HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 134


__ADS_3

✨Happy Reading✨


“Apa kau yakin bisa mempersatukan mereka berdua dengan cara seperti ini?”tanya Emilia yang sedang menikmati makan siangnya bersama Damian


Damian hanya mengangguk,tak mengucapkan sepatah kata pun.


“Bagaimana kalau kak Louis yang menggagalkan semuanya,dia kan hampir sama seperti mu..gengsi dan kaku”cibir Emilia tidak sadar.


Mata Damian langsung menyorot tajam ke arah Emilia”apa maksudmu berkata seperti itu?”tanya Damian sensi.


Emilia langsung memutar bola matanya mencoba mencari cara agar suaminya tak marah”ah itu..maksudku..kak Louis itu kan tipe yang tidak peka..apakah kau yakin dia akan berhasil”kilah Emilia


“Hhmm..aku tidak tahu..yang jelas aku sudah memberi mereka kesempatan..jika gagal..itu bukan salahku dan kau harus berhenti memikirkan mereka karena mulai hari ini dan 6 hari kedepan kita akan menikmati waktu berdua saja”jelas Damian panjang lebar


“Maaf..baiklah kita akan menikmati waktu berdua..jadi kemana kita akan pergi?”tanya Emilia antusias.


“Semua itu rahasia..aku ingin memberi kejutan untukmu”jawab Damian dengan senyum penuh rahasia


“Ouuhh..aku sangat tidak sabar”mata Emilia nampak berbinar saat ini.


“Jika begitu segera habiskan makananmu karena kita akan segera berangkat”seru Damian


Emilia mengangguk dan langsung bergegas menghabiskan makanan yang ada di atas piringnya.


***


Kembali lagi ke perusahaan.


Audrey tengah berkutat menyelesaikan semua berkas yang diberikan oleh Louis.Bahkan saking fokusnya,ia sampai lupa meminum air putih yang diambil pagi tadi.


Ia sudah berjanji kepada Herry akan makan siang bersama jadi dengan bersusah payah ia menyelesaikan semuanya sebelum jam makan siang.


Louis tak henti-hentinya melirik wanita cantik itu,entah kenapa setiap menitnya wajah Audrey terlihat semakin cantik di matanya.


“Sial..kenapa wajahnya terlihat semakin cantik”gumam Louis dalam hati dengan tidak sadar


“Tidak..tidak..dia tidak boleh bertemu dengan laki-laki manapun”tambahnya


Tidak hanya memperhatikan wajah Audrey,Louis juga harus memastikan jika dokumen yang dikerjakan Audrey tidak boleh habis.


“Sial..kenapa dia begitu cepat”gerutunya


Dengan sigap ia meriah beebrapa berkas lagi dan meletakkannya di meja Audrey.

__ADS_1


“Apakah kau keberatan dengan tugas yang aku berikan?”tanya Louis ketika mata Audrey menatapnya dengan tatapan tidak percaya


“Tidak tuan tapi..”Audrey menggantung kalimatnya


“Tapi apa?..kau tidak bisa mengerjakan semua ini?..jika begitu lebih baik kau tidur saja dirumah”ujar Louis ketus


Audrey menghembuskan nafasnya kasar,ia sama sekali tidak keberatan jika harus mengerjakan semua berkas itu.Tapi ia sudah berjanji untuk makan siang bersama dengan Herry,dan sekarang ia merasa bersalah karena harus mengingkari janjinya.


Audrey meraih ponselnya yang berada tepat di samping komputernya.Ia terlihat mengetik sesuatu dan setelah itu meletakkannya kembali.


Ia mengirim pesan kepada Herry,meminta maaf karena tak bisa makan siang bersamanya.Tentunya Herry memaklumi itu dan meminta Audrey untuk tetap fokus.


“Hhmm..aku ingin memesan makanan..apa kau mau aku pesankan juga?”tanya Louis


“Tidak tuan”jawab Audrey singkat


Entah mengapa ia tak merasakan lapar sedikit pun saat ini.Yang ada hanya rasa kesal dan mata yang mulai lelah.


Louis menggidikkan bahunya dan memesan makanan untuk dirinya sendiri.Bahkan ia memakan semua itu sendiri tanpa menawarkan kepada Audrey.


Jam terus berputar dengan cepatnya,sedangkan Audrey masih tetap fokus mengerjakan tugasnya yang tak kunjung habis.


Satu persatu karyawan mulai meninggalkan perusahaan karena waktu telah menunjukkan jam pulang.Awalnya Herry ingin menunggu Audrey,namun lagi-lagi Audrey memintanya untuk pulang lebih awal karena dirinya belum juga selesai.


Audrey masih masih sibuk membulak-balikkan helai demi helai kertas.Tanpa ia sadari,tubuhnya mulai bereaksi karena melupakan minum dan juga makan sedari tadi pagi.


Ruangan itu berputar dan tubuhnya seperti mati rasa saat ini.Ia mulai panik,keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajahnya.


Dengan bersusah payah,Audrey mencoba bangun dan ingin meminta tolong kepada Louis.


“Tuan..”panggilnya lirih dan dengan bersusah payah.


“Ada apa?”Jawab Louis tanpa menoleh ke arah Audrey


“Aku…”


Bbbrrraakk!!


Tubuh Audrey tumbang dan luruh begitu saja ke atas lantai.Bahkan dahinya membentur meja sehingga meninggalkan luka robek disana.


Louis yang mendengar suara terjatuh langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia mengetahui Audrey sudah tergeletak di atas lantai.


“Audrey..”pekiknya

__ADS_1


Ia langsung bergegas menghampiri Audrey dan mengangkat tubuh lemah itu.


“Hey bangunlah..apa yang terjadi”tanya Louis dengan wajah panik.


Ia masih belum sadar jika Audrey tidak makan dan minum selama sehari penuh.


Dengan langkah terburu-buru ia berlari menuju lift dengan tubuh Audrey di dalam gendongannya.


Tidak ada satu orang pun disana karena semua karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing.Beruntung di lantai dasar masih ada security yang berjaga sehingga ia bisa meminta tolong.


Louis meletakkan tubuh Audrey dengan berhati-hati setelah ia segera naik ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumah sakit.


Selama perjalanan wajahnya terlihat panik,bahkan ia mengumpat kesal karena terkena macet di beberapa titik.


Ccciitttt!!!


Mobil berhenti tepat diloby rumah sakit milik Dion.Dengan terburu-buru ia mengangkat Audrey dan membawanya ke ruang gawat darurat.


“Apa yang terjadi?”tanya Dion yang kebetulan lewat dan melihat Louis menggendong Audrey


“Saya tidak tahu tuan..dia tiba-tiba pingsan”jawab Louis masih dengan wajah panik.


Dokter yang bertugas disana masih mengecek keadaan Audrey,bahkan selang infus sudah tertancap di lengan wanita itu.


“Apa kau tahu dia mengkonsumsi makanan apa hari ini atau minuman?”tanya Dion


Ketika Dion menanyakan hal itu,Louis langsung tersadar.


“Sial..”umpatnya


“Dia tidak minum dan juga makan apapun hari ini”Louis mengusap wajahnya kasar


Dion yang mendengar jawaban Louis langsung tercengang.


“Selamat malam dokter Dion..”sapa dokter yang menangani Audrey


“Bagaimana keadaannya?”tanya Dion


“Pasien mengalami dehidrasi berat dan juga sepertinya nona ini tidak menyantap apapun sejak pagi sehingga memicu asam lambung..dan juga sepertinya nona ini..”sang dokter menghentikan kalimatnya kala Dion memberi isyarat cukup.


Dion tahu apa yang ingin disampaikan oleh sang dokter sehingga ia memilih untuk menghentikannya.


“Hah..bawa dia ke ruang rawat inap”perintah Dion

__ADS_1


Louis semakin merasa bersalah saat ini,entah mengapa ia menjadi seseorang yang egois dan hampir membunuh Audrey


Bersambung…


__ADS_2