HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 98


__ADS_3

Hy guys..


Sorry..akhir-akhir ini jarang banget upload..


Aku bener-bener dilema saat ini,aku pengen lanjutin ceritanya tapi sepi,kalau gak dilanjutin kasian di kalian yang udah setia nunggu update.


Menurut kalian gimana guys?


Dilanjut atau tidak?


✨Happy Reading✨


Waktu benar-benar berlalu dengan begitu cepat,tak terasa hari sudah berganti malam.Namun semangat Emilia tak pernah surut sedikit pun,ia bagaikan ponsel yang selalu menggunakan powerbank sebagai penunjang energi.


“Kita naik apa lagi?”tanya nya kepada laki-laki yang terlihat terus menerus melirik jam tangannya.


“Bagaimana kalau kita naik itu”tangannya menunjuk kepada wahana yang sering disebut bianglala.


Emilia menganggukkan kepala nya dengan cepat karena ia juga ingin menaiki wahana itu.


Tanpa basa basi,mereka melangkah menuju wahana itu.Loket penjualan tiket terlihat sepi,bahkan bisa dibilang tak ada orang satu pun yang menaiki wahana itu.


“Beib..kenapa tak ada satu pun orang yang mau menaiki wahana ini?”tanya Emilia yang sedikit kebingungan.


Damian menggidikkan kedua bahunya”mungkin mereka sedang takut ketinggian hari ini”jawab Damian asal.


“Ayo,.”Damian menggandeng tangan Emilia dan membawa wanita itu masuk ke dalam wahana.


Raut wajah Emilia masih bingung,saat ini benar-benar hanya mereka berdua yang menaiki wahana itu.


Petugas mulai menyalakan mesin wahana,bianglala mulai berputar dan membawa mereka naik ke atas sedikit demi sedikit.


“Wah….”Emilia bersorak senang kala melihat langit malam yang indah dihiasi bintang-bintang di langit.


Deggg….


Tiba-tiba mesin wahana berhenti,kini mereka berdua berada di bagian paling atas dari wahana tersebut.

__ADS_1


“Ke-kenapa berhenti?”raut wajah Emilia terlihat begitu panik dengan kedua tangan mencengkram erat pinggiran kursi.


“Tenanglah..tidak akan terjadi apa-apa”jawab Damian mencoba menenangkan.


Damian melirik jam tangannya,sepertinya pertunjukkan akan segera dimulai.


“Baby..coba kau lihat ke arah samping”pintanya sembari menunjuk ke arah kanan.


“A-ada apa?”


“Lihat saja..kau akan tahu setelahnya”ujar Damian


Emilia mengikuti permintaan Damian dengan penuh tanda tanya.


“Bersiaplah..5..4..3..2…”Damian mulai menghitung mundur.


Dooorrrrr…..


Sebuah cahaya berwarna orange menyembur ke atas langit dengan suara ledakan yang berhasil membuat Emilia terlonjak.


Namun saat ledakan kembang api yang ketiga,sontak Emilia menutup mulutnya dengan mata yang memandang takjub melihat tulisan yang muncul setelah suara ledakan.


“WILL YOU MARRY ME”


Begitulah tulisan yang terukir diatas langit sana dengan warna ungu bercampur pink berderet indah menghiasi angkasa.


Emilia ingin bersorak dan menoleh ke arah Damian,namun lagi-lagi ia dibuat terkejut karena laki-laki itu sudah berjongkok Dihadapannya sembari menyodorkan sebuah cincin berlian.


“Mau kah kau menjadi teman hidupku?..menerima kekurangan yang ada dalam diriku dan menerima cintaku yang tak akan ada habisnya untukmu?”ujar Damian dengan tatapan tulus ke arah Emilia.


Air mata kebahagiaan luruh begitu saja dari mata cantik Emilia.Semua ini bagaikan mimpi di siang bolong,ia tidak menyangka jika angan-angannya selama ini akan menjadi sebuah kenyataan.


“Yes..aku mau menjadi teman hidupmu..aku mau menerima apapun yang ada pada dirimu dan aku bersiap menerima cintamu yang tak akan pernah habis untukku”jawab Emilia dengan tegas.


Damian menundukkan kepala sejenak,ia begitu bahagia hingga air matanya juga ikut luruh begitu saja.Wanita yang dulu begitu ia benci,ia sakiti berkali-kali kini mau menerimanya bahkan mau menerima kekurangan yang ada pada dirinya dengan tulus.


Damian mengambil cincin itu dari kotaknya lalu menyematkannya ke jari manis Emilia.

__ADS_1


Air mata Emilia tak henti-henti nya mengalir dari pelupuk matanya.Ia benar-benar sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan menjadi sepasang teman hidup yang utuh.


Setelah cincin tersemat indah di jari Emilia,Damian beralih memeluk wanita itu dengan erat sebagai rasa syukurnya karena ia bisa memiliki wanita yang begitu luar biasa dalam hidupnya.


Dilain tempat,tiga bersaudara masih sibuk menyalakan satu-persatu kembang api itu.Bukan..bukan mereka bertiga,lebih tepatnya mereka berdua,karena sedari tadi Louis hanya memberi komando.


“Kak..apakah sudah bisa?”teriak Michelle dengan salah satu tangan menutup telinganya.


“Sudah..kalian nyalakan sekarang”jawab Louis kala melihat tuannya sudah berpelukan melalui teropong yang ia bawa.


Si kembar mulai menyalakan satu persatu kembang api yang tersisa,bahkan jumlahnya lebih banyak dari kembang api sebelumnya.


Malam itu,taman hiburan menjadi sangat ramai karena mereka ingin menikmati pertunjukkan kembang api yang begitu indah.(plus gratis😜)


Kembali lagi ke Damian dan Emilia,mereka berdua masih setia berpelukan menyalurkan kebahagiaan yang tak terbendung.


“Kapan kita akan menikah?”tanya Emilia membuka pembicaraan.


“Secepatnya..besok pun bisa”jawab Damian


Sontak Emilia melepas pelukannya dan menatap Damian.


“Tidak..itu terlalu cepat”tolak Emilia


“Kenapa?..bukankah semakin cepat semakin bagus?”


“Bukan begitu..kita harus menyiapkan semuanya dan tidak mungkin bisa secepat itu”


“Tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang Damian baby..bahkan jika kau meminta nanti malam,aku bisa mengabulkannya”ujar Damian santai


“Tidak..aku tidak ingin terburu-buru..kita hanya menikah sekali dalam seumur hidup,jadi aku mau semuanya berjalan sesuai dengan rencanaku..aku ingin mempersiapkan pernikahanku dengan matang”


“Baiklah..aku akan memberimu waktu seminggu..minggu depan kau harus bersiap..kau bisa memilih apapun yang kau mau untuk pernikahan kita dengan syarat kau tidak boleh kelelahan nantinya”jawab Damian


“Terima kasih”Emilia kembali memeluk erat sang kekasih karena ia benar-benar sangat beruntung memiliki pria seperti Damian.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2