
✨Happy Reading✨
Louis terus menggeser mouse yang ia genggam sejak tadi ke kanan dan ke kiri,menekannya secara sembarang dengan mata yang tidak fokus ke arah layar komputer.
Kalimat yang diucapkan sang ayah pagi tadi benar-benar berputar di kepalanya tanpa henti.Dia hampir saja membunuh wanita yang jelas-jelas mempertaruhkan nyawanya demi dirinya.
Ya..Wijaya menceritakan semuanya kepada Louis tanpa tertinggal satu pun.Bahkan setelahnya ia menelpun Emilia hanya untuk meminta maaf karena telah menceritakan semuanya.
Emilia memaklumi itu dan meminta kepada sang ayah untuk tidak memikirkan hal itu,karena emilia sudah mempunyai rencana itu sebelumnya.
“Aarrgghhh….”Louis mengusap wajahnya kasar.
“Bodoh..kenapa hatiku tidak bisa menentukan apapun”kesalnya kala ia mencoba merasakan sesuatu yang dimaksud oleh sang ayah.
Ia berdiri lalu berjalan kesana kemari tanpa alasan yang jelas.
“Sepertinya aku harus bertanya kepada seseorang”dengan cepat Louis menyambar benda kotak yang tergeletak di atas meja dan menghubungi seseorang.
“Hallo kak..”
“Temui aku di restaurant di dekat rumah sakit tempatmu bekerja”perintahnya yang langsung menutup sambungan Telpun tanpa mendengar jawaban dari orang yang ia hubungi.
Dengan langkah seribu,Louis bergegas pergi ketempat yang sudah ia tentukan sebelumnya.Bahkan keramaian jalanan kota tak bisa menghentikan niatnya kali ini.
Tidak butuh waktu lama,Louis sudah sampai di tempat tujuan.Mata elangnya tengah mencari seseorang yang ia hubungi tadi.
“Kak Louis..”dari kejauhan seseorang berteriak sembari melambaikan tangannya.
“Kau ingin memesan sesuatu kak?”Tanya Michael yang sudah tiba sejak tadi.
“Tidak”jawab Louis singkat.
“Lalu untuk apa kau memintaku datang kemari?”tanya Michael yang terlihat kesal.
Louis menoleh ke sisi kiri dan kanan,tentu hal itu membuat Michael bingung.
“Bagaimana caranya kau tahu jika kau menyukai seseorang atau tidak?”tanya Louis to the point kepada sang adik yaitu Michael.
“Ppffftttt..kenapa kakak menanyakan hal seperti itu?..apa kakak sedang..”Michael menutup mulutnya berusaha menahan tawa kala mendengar pertanyaan sang kakak.
“Cepat jawab atau aku akan membekukan ijin praktek mu”ancam Louis saat tawa Michael mulai terdengar
“Aaiisss kakak selalu saja menggunakan kekuasaan..”protes Michael.
__ADS_1
“Dalam hitungan ketiga jika tidak maka…”
“Baiklah..baiklah..dengar…saat kita jatuh cinta kepada seseorang,hal pertama yang kita rasakan adalah jantung kita akan berdetak 2 kali cepat dari biasanya ketika bertemu..”jelas Michael.
“Eekkhhmm…apakah jantung kita akan berdetak kencang jika hanya bertemu saja tanpa ada adegan lainnya yang memicu?”Wajah Louis merona kala menanyakan hal itu.
Michael mengernyitkan dahinya.
“Hahahaha..sepertinya kak Louis bodoh dalam hal ini..akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk mengerjai orang jenius ini”senyum licik terukir jelas di raut wajah seorang Michael.
“Aaaa..tentu saja tidak..kakak tidak akan merasakan hal itu jika hanya bertemu saja..kemari..”Michael memberi isyarat kepada Louis agar mendekat.
Louis mengerti dan langsung mendekatkan telinganya.
“Kakak harus bersentuhan fisik dengannya,dengan kata lain kakak harus mencoba memeluknya atau menciumnya dan pada saat itu reaksi itu akan muncul”bisik Michael
“Uuhhuukkk…uuhhuukkk..”Louis yang mendengar bisikan sang adik langsung tersedak ludah sendiri.
Louis memandang wajah Michael sejenak,lalu Michael menganggukkan kepalanya agar sang kakak yakin.
“Baiklah..akan aku coba”ujar Louis lalu ia berdiri dan bergegas pergi dari tempat itu.
Michael melihat kepergian sang kakak,dan setelah ia tertawa puas karena bisa mengerjai kakaknya.
Mobil yang dikendarai Louis melaju dengan kecepatan penuh menembus jalanan yang tidak begitu ramai.Tanpa menunggu lagi,ia bergegas menuju rumah sakit untuk membuktikan perkataan Michael.
Cciiittt…
Mobil berhenti tepat di basement rumah sakit,ia keluar dengan langkah terburu-buru dan berjalan menuju ruangan Audrey.
Ceklek….
Tiga orang yang berada di ruangan itu seketika menoleh.
“Louis..kau sudah pulang nak?”tanya jesica
Louis mengangguk dengan nafas yang terengah-engah setelah berjalan cepat.
“Jika begitu kami akan pulang”ujar Wijaya
“Nak..karena Louis sudah datang maka kami akan pulang..besok ibu akan datang lagi untuk menemanimu”ujar jesica membelai lembut kepala Audrey
Audrey menganggukkan kepalanya”terima kasih Aunty sudah menemaniku hari ini”ujar Audrey tersenyum ramah.
__ADS_1
“Sama-sama nak..jika begitu kami pamit”
Jesica dan Wijaya melangkah menuju pintu keluar.
“Louis..jaga Audrey dengan baik..daddy dan mommy harus segera pulang”ujar jesica
“Baik mom..terima kasih”
Jesica dan Wijaya sudah pergi dari ruangan itu,kini hanya ada Louis dan Audrey di dalam sana.
Louis terlihat gugup,suara helaan nafas terdengar beberapa kali dan hal itu membuat Audrey bingung.
“Anda pulang lebih awal?”tanya Audrey
Louis tidak menjawab pertanyaan Audrey,ia masih mempersiapkan diri untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Michael.
“Hhmm..apakah anda sudah makan?”tanya Audrey lagi.
Namun kali ini,Louis terlihat melangkah mendekati ranjang Audrey.
“Apa anda…”Audrey menghentikan kalimatnya kala tubuh tegap Louis merengkuh tubuhnya.
Mereka diam untuk beberapa saat,ruangan tiba-tiba sunyi hingga detak jantung keduanya terdengar.
Deg!!deg!!deg!!!
Tubuh Audrey terasa membeku,laki-laki dingin itu memeluknya dengan erat.
“Jantungku…”gumam Audrey dalam hati.
“Tu-tuan…”
Louis melerai pelukannya,namun belum beralih dari wajah Audrey.Ia menatap lekat mata indah itu beberapa saat dan..
Cup..
Audrey kembali membeku kala Louis mendaratkan bibirnya di atas bibir Audrey.
Deg!!deg!!deg!!
Mata Audrey melotot sempurna,ia merasa seperti mimpi.
“Aakkhh jantungku”gumam Louis dalam hati kala merasakan jantungnya berdetak cepat.
__ADS_1
Louis mengangkat bibirnya,ia menatap kembali mata Audrey dan setelah itu ia berlari keluar meninggalkan Audrey yang masih terlihat linglung.
Bersambung….