
✨Happy Reading✨
Meskipun misi nya untuk membawa semua camilan itu sudah komplit.Tapi ada masalah baru yang membuatnya mondar mandir sedari tadi.
“Bagaimana caranya aku memasak ramen itu..aku tak mungkin membawanya turun..itu sama saja dengan bunuh diri”ia memijit pelipisnya merasa pusing dengan semua makanan yang ia beli.
Ceklek...
“Selamat malam nona”sapa Michelle
“Aku ada sesuatu untukmu”ujarnya membawa sebuah box sedang berlari menuju ranjang.
“Apa itu?”tanya nya ikut penasaran
Michelle tak menjawab pertanyaan dari Emilia.Dengan terburu-buru ia membuka box itu dan mengeluarkan sebuah benda yang membuat Emilia mengerutkan dahinya
“Ttaaarrraaaa....”Michelle meletakkan benda itu di atas meja
“Benda apa ini?”emilia masih belum mengerti
“Apakah nona sudah tahu cara memasak semua makanan yang nona beli?”michelle balik bertanya
“Belum..dan itu membuatku pusing”jawab Emilia dengan wajah sedih
“Sudah tak perlu merasa sedih dan pusing..aku sudah menemukan caranya”Michelle menepuk pelan bahu Emilia
“Ini dia solusinya...”Michelle menunjuk benda yang ia letakkan di atas meja
“Ini adalah alat untuk merebus semua makanan nona dengan bantuan listrik..bisa di bilang ini noodle maker...nona tinggal menambahkan air lalu sambungkan stop kontaknya ke aliran listrik,tunggu hingga mendidih lalu masukkan ramen ya dan beberapa menit kemudian siap untuk dimakan”jelas Michelle panjang lebar
“Wwaahhh...terima kasih Michelle..kau kembali menyelamatkan dunia percamilanku”ia bersorak gembira sembari melompat ke atas ranjang
“Hey..Hey..tuan sudah tiba di mansion jangan membuat keributan jika tidak ingin ia memeriksa kamar nona..dan lagi aku harus segera turun untuk menyiapkan makan malam”mcihelle berdiri lalu beranjang keluar dari kamar Emilia
“Terima kasih banyak Michelle..aku dan camilanku berhutang banyak padamu”teriaknya diiringi dengan menghilangnya Michelle dari balik pintu.
“Yyeeyy..,kalian terselamatkan kembali para camilanku”ujarnya mengambil satu persatu makanan instan itu.
“Baiklah kita mulai dengan memasak ramen pedas ini”ia mulai memasak sesuai dengan instruksi dari Michelle.
Saking senangnya ia akan memakan semua camilan yang dibeli,Emilia lupa jika pintu kamarnya belum tertutup dengan sempurna.
Bau ramen yang dia masak menyeruak ke Indra penciuman seorang laki-laki yang tak sengaja lewat di depan kamarnya.
“Bau aneh apa ini?”gumam Damian
Ia menyusuri lorong itu sambil mengendus bagaikan anjing pelacak.Damian tak pernah mencium aroma masakan ini sehingga ia sedikit merasa curiga.
__ADS_1
Dahinya mengkerut ketika aroma itu terasa sangat tajam dari arah kamar Emilia.
“Apa yang wanita itu lakukan?...apa dia membuat ulah lagi”gumam Damian
Kaki jenjangnya melangkah menuju kamar Emilia dan suatu kebetulan kamar itu tak ditutup sehingga Damian dengan leluasa masuk kedalam sana.
“Ssssllrruuupp...”suara Emilia memakan ramen yang baru matang
“Hah..ini lezat sekali..ooooo”ia berteriak kegirangan
Damian semakin merasa curiga dengan gerak gerik Emilia,bahkan saking senangnya Emilia tak sadar jika Damian sudah berada di belakangnya.
“Apa yang kau makan?”tanya Damian
“Ramen..ini sangat enak”jawabnya tanpa menoleh ke belakang dan tanpa ia sadari menjawab dengan begitu entengnya.
“Ramen??...dimana kau mendapatkan semua makanan ini?”tanya nya lagi
“Tentu saja aku membelinya,.dari mana lagi”lagi-lagi dia menjawab dengan begitu polosnya
“Ooohh...boleh aku mencobanya”Damian mendekatkan wajahnya ke arah Emilia
“Tentu..aku tidak pelit..aku akan memberikannya padamu...”Emilia menoleh kebelakang dengan sumpit yang sudah terisi ramen
“Ka..kau...Uuhhuukk...uuuhhukkk”seketika ia tersedak mendapati siapa orang yang berada di belakangnya.
“Aa..aku..aku yang membeli semua ini”jawab Emilia gugup
“Apa kau pikir aku bodoh..kau bahkan tak mempunyai uang sepeser pun untuk membeli semua makanan ini”Damian menatap tajam ke arah Emilia
Emilia hanya bisa menundukkan kepala tak tahu harus menjawab seperti apa lagi.Dia begitu ceroboh hingga dengan mudahnya Damian memergoki dirinya.
“Apa kau pikir aku tidak tahu siapa yang membayar semua ini untukmu..jika kau berpikir demikian maka bersiaplah untuk melihat hukuman yang akan orang itu terima karena lancang membawa makanan terlarang ini ke dalam mansionku”jelas Damian membalikkan badannya untuk melangkah keluar
Emilia menjadi sangat panik,ia tak bisa membiarkan Michelle mendapat hukuman karena perbuatannya.Harusnya ia mendengar semua nasihat Michelle bukan malah membuatnya berada dalam masalah seperti ini,
“Jangan..kU mohon jangan menghukumnya”tanpa di duga Emilia memeluk Damian dari belakang untuk menahan langkahnya.
Deg..deg..deg...
Jantung Damian berdetak kencang,merasakan pelukan Emilia yang begitu erat.
“Sepertinya jantungku mulai bermasalah lagi”gumamnya dalam hati.
“Ku mohon jangan menghukumnya..aku yang meminta semua ini darinya..aku yang memaksanya..”celoteh Emilia
“Kau boleh menembakku,memanahku,atau apapun itu terserah padamu..tapi kU mohon jangan lakukan itu padanya...”nada bicaranya terdengar seperti orang yang sedang menangis.
__ADS_1
Tubuh Damian terasa panas dengan jantung yang berdetak tak karuan.Ia sendiri bingung apa yang sedang terjadi pada dirinya.
“Rasa ini..rasa ini muncul ketika aku bersama dengan Audrey dulu....tidak..tidak ini berbeda”gumamnya dalam hati
“Eeekkhheemm”Damian mencoba menyadarkan Emilia agar dia melepas pelukannya
“Aakkhh..maaf”Emilia sadar dan langsung melepas pelukannya
“Ku mohon jangan hukum dia”kali ini ia bersujud di depan Damian sembari memegang kaki Damian
“Hhuuffttt,,baiklah aku ampuni..tapi kau harus membuang semua makanan itu sekarang juga”perintah Damian
“Membuangnya?..apa dia gila..dia tak tahu bagaimana perjuanganku membawa semua makanan ini masuk meskipun pada akhirnya ketahuan..tapi tetap saja ini tidak adil”gerutunya dalam hati
“Apa kau tuli?”ucap Damian penuh penekanan
“Ijinkan aku memakan beberapa dari mereka setelah itu aku akan membuang sisanya”Emilia mencoba menawar
“Tidak..ini adalah mansionku..dan peraturan sudah jelas..tidak boleh ada makanan asing masuk kesini tanpa ijin dari ku”tolak Damian tegas
“Ku mohon..kau tahu ini adalah impianku selama ini..aku ingin memakan semua ini karena dulu aku tak bisa memakannya..”Emilia masih mencoba menawar kali ini dengan raut wajah memelas
Damian nampak berpikir sejenak,dengan Emilia yang menatapnya seperti seorang anak kecil yang memohon untuk dibelikan permen.
“Baiklah..kau boleh menyimpan beberapa makanan yang kau suka..”Damian menjeda kalimatnya
“Benarkah.,terima kasih”seru Emilia
“Tapi dengan syarat..mulai hari ini kau harus mengikut semua perintahku”Damian menyeringai setelah mengucapkan kalimat terakhirnya
Gglleekkk...
Emilia menelan ludahnya kasar melihat tatapan tajam dan seringai di wajah Damian.
“Bagaimana apa kau tertarik?”Tanya Damian
“Apa boleh buat...Demi Michelle dan juga camilanku”gumamnya dalam hati
“Baik aku setuju”ucapnya pasrah
Setelah membuat perjanjian,Damian keluar dari ruangan itu dengan senyum mengembang.Entah apa yang membuatnya senang,hanya dia yang tahu.
Bersambung...
Jangan bully Emilia ya gaes...
maklum dia dulunya model jadi ngeliat mie instan jadi lupa diri,sama kayak author😜
__ADS_1
Ayo siapa yang suka nyumpahin Damian bucin...🤭