HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 9


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Kuda yang ditunggangi Emilia mulai memasuki hutan.Dengan gerakan mata yang cepat dan tajam,Emilia telah berhasil menemukan titik pertama yang berada di salah satu pohon besar.


Jari lentiknya mulai manarik busur panah dengan mata mengunci sasaran.Ini bukanlah hal yang begitu sulit bagi Emilia karena dulu ia pernah mengikuti latihan berkuda dan memanah.


Ssttaakkk...


Anak panah pertama miliknya menancap sempurna di titik itu.


“Yes...”serunya ketika bidikan tak meleset


Disisi lain seorang laki-laki menatap tak suka ke arah Emilia.Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa wanita ini bisa melakukan hal semacam ini dengan mudah.ia terlalu menganggap Emilia sebagai perempuan yang hanya bisa berlenggok di atas panggung.


“Tersenyumlah..karena sebentar lagi kau tidak akan bisa tersenyum”dialog Damian


Kini giliran Damian yang membidik sasaran dan melepaskan anak panah itu dari jarinya.


Ssttaakkkk...


Anak panahnya pun tak meleset dari bidikan.


Anak panah demi anak panah telah tertancap di setiap pohon yang sudah diberi tanda.Hingga saat ini mereka masih seri karena keduanya memiliki kemampuan yang sama.Hingga di tengah hutan terdengar suara auman hewan buas.


“Su..suara apa itu?”tanya Emilia pada dirinya sendiri.


Ia mencoba mempercepat laju kudanya agar tak bertemu dengan hewan itu.


Sssttaakkkk...


Satu anak panah lagi berhasil Emilia tancapkan di titik,sehingga ia hanya menyisakan satu anak panah lagi.


“Satu anak panah lagi dan aku akan menyelesaikan ini semua”gumamnya


Dari kejauhan Damian tersenyum melihat semangat Emilia.


“Sepertinya kau sangat bersemangat..tapi aku tak suka melihat hal itu...”gumam Damian


Damian mulai menarik busurnya dan membidik sasaran selanjutnya.Namun sasaran kali ini bukanlah tanda yang berada di pohon melainkan kuda yang sedang di tunggangi oleh Emilia.


Sstttaaakkk...


Anak panah itu menancap sempurna di kaki kuda yang ditunggangi Emilia.


“Perfect”serunya ketika bidikannya mengenai sasaran.


Kuda yang ditunggangi Emilia mulai kehilangan keseimbangan karena terkena anak panah.


“Wwooww...Wwooww..ada apa ini”Emilia terlihat panik karena merasa dalam bahaya.


Benar saja beberapa detik kemudian kuda itu tumbang dengan keadaan berlari cepat sehingga tubuh Emilia jatuh dengan keras.


“Aaaaaaa...”teriaknya ketika tubuhnya berguling di tanah.


Ibarat jatuh tertimpa tangga,tubuhnya sudah jatuh cukup keras sekarang tubuhnya malah terguling ke arah jalan setapak yang miring.


Bbuugghhh...


Setelah berguling beberapa kali,akhirnya tubuh Emilia mendarat di sebuah batang kayu yang sudah mati.

__ADS_1


“Aakkhhhh...”pekiknya ketika bagian lengannya membentur kayu.


Penglihatannya sedikit memudar dengan seluruh tubuh terasa sakit.Luka goresan akibat terkena ranting kayu terasa perih.


“Aakkhhh...ssssss...”ia berusaha mengembalikan kesadarannya agar bisa meminta bantuan.


“To..long...”teriaknya lemah


Dari kejauhan terdengar suara kaki kuda yang mendekat ke arahnya.


“Tolong”teriaknya dengan sekuat tenaga.


Benar saja,suara itu adalah suara kaki kuda yang ditunggangi oleh Damian.


“Tolong aku..”pintanya kepada Damian.


“Maaf aku tak bisa menolongmu karena ini adalah permainan..jika aku menolongmu maka aku akan kalah..jadi berusahalah untuk menyelamatkan dirimu sendiri”ujarnya tanpa rasa iba sedikit pun.


“Aku melupakan sesuatu..kau ingat aku pernah berkata bahwa di hutan ini ada binatang buas?”ucaonya dengan raut wajah dibuat layaknya takut


“Bergegaslah..sebelum mereka menemukanmu”


Setelah mengucapkan kalimat itu,Damian berlalu begitu saja meninggalkan Emilia yang masih tergeletak lemah.


Air mata Emilia menetes begitu saja karena rasa sakit yang ia rasakan pada tubuh dan juga hatinya.


“Bagaimana ia begitu tega meninggalkan seseorang yang sedang terluka seperti ini”gumam Emilia dengan air mata yang terus mengalir.


Ggggrrrrrr...


Suara itu terdengar lagi sehingga membuat Emilia terkejut.


“Tidak..aku harus bangkit..aku tak ingin mati sia-sia menjadi santapan hewan buas..”gumamnya


Dengan sekuat tenaga ia bangun meskipun sekujur tubunnya terasa nyeri.


“Aakkhhh...”


Kini ia merasakan sakit dibagian kakinya,sepertinya kaki Emilia terkilir.


“Sial..”gerutu nya


Namun dengan tekad yang kuat ia terus berjalan meskipun dengan kaki yang pincang.


Emilia sudah hampir sampai di perbatasan hutan dan itu menandakan ia bisa meminta bantuan.Dengan tekad yang kuat ia mempercepat langkah kakinya meskipun harus merasakan sakit yang teramat.


“Lepaskan mereka”ujar Damian dari arah perbatasan hutan.


“Baik tuan”


Sesuai perintahnya,2 ekor singa ia lepaskan ke hutan itu dan berjarak cukup dekat dengan Emilia.


Ggggrrrrrr...


Suara 2 ekor singa itu terdengar mengerikan di telinga Emilia.


“Kenapa mereka terdengar sangat dekat”gumamnya


Karena rasa penasarannya yang cukup tinggi,Emilia menoleh ke arah belakang untuk memastikan sesuatu.

__ADS_1


“Ti..tidak mungkin..mereka ada disini?...ini benar-benar gila”mata Emilia membulat sempurna ketika melihat 2 ekor singa sedang berlari ke arahnya.


Emilia memutuskan untuk berlari,sebisa mungkin menjauh dari 2 ekor singa itu mengabaikan rasa sakit pada pergelangan kakinya.


“Sedikit lagi..sedikit lagi”ujarnya menyemangati diri sendiri.


Rasa sakit di pergelangan kakinya benar-benar menyiksa namun ia tak boleh menyerah karena jika itu terjadi sudah dipastikan ia akan diterkam.


HAP....


Akhirnya ia berhasil menginjakkan kaki nya ke perbatasan hutan dan seketika sebuah pagar besi muncul dari dalam tanah dan menutup hutan itu.


“Hhaahh...hhaahhh....”dengan nafas yang tersengal-sengal ia jatuh tertunduk.


Ada sedikit rasa kecewa pada raut wajah Damian karena rencananya tak berhasil.Ia berharap Emilia mendapat 1 cabikan dari salah satu singa itu namun lihat tak ada satu pun luka cabikan di tubuh Emilia.


“Apa kau baik-baik saja?”tanya Damian yang seakan buta tak melihat keadaan Emilia saat ini.


Emilia mengepalkan tangannya menahan air mata agar tak jatuh saat itu mengingat pesan dari Michelle.


Ia mengangkat kepala menatap lekat ke arah Damian sembari tersenyum.


“Aku baik-baik saja”ucapnya sembari menunjukkan raut wajah gembira.


Namun tepat setelah itu kesadarannya mulai hilang dan tubunnya jatuh terjerembab ke atas tanah.


“Dia bahkan tak berteriak kesakitan meskipun terdapat banyak luka”gumam Damian dalam hati.


“Anda luar biasa nona”gumam Louis dalam hati.


“Hah..ternyata ucapannya tak sesuai”remeh Damian.


“Bawa dia..dan berikan pengobatan yang layak agar dia tak mati dengan cepat”perintahnya kepada Louis


******


Ditempat yang berbeda seorang laki-laki tengah duduk santai di balkon kamarnya ditemani dengan secangkir teh hangat.Ia menekan tombol yang ada dilayar ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


“Hallo baby..”sapa seorang perempuan dari sebrang telepon


“Hey baby..apa kau tidak merindukanku?”tanya nya


“Tentu..aku sangat Merindukanmu”jawab wanita itu


“Jadi kapan kau akan menemuiku?”


“Segera setelah urusanku selesai”


“Baiklah aku akan selalu menunggumu..kabari aku ketika kau akan kesini”


“Tentu”


“I Love you baby”


“I Love you too”


Tut..tut..tut...


“Dan ketika kau datang..rencana kU akan berjalan dengan mulus”dialognya

__ADS_1


Senyuman yang terlihat menakutkan menghiasi wajahnya saat ini.


Bersambung...


__ADS_2