
✨Happy Reading✨
Setelah acara mandi bersama dan makan malam selesai,Damian dan Emilia memutuskan untuk langsung beristirahat di dalam kamar.
Damian menggandeng tangan Emilia dengan begitu posesifnya seakan tak membiarkan wanitanya jauh walau hanya sejengkal saja.
“Baiklah..saatnya untuk beristirahat”ujar Emilia ketika mereka sudah sampai di dalam kamar.
Emilia mendaratkan bokongnya di sisi ranjang sembari menata bantal yang akan menjadi alas kepalanya.
“Tunggu disini”ujar Damia lalu berjalan ke arah meja yang terletak di sudut kamar dan membuka laci dari meja itu.
Emilia sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Damian.Hingga matanya melihat Damian tengah mengeluarkan sebuah botol kecil berisikan pil di dalamnya.
“Tunggu..obat apa itu?”tanya Emilia yang kini berjalan menghampiri Damian.
“Obat tidur”jawab singkat Damian yang telah bersiap memasukkan obat itu kedalam mulutnya.
Namun gerakan tangannya tertahan karena Emilia telah menahan lengannya.
“Jangan minum obat ini lagi”pinta Emilia
“Tidak bisa..aku tidak ingin mimpi buruk itu datang lagi..aku ingin tidur dengan tenang tanpa harus terbangun di tengah malam”jelas Damian membalas tatapan mata Emilia
“Ada aku..aku akan selalu berada disismu dan kau tidak perlu takut jika mimpi buruk itu datang karena akulah yang akan melawannya”ujar Emilia menyelipkan sedikit candaan di kalimat yang ia ucapkan.
“Aku takut..aku takut jika mimpi itu datang kembali”Damian menundukkan kepala.
“Kau takut?..apa aku tidak salah dengar?”ejek Emilia
“Kau tidak tahu isi dari mimpi buruk itu..”cicit Damian
“Jika begitu ceritakan padaku isi dari mimpimu itu”Emilia menarik tangan Damian dan membawanya ke atas ranjang.
“Sekarang ceritakan”kini posisi mereka tengah berhadap-hadapan.
“Hah..apakah harus?”damian menghela nafasnya sejenak lalu beralih menatap Emilia
“Harus..mungkin dengan menceritakannya bisa membuat mimpi itu tak muncul lagi”jawab Emilia sembari menggenggam erat tangan laki-laki Dihadapannya.
__ADS_1
Damian mengangguk perlahan lalu kembali menatap wanita yang tengah tersenyum hangat kepadanya.
“Mimpi ini bukan hanya sekedar sebuah mimpi buruk yang dianggap orang sebagai bunga tidur..mimpi buruk yang aku alami selama ini adalah kenyataan pahit semasa kecilku..”Damian menjeda kalimat berusaha tetap tenang sembari mengingat kejadian 20 tahun lalu.
“Saat aku berumur 10 tahun,semua berjalan dengan semestinya.Mempunyai orang tua yang lengkap,tak pernah kekurangan apapun,bahkan aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau..hingga hari dimana Tuhan mengambil kebahagiaanku tiba..aku yang waktu itu merengek meminta mommy untuk mengantarku ke tempat daddy menjadi penyebab dari semua kejadian itu...mommy mengendarai mobilnya sendiri dengan aku yang berada di kursi penumpang...awalnya tidak ada masalah hingga di menit berikutnya mobil yang dikendarai mommy tak terkendali karena salah satu ban mobilnya pecah..”kembali Damian menarik nafasnya panjang sebelum melanjutkan ceritanya.
Emilia masih diam mendengar semua cerita Damian tanpa menyela sedikitpun.
“Aku tahu sesuatu yang buruk pasti akan terjadi setelah itu..namun mommy tetap tersenyum padaku dan mengatakan “tenang..mommy bisa mengatasi ini”...hiks..”akhirnya pertahanan Damian runtuh,isakan kecil mulai terdengar dengan air mata mengalir begitu saja.
“Aku hanya bisa mengangguk..hingga mobil yang membawa kita benar-benar menabrak pembatas jalan..di saat seperti itu mommy masih memikirkan keselamatanku..ia berdiri di hadapanku menghalangi ratusan pecahan kaca yang siap menerjangku..salah satu tangannya menutup rapat kedua mataku..karena keterkejutanku aku bahkan tidak menyadari jika mobil kami jatuh ke dalam laut...”
“Air laut mulai masuk ke dalam mobil kami..dan lagi mommy mencoba mengeluarkan ku di detik-detik terakhir ia menutup matanya..aku berusaha berenang ke atas meninggalkan mommy yang aku kira akan ikut dibelakangku..namun naas aku kehilangan kesadaranku hingga ketika aku bangun aku sudah berada di sebuah ruangan dengan infus yang menempel di lengan dan tidak mengingat apapun..”
“Saat aku membuka mata..aku melihat daddy sedang terduduk di sofa..aku mencoba memanggilnya untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya”
#FLASHBACK ON
“Daddy..”lirih Damian kecil
Vernandez mengangkat kepalanya menatap sang putra dengan tajam.
“Daddy kenapa aku disini?”tanya Damian
Vernandez masih diam dan dia mencoba untuk berdiri menghampiri sang putra.
“Kau tidak mengingat apapun?”satu pertanyaan yang membuat Damian bingung lolos dari bibir Vernandez
“Apa dad?...mengingat apa?”tanya bocah laki-laki itu
“Sifat manja dan keras kepalamu yang membuat istriku pergi meninggalkanku”kalimat Vernandez masih terdengar ambigu di telinga Damian.
“Mommy pergi?”damian mengernyitkan dahinya sembari mengingat-ingat kejadian sebelumnya.
Deg...
Kejadian malam itu akhirnya terlintas di kepala Damian,air matanya lolos begitu saja mengingat usaha sang ibu berusaha menyelamatkannya.
“Mo-mmy..dad mommy dad”Damian kecil mulai menangis menatap nanar ke arah sang ayah.
__ADS_1
“Ini semua terjadi karena mu Damian..istriku pergi karena mu..andai saja kau tidak keras kepala dan menurut kepada mommy mu ini semua tidak akan terjadi”teriak Vernandez kepada sang putra.
Sebelumnya pengawal sudah menceritakan kepada Vernandez bagaimana kejadian itu bisa terjadi,Damian kecil terus merengek kepada ibunya untuk mengantarnya bertemu sang ayah.Bahkan ia harus mogok makan agar sang ibu bisa mengikuti kemauannya.
“Maaf dad..”kata itu lolos begitu saja ditengah isakan kecilnya.
Vernandez memilih keluar dari ruangan itu karena tak ingin larut dengan kesedihannya jika terus berada di hadapan putranya,entah mengapa setiap melihat sang putra bayangan kematian sang istri melintas begitu saja.
#FLASBACK OFF
“Hhiks..akulah penyebab kematian mommy”Damian menundukkan kepalanya dengan tubuh bergetar hebat menahan rasa sakit karena di benci oleh sang ayah.
Emilia ikut meneteskan air mata mendengar bagaimana kisah pilu laki-laki yang ada di hadapannya.
Untuk pertama kali seorang yang terlihat kuat di depannya,saat ini menangis dengan deraian air mata.
“Ini bukan salahmu..ini semua adalah takdir”Emilia meraih tubuh rapuh itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
“Tidak..ini salahku..akulah yang menyebabkan mommy meninggal dan daddy pantas untuk membenciku.,”ujarnya di tengah-tengah tangisannya.
Emilia mencoba menahan tangisnya agar bisa menjadi sandaran untuk laki-laki yang sedang rapuh itu.Ia menepuk pelan punggung Damian agar laki-laki itu bisa kembali tenang.
“Percayalah padaku..daddy tidak membencimu..dia hanya belum iklas dengan kepergian mommy..biarkan dia menenangkan diri hingga ia bisa iklas nantinya”
“Jika dia tidak membenci kenapa dia membiarkan ku hidup hanya dengan ditemani 3 bersaudara dan para pelayan dibawah sana”
“Aku sudah katakan..daddy hanya belum iklas dengan kepergian mommy mu..”
Emilia masih setia menepuk punggung Damian dengan sesekali mengelus rambutnya sayang.
“Menangislah dan setelah itu tidur”kalimat yang ia ucapkan terasa menghipnotis Damian.
Setelah beberapa menit menangis tanpa disadari Damian benar-benar tertidur bagaikan anak kecil.
Emilia tersenyum ketika menyadari laki-lakinya sudah tertidur di dalam pelukannya.Perlahan ia mencari posisi agar bisa berbaring.
Dan ketika sudah mendapat posisi yang pas,Emilia kembali membawa Damian ke dalam pelukannya,menggunakan salah satu tangannya sebagai alas kepala untuk Damian.
Tak lupa ia mengecup dahi Damian,sembari mengelus pelan pipi laki-laki itu.
__ADS_1
“Aku tahu alasanmu menjadi seorang monster bagi orang lain..masa lalu mu yang kelam membuatmu menjadi seseorang yang kejam..namun kau tidak perlu khawatir lagi karena aku akan selalu ada disisi mu”gumam Emilia dan setelahnya ia ikut memejamkan mata untuk beristirahat.
Bersambung....