HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 48


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Pagi ini terasa sedikit berbeda bagi Emilia,jika sebelumnya ia memulai pagi dengan lesu karena hari-harinya yang tak begitu menyenangkan,namun kali ini ia bisa bangun pagi dengan begitu bersemangat.


Ketika membuka mata,ia sudah disuguhkan dengan wajah tampan nan teduh seorang Damian.Selimut tebal masih menggulung dua sejoli yang saling memeluk erat.Senyum mengembang seakan tak bisa pudar dari wajah cantik Emilia.


“Bahkan saat kau tidur..aku masih jatuh cinta padamu”gumam Emilia dalam hati sembari mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Damian.


Ia mengelus lembut pipi laki-laki yang terlihat mulus bak seorang artis.


“Jangan memandangku seperti itu..dan jangan salahkan aku jika lepas kendali”ujar Damian yang masih setia menutup mata menikmati sentuhan lembut Emilia.


Cup...


“Morning kiss”ujar Damian setelah mendaratkan kecupan manis di bibir Emilia.


Awalnya Emilia terkejut dan hendak menurunkan tangannya,namun dengan cepat Damian menangkap tangan itu dan meletakkannya di atas dada Damian.


“Kau tahu..kau bisa membunuhku jika terus menyentuhku seperti itu..tapi wajahku seakan candu dengan sentuhan itu”Damian membuka matanya menatap intens ke arah wanita yang sedang malu.


“Mana morning kiss untukku?”damian semakin mendekatkan wajahnya sehingga Emilia bisa merasakan terpaan nafas Damian.


“Aa..apa?..mor-ning kiss?”ujar nya sedikit gugup


Entah mengapa setelah kejadian kemarin malam,Emilia menjadi sangat pemalu.Terlebih lagi sikap Damian yang semakin lembut membuat jantungnya terus berdegup kencang.


“Ya..morning kiss untukku..bukankah aku sudah memberikannya padamu tadi..jadi sekarang giliranku”celoteh Damian


Emilia tersenyum sejenak mendengar kalimat panjang dari seorang psikopat yang pernah menatapnya dengan sangat mengerikan.


Ia benar-benar tak menyangka bisa mendengar kalimat-kalimat lembut dan romantis dari seseorang yang tak suka banyak bicara.


Cuppp...


Dengan senang hati Emilia mencium bibir Damian seperti permintaan laki-laki itu.


Namun bukan Damian namanya jika tak puas jika hanya mendapat imbalan setimpal.Tak ingin melewatkan kesempatan,ia pegang tengkuk Emilia dengan salah satu tangannya agar bisa menyesap bibir tipis yang membuatnya candu itu semakin dalam.

__ADS_1


Beberapa detik berlalu,Damian masih enggan melepas ciumannya meskipun Emilia sudah menepuk pelan dada bidangnya.


“Kenapa kau tidak bernafas”omelnya saat ia terpaksa melepas ciumannya karena Emilia hampir kehabisan nafas.


“Hah..Hah..Hah..kau tak memberiku aba-aba”kilahnya dengan wajah yang sedikit kesal.


“Maaf aku tidak bisa menahan diriku karena bibirmu seperti obat yang membuatku kecanduan”Damian tersenyum dengan tangan yang mengelus lembut pipi Emilia.


Wajah Emilia semakin merah merona mendengar pengakuan frontal Damian,ia menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang milik Damian.


“Apa kau sangat suka bersembunyi disana?”tanya Damian


Emilia mengangguk pelan dan semakin masuk kedalam pelukan Damian bak kelinci yang mencari sarangnya.


“Aaakkhhh...”Damian berteriak kala merasakan gigitan Emilia di bagian dadanya.


“Hentikan..kenapa menggigitku?”pekik Damian


“Kau menyebalkan...jika kau masih menggodaku,maka aku akan terus menggigitnya”samar-sama suara terdengar karena masih menempel di dada Damian


Damian tidak marah sedikitpun karena hal itu,ia justru tersenyum karena wanitanya terlihat begitu menggemaskan.


Namun gerakannya kalah cepat dengan gerakan Emilia.Wanita itu bangun lebih dulu,ia naik ke atas tubuh Damian dan duduk di atas perut Damian dengan kedua tangan mencekal erat tangan Damian,


“Aku sudah bisa membaca gerakanmu tuan psikopat”ujarnya menyombongkan diri,tidak sadar jika posisinya saat ini membuat lelaki yang berada di bawahnya tersenyum penuh makna.


“Waahh...apa kau sedang menyanderaku saat ini?”


“Tidak..aku tidak menyanderamu..tapi aku akan memberimu pelajaran”Emilia menundukkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya di atas dada Damian.


Gigitan-gigitan kecil ia berikan di dada bidang Damian hingga menyisakan bekas memerah dengan bekas gigi di atasnya.


“Aakkhh...hentikan..kau menggigitnya dengan keras”teriak Damian kala Emilia benar-benar menancapkan giginya.


Ceklek....


Pintu tiba-tiba terbuka dan seseorang masuk tanpa meminta ijin terlebih dahulu karena mendengar teriakan Damian.

__ADS_1


“Tuan apa anda baik-baik sa.......”Louis masuk dengan wajah penuh ke khawatirkan namun di detik berikutnya ia menghentikan kalimatnya kala melihat pemandangan di depan matanya


“Ja...”bahkan ia tak sadar jika menyambung kembali kalimatnya.


Sontak Emilia dan Damian melihat ke arah sumber suara karena mereka juga sedikit terkejut.


“Selamat pagi Louis”sapa Damian yang masih berada di bawah Emilia.


“Pa..pagi tuan”jawabnya dengan wajah yang menunduk.


“Tenanglah..aku baik-baik saja..sebentar lagi-lagi akan turun,aku harus menjinakkan singa betina terlebih dahulu..”ujarnya dengan santai


Emilia masih terdiam namun tenaganya sedikit melemah karena malu dipergoki oleh sekretaris Damian.


“Baik tuan..saya permisi”Louis menundukkan kepala lalu keluar dari kamar itu.


“Apakah itu benar Emilia yang kU kenal”gumamnya yang tak percaya dengan apa yang dia lihat


“Dia sedikit liar”imbuhnya lalu memilih pergi ke lantai dasar.


Sedangkan di kamar,Damian memanfaatkan kesempatan dengan membalikkan posisinya saat Emilia mulai melemah.


“Aaawww....”pekik Emilia


“Bersiaplah menerima pembalasanku”senyum yang ditampilkan Damian membuat Emilia menelan ludahnya kasar.


“Tu..tunggu..tunggu..lebih baik kau bersiap karena kak Louis sudah menunggumu”Emilia mencoba mencari cara agar bisa terlepas.


“Louis tidak akan marah jika menunggumu lebih lama lagi”Bantah Damian


“Ta..tapi kasian dia jik...mmmmm”Damian membungkam bibir Emilia dengan sebuah ciuman.


Salah satu tangannya mencekal kedua tangan Emilia lalu membawanya ke atas kepala Emilia.


Ciuman bibir Damian mulai terasa sedikit liar,hingga tak bisa dihindarkan kejadian kemarin malam terulang lagi.


Namun Damian tetap menahan diri agar tak melakukan sesuatu yang lebih kepada Emilia.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2