereka bisa tetep lanjut.
Terima kasih buat yang selalu support🥰
__ADS_1