HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 138


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Matanya terasa sangat berat,pinggang serta seluruh bagian tubuhnya terasa begitu pegal setelah pertempuran mereka tadi malam.Bahkan Damian tak melepaskan sang istri sebentar saja,ia hanya memberikan Emilia beristirahat hanya untuk mengatur nafas saja.


“Eenngghh…”tubuh Emilia menggeliat kecil.


Ia masih sulit bergerak,ternyata tangan kekar Damian masih melingkar erat di pinggangnya.


Emilia membalikkan posisinya agar menghadap Damian,ia menatap lekat wajah tampan laki-laki yang ia cintai sedari dulu.


Cup!!


Sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di kening Emilia.


“Good morning baby..”sapa Damian dengan suara serak khas bangun tidur.


Emilia tersenyum manis”good morning beib..”balasnya sembari membalas kecupan singkat Damian.


“Hhmm..apa tubuhnya terasa sakit?”tanya Damian seolah tahu apa yang tengah dirasakan Emilia.


“Sedikit”jawab Emilia singkat.


Damian membuka matanya lalu menatap lekat wajah Emilia yang terlihat sedikit kelelahan.


“Maafkan aku..kau pasti sangat lelah”sesalnya dengan tangan mengusap kepala Emilia


“Jangan meminta maaf untuk sesuatu yang memang harus aku lakukan beib..itu adalah kewajibanku dan kau tak perlu merasa bersalah untuk itu”ujar Emilia.


Ia tidak keberatan sama sekali dengan apa yang dilakukan sang suami,namun Damian selalu merasa bersalah kala melihat Emilia kelelahan setelah kegiatan mereka.


“Terima kasih”Damian merapatkan badannya dan memeluk erat tubuh Emilia.


Kkkrryyuuukkk!!!!


Suara nyaring perut Emilia berhasil membuat Damian tersentak kaget.


“Baby..kenapa kau tidak memberitahuku jika lapar?”tanya nya dengan raut wajah khawatir.


“Aku juga baru merasakan lapar”jawab Emilia


“Jika begitu ayo kita bangun..kita akan sarapan dan setelah itu kita akan pergi jalan-jalan”ajak Damian


Emilia mengangguk setuju,entah kenapa rasa sakit dan pegal hilang begitu saja.


Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di pulau itu,karena besok mereka sudah harus kembali ke rumah.Emilia merasa cukup puas selama berada di pulau itu,ia sangat berharap benih cinta mereka berdua tumbuh dengan cepat setelah ini.


*****


Louis berangkat lebih pagi dari biasanya,hari ini adalah hari pertama Audrey masuk kerja kembali setelah jatuh pingsan beberapa hari yang lalu.


Sesungguhnya Audrey sudah sembuh total,namun Louis kekeh memintanya untuk beristirahat lebih lagi.Tak hanya meminta beristirahat,Louis selalu datang saat jam makan siang dan sore hari untuk memastikan keadaan Audrey.


Seperti pagi ini,Louis sudah memberitahu Audrey jika dirinya akan datang untuk menjemputnya dan pergi ke perusahaan bersama-sama.Entah kenapa sejak kejadian beberapa hari lalu dirumah sakit,sikap Louis terasa lebih hangat.

__ADS_1


Audrey berdiri didepan apartemennya menunggu jemputan dari Louis.Ia merasa sedikit gugup,dan itu yang setiap hari ia rasakan.


Ddrrttt…


Ponselnya tiba-tiba bergetar dan itu menandakan ada panggilan.Ia merogoh tas jinjing berwarna hitam dan mengambil benda kotak itu dari dalamnya.


Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang kala matanya melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


“S-selamat pagi tuan Louis..”sapa Audrey dengan wajah gugupnya.


“Tetaplah berdiri disana dan tunggu aku turun”


“Y-ya..”


Audrey melirik ke arah kiri,sebuah mobil mewah berwarna hitam mendekat ke arahnya dan sudah dipastikan jika itu adalah Louis.


Detak jantung Audrey semakin tak beraturan,ia sampai lupa jika Louis sudah menutup sambungan telepunnya.


Bbrraakk!!!


Suara pintu mobil yang tertutup membuat Audrey tersadar dari lamunannya.


“Se-selamat pagi tuan..”sapanya lagi.


Louis tersenyum ke arah Audrey dan hal itu semakin membuat jantung Audrey berdetak cepat dengan tubuh yang terasa panas.


“Aaaa..kenapa dia tiba-tiba tersenyum seperti itu”teriak Audrey dalam hati.


Ceklek!!!


“I-iya”jawab Audrey singkat karena lidahnya benar-benar terasa kelu.


“Hah..aku sudah memberitahumu untuk tidak keluar dulu sampai aku mengetuk pintu apartemenmu”protesnya


“Maaf tuan..”jawab Audrey


“Tidak apa..tapi seterusnya kau harus tetap menunggu di dalam sampai aku datang..mengerti!”perintahnya.


Audrey mengangguk sembari berteriak di dalam hati.Meskipun ia tidak tahu arti dari perubahan sikap Louis terhadapnya,audrey tetap senang karena Louis selalu bersikap manis akhir-akhir ini.


“Ayo..”Louis meraih tangan audrey hendak mengajaknya masuk ke dalam mobil.


“Tanganmu dingin?..apa kau sakit lagi?”tanya Louis dengan raut wajah khawatirnya.


“Sial..kenapa aku sangat gugup”


“Ah itu..tidak..aku tidak sakit..mungkin karena udara pagi yang sedikit dingin..iya”jawab audrey salah tingkah.


Louis nampak berpikir sejenak”benar..udara sedikit dingin”


Tiba-tiba Louis melepaskan tangan audrey,kini ia terlihat membuka jas yang ia pakai dan memakaikannya ke tubuh Audrey.


“Aaaa…kenapa dia semakin manis”

__ADS_1


“Tuan jangan..”


“Sstt..aku tidak mau kau sakit lagi”Louis meraih lagi tangan audrey dan membukakan pintu untuk Audrey.


Audrey hanya bisa diam,ia segera masuk setelah Louis membukakannya pintu.Setelah itu ia berlari dan ikut naik ke kursi kemudi.


Sebelum benar-benar berangkat,Louis melirik ke arah audrey.Ia melihat audrey termenung dengan tatapan fokus ke arah depan.


Louis mendekatkan tubuh dan wajahnya,bahkan jarak diantara mereka terbilang sangat dekat hingga audrey bisa mencium wangi maskulin pria itu.


Mata Audrey melotot sempurna dengan nafas naik turun dan detak jantung tak beraturan.Ia memejamkan matanya kala wajah Louis terasa semakin dekat,bahkan ia menahan nafasnya kala nafas Louis terasa menerpa wajahnya.


Ceklek!!


“Cckk..kenapa wanita selalu lupa memasang sabuk pengamannya ketika berkendara”ujar Louis tiba-tiba


Audrey membuka matanya”Aaa otak kurang ajar..kenapa kau berpikir jika dia akan menciumku”umpat Audrey kepada dirinya sendiri.


“Hah…”Audrey menghembuskan nafasnya kasar.


“Hey ada apa?”tanya Louis dengan raut wajah barunya yang penuh ke khawatirkan.


“Ti-tidak apa..”jawab Audrey dengan wajah memerah.


Louis yang melihat semburat merah di wajah Audrey langsung bereaksi.Ia mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Audrey.


“Sial..bisakah dia berhenti”gerutu Audrey kala tangan louis hinggap di pipinya.


“Pipimu panas..apa kau demam?”louis dengan segala ketidaktahuannya lagi-lagi harus membuat Audrey bingung untuk menjawab apa


“Tidak..tidak..tidak..aku tidak sakit”jawab Audrey cepat.


“Tapi pipimu panas”protesnya tak mau kalah.


“Mungkin itu karena tadi udara diluar dingin dan sekarang aku harus menyesuaikan diri dengan udara dimobil anda yang lebih dingin dari udara luar”kilah Audrey dengan kalimat seadanya.


Louis terlihat berpikir lagi”mungkin kau benar..jika begitu aku matikan saja AC nya agar kau tidak kedinginan”ide louis


“Jangan..jangan tuan..aku tidak apa-apa..anda akan kepanasan jika ac nya di matikan”tolak Audrey


“Audrey bodoh..kenapa kau asal bicara”umpatnya lagi dalam hati.


“Tidak apa..aku tidak keberatan sama sekali”jawab louis


“Tidak apa tu..”


“Diam jangan membantah ini demi kebaikanmu”perintah louis yang tak bisa dibantah lagi oleh Audrey


“Kau bodoh Audrey..bagaimana nasib baju baruku nanti..bagaimana nasib bau badanku ketika sampai di kantor..hhhuuaaaa”tangis Audrey dalam hati merutuki kebodohannya.


Dengan terpaksa ia harus menikmati perjalanan menuju kantor dengan udara panas ditambah jas yang membuat keringatnya bercucuran.


Bersambung..

__ADS_1


#DAHLAHCAPEKSAMALOUIS🙃


__ADS_2