HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 47


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Damian meletakkan tubuh mungil wanita yang berada di dalam gendongannya dengan perlahan ke atas ranjang.Semakin hari perubahan yang terjadi diantara mereka semakin terlihat jelas,tatapan kebencian yang terpancar di mata Damian seketika hilang dan digantikan dengan tatapan penuh cinta.


Emilia menenggelamkan wajahnya yang merah merona di dada bidang Damian menahan rasa malu karena ditatap terus menerus oleh lelaki yang sudah mengisi penuh hatinya.


“Kau ingin sesuatu?”tanya Damian yang berjongkok dihadapan Emilia.


Emilia hanya mampu menggelengkan kepalanya perlahan,ia terus tertunduk menghindari tatapan teduh Damian.


“Hey..lihat aku..kenapa kau terus menundukkan kepala”Damian meraih dagu Emilia agar berhenti menundukkan kepala.


“Apa kau sakit?...kenapa wajahmu merah seperti ini”goda Damian


“Menyebalkan..jangan menggoda terus”ujar Emilia berdecak kesal karena Damian tak henti menggodanya.


“Jadi katakan apa kau butuh sesuatu?”


“Tidak..aku tidak butuh apa-apa”Emilia membalas tatapan matanya Damian agar ia percaya jika Emilia memang tidak membutuhkan apapun.


“Baiklah..diam disini..aku akan mandi terlebih dahulu”Emilia menganggukkan kepalanya.


Bagaikan seorang anak kecil yang penurut,Emilia hanya diam mematung seperti perintah Damian.


Namun di detik berikutnya,Emilia dibuat menganga melihat pemandangan indah yang sangat di sukai kaum hawa.Tanpa rasa berdosa sedikitpun,Damian melepas baju yang menutupi maha karya didalamnya,sehingga terlihatlah 6 potong roti sobek yang mampu membuat air liur Emilia ingin menetes.


“Psikopat ini benar-benar akan membunuhku secara perlahan karena membuatku spot jantung”gerutu Emilia


“Ah aku lupa bertanya...apa kau sudah mandi?”damian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Emilia.


“Eekkhhmm..Iya..apa?..mandi?...itu aku sudah mandi”Emilia tiba-tiba menjadi tidak fokus karena pemandangan di depan matanya.


“Oohh ternyata sudah mandi..padahal aku ingin mandi bersama malam ini”ucap Damian santai


“Apa mandi bersama?”Tanya Emilia spontan


“Iya mandi bersama..apa kau mau mandi bersama malam ini?”damian kembali mengucapkan kata itu.


“Psikopat sialan..dia mengerjaiku”gerutunya dalam hati kala melihat senyum mengejek Damian


“Dasar psikopat mesum”teriak Emilia kala Damian tidak bisa menyembunyikan tawanya melihat ekspresi terkejut seorang Emilia.


“Hahaha..ada apa dengan wajahmu?...apa kau sangat ingin mandi bersamaku malam ini?”tawa Damian kembali pecah karena berhasil membuat Emilia kesal.


“Pergi kau..dasar psikopat mesum..”teriaknya sembari melempar bantal ke arah Damian.


Damian berlari ke arah kamar mandi dengan tawa yang masih menggelegar untuk menghindari lemparan bantal dari Emilia.

__ADS_1


“Ooohh tidak mataku ternodai..dan jantungku akan bermasalah jika terus seperti ini”ujarnya sembari menyembunyikan wajah di atas bantal.


Beberapa menit telah berlalu,suara gemericik air sudah tidak terdengar dari arah kamar mandi dan itu artinya Damian telah menyelesaikan kegiatannya.


Emilia masih setia menunggu sambil menonton televisi berukuran besar.


Ceklek...


Pintu kamar mandi telah terbuka dan entah mengapa hal itu membuat Emilia merasa penasaran.


Seseorang yang ditunggu akhirnya keluar,Sebuah handuk kecil berwarna putih melilit sempurna di pinggang Damian.Emilia kembali dibuat tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Damian.Perut kotak-kotak,kulit mulus,dan rambut basah dengan air yang masih menetes semakin menbuat Damian terlihat seksi dimata Emilia


“Yyayy..ke..kenapa kau tidak memakai baju”teriak Emilia sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Damian mengernyitkan dahinya ketika mendengar teriakan Emilia.


“Kenapa harus memakai baju?..ini kamarku dan aku biasa seperti ini”ujarnya santai tanpa memikirkan keadaan Emilia saat ini.


“Aku bukannya tidak ingin melihat pemandangan ini..tapi aku takut jika lepas kontrol”gerutu Emilia dalam hati.


“Kemarilah..bantu aku mengeringkan rambutku”perintahnya sembari mendaratkan bokongnya di atas kursi.


“Tidak mau..kau keringkan saja sendiri”tolaknya dengan tangan masih menutup wajah.


“Jangan membantah atau aku sendiri yang akan menjemputmu kesana...dan jika itu sampai terjadi jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih”ancam Damian sembari menekankan setiap kalimatnya.


Dengan menghela nafas sejenak ia turun dari ranjang lalu menghampiri Damian sembari mengambil handuk yang berada tak jauh darinya.


Handuk itu sudah mendarat di rambut basah Damian.Gosokan perlahan ia rasakan kala tangan Emilia begitu telaten mengeringkan rambutnya.


Namun sebuah ide jahil terlintas di benak Damian,merasa ia tak pernah merasa puas mengerjai wanita yang membuat jantungnya selalu berdegup kencang.


Tiba-tiba Damian memutar tubuhnya menghadap ke arah Emilia,ia menggenggam tangan Emilia lalu mendongak agar ia bisa menatap wanita itu.


“Aa..aada apa?”tanya Emilia yang mulai gugup


“Apa jantungmu juga berdetak seperti ini?”damian menarik tangan Emilia dan meletakkannya di atas dada bidangnya yang bertelanjang bulat.


Namun siapa sangka,sentuhan tangan lembut Emilia membuat gairahnya timbul.Niat hati hanya ingin mengerjai Emilia tapi saat ini ia masuk kedalam permainannya sendiri.


Emilia masih terdiam,bahkan ketika Damian berdiri dan menundukkan kepala ia masih tak menyadarinya.


“Apa kau sangat suka menyentuhnya?”tanya Damian


Bak di hipnotis,Emilia mengangguk setuju dengan apa yang ditanyakan Damian.


Tak ingin berlama-lama,Damian mencium bibir Emilia yang berhasil membuatnya merasa candu seakan ingin menciumnya terus menerus.

__ADS_1


Emilia memejamkan matanya kala permainan bibir Damian terasa begitu menghanyutkan.Detik demi detik berlalu ciuman itu kini berubah menjadi L*matan kecil.


Lidah Damian menyeruak masuk untuk menyusuri rongga mulut Emilia,tentu saja Emilia berusaha mengimbanginya dengan melilitkan lidahnya.


Udara di dalam kamar Damian berubah menjadi panas seiring dengan kegiatan mereka.Kini tangan Damian masuk ke dalam baju tipis yang digunakan Emilia.


Sentuhan lembut ia berikan dibagian punggung Emilia.Damian melepas ciuman bibirnya karena kini bibir itu sudah berpindah menyusuri leher mulus Emilia.


Mata Emilia semakin terpejam erat merasakan sensasi luar biasa dari sentuhan bibir dan tangan Damian pada anggota tubuhnya.


Dirinya merasa melayang bahkan ia merasa tak sanggup menopang tubuhnya karena sensasi yang benar-benar membuat tubuhnya terasa sangat ringan.


Damian memutar posisinya,kini tubuh Emilia diangkat ke atas meja rias namun dengan bibir yang enggan terlepas dari leher Emilia.


Salah satu tangannya memeluk posesif pinggang ramping Emilia dan satu tangan lagi telah masuk kedalam baju Emilia.


“Eenngghh”leng*han kecil terdengar dari bibir Emilia kala tangan Damian berhasil menyentuh gunukan kecil yang menjadi pusat sensitifnya.


Tangan Emilia meremas kuat pinggiran meja dengan tubuh yang bergetar karena kegiatan Damian.


“Da-Damian”suara Emilia terdengar berat.


Entah mengapa Damian semakin terpancing kala mendengar suara Emilia yang terdengar merdu.


Seakan tak puas,kali ini ia semakin menurunkan bibirnya menuju sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.


Ia menyingkap perlahan baju yang dikenakan Emilia lalu dengan segera menikmati gunukan kecil milik Emilia.


“Aahhh..”suara erangan terdengar jelas kala Damian meng**sap kuat dada miliknya.


“Da-Damian he-ntikan”pintanya dengan meremas kuat punggung Damian.


Namun Damian tak menghiraukan permintaan Emilia,bahkan kali ini tangannya ikut bermain dengan me**mas kuat dada yang satunya.


“Dam-ian”panggilnya sekali lagi


Seakan tersadar,akhirnya Damian memilih menghentikan aksinya karena ia tidak ingin terhanyut terlalu jauh.


Ia menurunkan kembali baju Emilia lalu memberi kecupan singkat di bibir Emilia.


“Maafkan aku karena tidak bisa mengontrol diri”ucapnya sembari menangkup wajah Emilia dengan kedua tangannya.


“Pergilah ke atas ranjang aku akan menyusulmu”ucapnya lembut lalu meninggalkan Emilia seorang diri.


“Dasar bodoh..kenapa aku malah menginginkan ia berbuat lebih..harusnya kau bersyukur dia bisa tersadar”gerutunya kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Damian harus menenangkan junior terlebih dahulu dengan cara mandi air dingin dan melakukan pelepasan(ngerti kan pasti🙄)

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2