HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 144


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Pukul 9.00 pagi,mobil mewah milik Damian sudah terparkir di lobby rumah sakit milik Dion.Hari ini Emilia memaksa dirinya untuk melakukan pemeriksaan karena Damian selalu saja mual di pagi hari.


Emilia takut jika sang suami memiliki penyakit serius sehingga ia memutuskan untuk mengajak Damian ke rumah sakit.


“Hhhmm..sejauh ini kau terlihat baik-baik saja..tapi sepertinya istrimu sedang tidak baik-baik saja”ujar Dion setelah melakukan pemeriksaan.


“Istriku?..dia terlihat baik-baik saja”Damian mengernyitkan dahinya begitu pun dengan Emilia yang juga merasa bingung.


“Emilia..apa akhir-akhir ini kau merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu?”tanya Dion beralih menatap Emilia.


“Hhmmm tidak ada..hanya saja aku merasa perutku selalu lapar dan tak pernah kenyang dengan semua makanan yang aku santap”jelas Emilia.


“Ini hanya prediksiku saja..untuk lebih jelasnya aku akan meminta seorang dokter untuk memeriksamu lebih lanjut”ujar Dion.


Dion meraih ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.Tidak butuh waktu lama,seorang dokter cantik datang ke ruangannya.


“Selamat pagi dokter Eliz”sapa Dion


“Selamat pagi dokter Dion”balas dokter Eliz


“Maaf jika menganggu anda pagi-pagi..aku ingin meminta bantuan anda untuk memeriksa sahabat saya”pinta Dion kepada dokter Eliz seorang dokter obgyn yang cukup terkenal di rumah sakitnya.


“Emilia perkenalkan,ini dokter Eliz..dia akan memeriksa keadaanmu nantinya”jelas Dion


Emilia mengangguk setuju”aku Emilia”Emilia mengulurkan tangannya


“Eliz..mari nona ikut saya”ajak dokter Eliz.


Damian juga ikut berdiri kala sang istri melangkah keluar dari ruangan Dion.Namun Dion segera menghentikan langkah laki-laki itu.


“Hey..kau mau kemana?”panggil Dion


“Kemana lagi..tentu saja mengikuti istriku”jawab Damian


“Tidak perlu..biarkan dokter Eliz memeriksanya dengan tenang tanpa melihat ekspresi mencuriganmu itu”ujar Dion


Damian menghentikan langkahnya”apa maksudmu ekspresi mencurigakan?”tanya Damian


“Sudahlah..ikuti saja kata-kataku..kau cukup duduk disini dan tunggu hasil pemeriksaannya..aku yakin kau akan senang mendengar hasilnya”imbuh Dion.


Damian terlihat berpikir,bagaimana bisa Dion berkata jika dirinya akan senang jika mendengar hasil pemeriksaan sang istri.


Namun ia memilih mengikuti kata-kata Dion,ia kembali duduk dan menunggu sang istri.


Sedangkan diruangan lain,dokter Eliz mulai melakukan pemeriksaan.Ia juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada Emilia.

__ADS_1


Wanita itu semakin terlihat bingung,bahkan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.Ia sedikit takut dengan hasil pemeriksaannya.


“Sepertinya dugaan dokter Dion memang tepat”ujar dokter Eliz sembari merapikan peralatan medisnya.


“Maksud anda?”emilia semakin penasaran dengan hasil pemeriksaannya.


“Duduklah nona”dokter Eliz membantu Emilia duduk


“Seperti dugaan dokter Dion..di dalam rahim anda sedang tumbuh buah cinta anda dan suami anda”jelas dokter Eliz


“Buah cinta?..”Emilia terlihat berpikir sejenak.


“Maksud dokter..saya hamil?”tanya Emilia meyakinkan.


“Benar..anda tengah hamil”


Mata Emilia seketika berkaca-kaca,hatinya terasa dipenuhi beribu bunga yang mekar.


“Usia kandungan anda baru menginjak 3 minggu..apakah anda tidak merasakan mual setiap paginya?,,karena biasanya wanita hamil merasakan hal itu sebagai tanda awal”tanya dokter Eliz


“Tidak..saya tidak merasakan mual hanya saja nafsu makan saya meningkat akhir-akhir ini”jawab Emilia


“Berarti anda beruntung nona karena tidak mengalami gejala seperti morning sickness..karena jika anda mengalaminya,anda akan bersahabat dengan kamar anda setiap paginya”imbuh dokter Eliz dengan menyelipkan kalimat candaannya.


Emilia kembali berpikir”tunggu dok..apakah laki-laki bisa mengalami morning sickness?”tanya Emilia


Emilia mengangguk”ya..itu terjadi setiap pagi,dan setelah itu dia akan meminta minuman atau makanan yang tidak pernah ia minum atau makan sebelumnya”jelas Emilia


“Hahaha..sepertinya suami anda yang mengidam nona”ujar dokter Eliz


“Benarkah?..apakah hal itu tidak berpengaruh kepada kesehatannya?”


“Mungkin tidak akan berpengaruh serius..hanya saja tuan Damian akan merasa lemas setiap paginya dan saya akan memberikan resep untuk mengatasi hal itu”dokter Eliz menulis beberapa resep untuk diberikan oleh Emilia.


“Baiklah nona..ini hasil pemeriksaannya dan ini resep untuk anda dan suami anda”dokter Eliz menyerahkan sepucuk kertas


“Baik terima kasih dokter Eliz”Emilia berpamitan dan bergegas pergi dari ruangan itu.


Hatinya benar-benar berbunga-bunga hari ini,ia bergegas menuju ruangan Dion untuk menemui sang suami.


“Bagaimana baby?”tanya Damian ketika sang istri masuk ke dalam ruangan Dion.


“Ayo pulang”ajak Emilia sembari menarik tangan sang suami


“Ada apa?..apa terjadi sesuatu?”tanya Damian bingung.


“Aku ingin pulang”pinta Emilia

__ADS_1


Damian tak membantah,ia mengikuti langkah sang istri yang cukup membuatnya merasa bingung.


Sebelum keluar,Damian melontarkan tatapan tajam ke arah Dion.


“Awas jika terjadi sesuatu yang tidak bagus kepada istriku”


Begitulah kira-kira arti tatapan tajam Damian kepada Dion.


Dion menelan kasar air liurnya,ia sedikit khawatir karena Emilia terlihat tidak senang.


“Apakah dugaan kU salah?,,tapi tidak mungkin”gumam dion.


*****


Mobil yang membawa mereka sudah berhenti tepat di depan mansion.Emilia terlihat turun dengan terburu-buru dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Damian terlihat semakin bingung,namun ia tetap mengikuti langkah sang istri.


“Hey..Hey..ada apa baby?”tanya Damian sembari meraih pinggang sang istri.


Emilia masih diam hingga di detik berikutnya ia tersenyum lebar.


“Sebentar lagi kau akan menjadi daddy”bisik Emilia di telinga Damian.


“Daddy?”tanya Damian bingung


“Yes..daddy”ujar Emilia lagi


Damian masih mencoba mengertikan maksud dari kalimat sang istri.


“Tunggu..maksudmu?..kau??”damian menatap serius ke arah Emilia


Emilia mengangguk dengan cepat,sepertinya suaminya sudah paham arti dari kalimat yang ia ucapkan.


“Kau..kau hamil baby?”tanya Damian sekali lagi


“Ya..junior sudah tumbuh disini”ujar Emilia sembari mengelus pelan perutnya yang masih terlihat rata.


Damian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Oh My god..dia..dia ada disini?”tanya Damian yang ikut mengelus pelan perut rata sang istri.


Emilia menjawab dengan anggukan kecil.


“Terima kasih baby”Damian memeluk erat sang istri,tak lupa ia memberi kecupan singkat di dahi Emilia.


Ia benar-benar merasa bahagia karena sebentar lagi keluarga kecilnya akan terasa lengkap.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2