
✨Happy Reading✨
Emilia terlihat masih gelisah,beberapa kali mondar-mandir sembari melirik layar ponselnya berharap sang suami memberi kabar.Namun sepertinya hal itu sangat mustahil,sehingga ia memutuskan untuk pergi menyusul Damian.
Berbekal jaket tebal dan tas kecil,Emilia berlari ke bawah untuk pergi menyusul Damian.Namun langkahnya harus terhenti karena penjaga tak memberinya jalan.
“Menyingkirlah..aku ingin memastikan keadaan suamiku”ujar Emilia
“Maaf nona..namun ini perintah dari tuan..anda dilarang pergi kemana pun sampai keadaan benar-benar aman”jawab sang penjaga
Emilia semakin geram,ia tak bisa berdiam diri lebih lama lagi di dalam mansion.Matanya melirik sama sini mencoba mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk pergi dari sana.
Pistol..hanya sebuah pistol yang ia lihat di saku salah satu penjaga.
Happ!!
Tangannya berhasil meraih pistol sang penjaga.
“Biarkan aku pergi atau tuan kalian akan lebih murka melihat istrinya mati disini”ancam Emilia sembari menodongkan senjata ke arah kepalanya.
Kedua penjaga pintu terlihat panik,mereka berada di dalam situasi sulit saat ini.Apa yang dikatakan oleh Emilia benar,dan dengan terpaksa mereka harus membiarkan sang nona pergi.
Sebuah mobil jeep berwarna hitam menjadi pilihan Emilia,karena hanya mobil itu yang terparkir di depan pintu.Tidak mau menunggu lebih lama lagi,ia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh.
Di lain tempat,Lukas sudah berhasil masuk ke dalam ruangan yang ditunjuk oleh Dannis.Mata nya menelisik setiap sudut ruangan.
“Lukas..berhati-hati lah karena aku tidak bisa memantau keadaan disana”ujar Dannis melalui earphone
“Kau tenang saja..kalian pastikan para sandera selamat dan jika perlu bawa mereka ke rumah sakit”perintah Lukas
Kakinya melangkah lebih dalam lagi,ruangan masih sunyi tidak ada tanda-tanda jika terdapat orang di dalamnya.
Klik!!
Tiba-tiba lampu ruangan itu mati.
Ceklek..
Suara pintu terkunci juga terdengar.
Lukas semakin waspada,ia tidak boleh lengah saat ini.
“Sial”umpat Lukas kala ia tidak bisa melihat apapun.
Bbuugghhhh!!!
Kkkrreekkk!!!
“Aaakkhhh..”
Tiba-tiba Lukas berteriak kala merasakan sesuatu menghantam bagian pahanya dan ia merasa tulang pahanya sepertinya patah.Tubuh Lukas tumbang,namun ia berusaha bangkit lagi.
“Baj*ngan..jangan menjadi pengecut..jika kau berani hadapi aku”teriak Lukas
“Hahaha..diam dan nikmati saja”ujar Brave dengan tawa menggelegar.
Lukas mencoba menggunakan Indra pendengarnya untuk mengetahui posisi musuh.Meskipun ia tak bisa melihat dengan jelas karena ruangan gelap,namun Indra pendengarannya berfungsi dengan bagus.
__ADS_1
Sssrraaasssshhh!!!
Mata pedang Lukas berhasil melukai musuh,namun ia tak tahu pasti bagian mana dari musuh yang berhasil ia gores.
“Aakkhhh…”pekik Brave.
“Hahaha..aku berharap mata pedang kU berhasil melubangi bagian tubuhmu hingga dalam”ujar Lukas mengejek.
“Bedebah..”
Klik!
Lampu kembali menyala,namun tiba-tiba sebuah balok kayu kembali mengarah ke arah Lukas.
Bbuuggghhh!!!
Tubuh Lukas jatuh tersungkur dengan darah segar mengalir dari arah pelipis.
Pandangannya mulai pudar namun sebisa mungkin ia tetap menjaga kesadarannya.
“Bangunlah dan hadapi aku”tantang Brave.
Lukas tersenyum miring sembari mencoba bangkit lagi dengan kondisi kaki yang pincang.
“Apa kau merasa hebat bisa menyerangku dengan cara pengecut seperti itu?”ejek Lukas
“Itu adalah sebuah taktik Damian”jawab Brave sombong
“Taktik seperti apa yang kau bicarakan..seorang yang berani akan melawan musuhnya dengan cara berhadapan langsung tanpa harus menggunakan cara pengecut seperti itu”imbuh Lukas
“Diam!!!!..setelah ini kau tidak akan bisa berbicara lagi monster”teriak Brave
“Kau..bersiaplah menerima ajalmu Damian”
Brave berlari dan mulai mengayuhkan pedang yang ia bawa.Begitupun dengan Lukas yang sudah bersiap menyambut serangan Brave dengan pedang ditangannya.
Ttrraaaannggggg….
Suara gesekan pedang terdengar ngeri bagi siapa saja yang mendengarnya.
Ttrranngg!!!…ssrrtaakkkk!!
Brave mengayuhkan pedangnya dengan membabi buta,sedangkan Lukas hanya melangkah mundur menangkis serangan Brave.
Bukan tidak ingin menyerang atau pun melawan,tapi Lukas masih membaca pergerakan dari musuhnya.
Ssrrreekkk!!
Pedang Brave berhasil mengenai lengan Lukas.
“Sebaiknya kau menyerah dan serahkan nyawamu sekarang juga”remeh Brave
Lukas kembali tersenyum sembari menyeka darah yang terus keluar dari arah pelipisnya.
“Sekarang bersiaplah Brave”ujar Lukas
Kini Lukas mulai mengayuhkan pedangnya ke atas bersiap untuk menyerang,sedangkan Brave mulai bersiap untuk menangkis serangan Lukas.
__ADS_1
Ttrraaannggg!!!.,,ttrraaannggg!!…ttrraaannggg!!!!
Lukas menghujani Brave dengan serangan-serangan tak terduga hingga membuat Brave kewalahan.
Ssrrrreekkk!!!….ssrreekkk!!…sssrreeekkk!!!
Bukan hanya satu,tapi Lukas membalas goresan yang ada di lengannya dengan tiga goresan sekaligus.
Bbuugghhhh!!!
Bonus terakhir,Lukas menendang tubuh Brave hingga jatuh dan sedikit terseret.
“Uuhhuukkk…uuhhuukkk”darah segar mengalir dari mulut Brave.
Mata pedang Lukas berhasil menggores lengan,perut bahkan wajah Brave dengan luka lumayan dalam.
Lukas berjalan menghampiri Brave yang sudah tidak berdaya.
“Hah..waktuku terbuang sia-sia hanya untuk menghadapi lawan yang tak sepadan seperti mu”ujar Lukas
“Aku tak tahu motif apa yang mendorong mu untuk menyerangku..dan aku tidak mau tahu..bagiku,kau hanya seekor rusa yang bosan hidup sehingga berani mengusik singa yang sedang tertidur dan sekarang kau harus menerima konsekuensinya”Lukas mulai mengayuhkan pedangnya ke atas bersiap untuk memenggal kepala Brave.
“Jika aku mati..maka tangan kananmu juga akan mati”kata Brave
Lukas menghentikan gerakan tangannya.
“Hahaha..aku memang tidak salah memilih sekretaris sialan itu untuk menjadi umpan”Brave tertawa dengan keras ketika melihat ekspresi terkejut Lukas
“Katakan..dimana Louis?”tanya Lukas
Sebuah layar mulai menyala dan memperlihatkan seseorang laki-laki terikat di atas kursi dengan keadaan penuh dengan luka.
Lukas melihat ke arah layar dan ia terkejut melihat kondisi sekretarisnya.
“Louis..”gumam Lukas
Brave memanfaatkan situasi ini,ia bangkit dengan perlahan dan mengambil balok kayu yang berada tak jauh darinya.
Bbuugghhh!!!
Pukulan keras kembali melayang ke arah kaki Lukas,tak hanya kaki,Brave juga memukul tubuh Lukas berkali-kali hingga Lukas jatuh tersungkur.
“Mati kau..mati kau monster..”teriak Brave dengan tangan yang masih memukul secara membabi buta.
Lukas berusaha melindungi diri dari pukulan Brave,ia berusaha meraih pedang yang berada di sampingnya.
Jjllleeebbbb!!!
Mata pedang Lukas berhasil mengenai sasaran.Gerakan tangan Brave seketika terhenti dengan darah segar yang mengalir dari arah mulutnya.
Pedang Lukas tertancap sempurna di bagian dada sebelah kiri Brave dan itu artinya pedang itu tertancap telat di bagian jantungnya.
Bbuugghhh!!!
Tubuh Brave ambruk dengan darah segar mengalir dari dada dan mulutnya.
Lukas menjatuhkan tubuhnya sejenak,rasa sakit akibat pukulan balok kayu mulai terasa.Terlebih ia merasa kedua pahanya mengalami patah tulang karena ia tak bisa merasakan apapun pada kedua kakinya.
__ADS_1
Bersambung…