
✨Happy Reading✨
Albert dan kedua orang tua Emilia sudah keluar dari ruangan tempat penyekapan.Wijaya terlihat sedikit pincang akibat luka cakaran di bagian kakinya sedangkan jesica masih syok dengan apa yang mereka alami.
Tidak lama setelah itu Dion menyusul keluar dari ruangan lain dengan Michelle yang berada di gendongannya dan terakhir Darren yang memapah tubuh lemah Michael.
“Michael..”pekik jesica kala melihat keadaan anaknya yang sudah berlumuran darah.
“Michelle..”panggilnya lagi ketika melihat Michelle berada di gendongan Dion dengan kondisi tak sadarkan diri.
“Ada apa dengan mereka?”tanya jesica dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
Wijaya menghampiri putranya dengan langkah pincang sedangkan jesica menghampiri putrinya dengan
“Sepertinya kita harus membawa mereka ke rumah sakit”seru Dion
“Kau benar..Ayo kita keluar”ujar Darren
“Apakah semuanya baik-baik saja?”tanya Dannis yang baru saja tiba.
“Sepertinya tidak..”jawab Dion
“Dannis bantu aku memapah Michael”pinta Darren yang terlihat kesusahan.
Dengan sigap Dannis menghampiri Darren dan membantunya memapah Michael.
“Dimana Damian?”tanya albert
“Sepertinya dia sedang mencari keberadaan Louis..kau tak perlu mengkhawatirkannya karena dia penguasa Dewi Fortuna”jawab Darren.
Albert mengangguk setuju lalu ia meraih ayah mertuanya dan membantunya untuk berjalan keluar.
__ADS_1
“Ayo kita harus bergegas”ajak Dion
Mereka semua bergegas pergi meninggalkan bangunan untuk membawa Michael dan Michelle kerumah sakit.
Sedangkan di dalam sana,Damian masih dengan posisi awalnya.Tidur terlentang sembari menghela nafas panjang karena ia tak bisa menggerakkan kedua kakinya.
“Sial..bajingan ini membuat tulang kaki kU patah”gerutu Lukas
Dengan bersusah payah ia mencoba untuk duduk sebelum akhirnya mencoba untuk berdiri.
“Aakhhh..”pekik Lukas kala merasakan nyeri karena ia memaksa untuk berdiri.
Percobaan pertamanya gagal karena rasa sakitnya benar-benar tak tertahankan namun di percobaan kedua ia berhasil.
Perlahan ia mengangkat salah satu kakinya dan berjalan dengan menyeret kaki yang satunya lagi.
“Louis..”teriak Lukas
Lukas terus berjalan menyusuri ruangan itu dan ia menemukan sebuah ruangan.
Suasana masih sunyi,tak ada satu pun orang di dalam sana.
“Uuhhuukk…Uuhhuukk..”suara batuk tiba-tiba terdengar dan Lukas bergegas menghampirinya.
“Tidak salah lagi..Louis pasti ada di ruangan itu”Lukas berjalan dengan sekuat tenaga meraih ruangan itu.
Ceklek…
Pintu berhasil terbuka dengan mudah karena memang pintu itu tidak terkunci.
“Louis..”pekik Lukas kala melihat keadaan Louis yang terikat di atas kursi dengan darah di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Samar-samar Louis mendengar suara tuannya,ia mencoba mengangkat kepalanya meskipun terasa berat.
“Tuan..”jawabnya dengan senyum di wajahnya yang penuh luka.
Kedua mata Louis terlihat sayu karena ia sudah kehabisan banyak darah.
“Siapa yang melakukan ini padamu?”tanya Lukas kala dirinya meraih tubuh Louis
“Ap-apakah-tu-an b-baik-ba-ik saja?”tanya Louis dengan suara yang terputus-putus.
“Berhenti mengkhawatirkan kU Louis..lihat dirimu”jawab Lukas sembari mencoba ikatan kaki Louis
Louis kembali tersenyum”Sa-ya bai-k-baik saja tu-an”jawabnya
“Diamlah..aku akan melepaskan ikatan mu”lukas sudah selesai melepaskan ikatan pada kaki Louis
Ia hendak melepas ikatan yang menjerat tangan Louis,namun tiba-tiba gerakannya terhenti karena di belakang kursi tersenyum terdapat bom.
“Sial..bajingan itu memasang perangkap”umpat lukas
Louis kembali mengangkat kepala ketika mendengar kata bom.
“Jangan bergerak..aku akan mencoba menjinakkan bomnya”ujar lukas
Lukas mengambil posisi duduk,selain agar memudahkannya untuk melepas ikatan tangan Louis,ia juga merasakan jika kakinya sudah tak mampu menopang berat tubuhnya.
Bukan hanya nyeri,tapi kali ini ia merasa kakinya sudah mati rada.Namun Damian tak mau membuat Louis merasa khawatir dengan keadaannya,saat ini ia hanya berharap jika ada seseorang datang dan membantunya membawa Louis keluar dari tempat ini.
Tak..tak..tak..tak..tak..
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.Lukas mengangkat pedangnya dan bersiaga jika saja musuh mendekat.
__ADS_1
“Jangan sentuh bomnya”teriak seorang perempuan yang baru saja tiba.
Bersambung…