HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 63


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Sepanjang perjalan suasana di dalam mobil yang membawa tiga bersaudara terlihat sepi sunyap.Tidak ada obrolan yang tercipta di antara mereka bertiga karena mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing,hingga tak lama setelah itu mobil mereka berhenti di depan sebuah rumah.


“Turun”perintah Louis


Michael dan Michelle hanya mengangguk mengikuti perintah sang kakak yang sangat singkat.Sampai di titik ini mereka masih bingung,kemana kah sang kakak akan membawa mereka.


“Ayo masuk”Louis berjalan mendahului mereka berdua dan tentu saja mereka mengikuti dari belakang layaknya anak-anak itik yang mengikuti langkah ibunya.


“Louis kau sudah tiba”seorang wanita menghampiri Louis dan langsung memeluknya singkat.


“Dimana mereka?”tanya jesica yang mencari keberadaan Michael dan Michelle


“Mereka ada dibelakangku mom..”jawab Louis sembari tersenyum seperti biasanya.


Tak lama setelah itu Wijaya pun ikut bergabung.


“Louis kenapa kau lama sekali nak”tanya Wijaya sembari menghampiri sang putra sulung


“Kau lupa dad hari ini aku tidak datang seorang diri”jawab Louis lalu berjalan untuk mendekat ke arah sang ayah


Tanpa disadari oleh Louis,kedua adiknya nampak semakin bingung melihat pemandangan di depan mereka.


“Michael..Michelle..”sapa jesica


“Selamat pagi nyonya”sapa Michael dan Michelle


“Hey kenapa kalian memanggilku nyonya?”tanya jesica kebingungan lalu segera beralih menatap penuh tanya ke arah Louis.


“Aku belum menjelaskan apapun kepada mereka mom”jawab Louis sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ia tengah ditatap oleh sang ibu.


“Tidak apa..lebih baik kita sarapan terlebih dahulu dan setelahnya baru kita bahas masalah ini”ujar Wijaya menengahi.


“Kemarilah nak kita sarapan bersama”ajak jesica menghampiri Michael dan Michelle


Mereka berdua terlihat sungkan karena tak mengerti dengan apa yang terjadi.Mereka digiring menuju meja makan yang sudah penuh dengan hidangan lezat.


“Duduklah”jesica menarik kursi untuk Michael dan Michelle


“Tidak perlu melakukan itu mom”pinta Louis


“Mom?”gumam Michael dan Michelle secara bersamaan.


Setelah semuanya duduk ditempat masing-masing,si kembar semakin dibuat heran dengan tingkah sang kakak sulung yang mengangkat piring lalu meminta diambilkan makanan.


“Seperti biasa mom..”ujar Louis santai.


Jesica berdiri lalu mengambilkan beberapa menu dan meletakkannya ke atas piring Louis.

__ADS_1


Si kembar saling menoleh satu sama lain,sepertinya pemikiran mereka sama kali ini.


Ada apa dengan kakaknya?..kenapa mereka sangat akrab?…kenapa kakaknya memanggil perempuan itu dengan sebutan mom?..masih banyak lagi pertanyaan yang berputar di kepala si kembar.


“Kalian mau juga?”tanya jesica


“Tidak nyonya..kami akan mengambilnya sendiri”ujar Michael mewakili Michelle


Jesica mengangguk setuju dan tak lama acara sarapan bersama pun dimulai.


****


Emilia kini tengah sibuk memoles wajahnya dengan beberapa make up yang ada di atas mejanya.Damian memintanya untuk bersiap karena laki-laki itu akan membawanya ke tempat ia bisa mendapat jawaban dari pertanyaan kemarin malam.Tentu saja ia menjadi sangat bersemangat.


“Sudah selesai?”Tanya Damian yang sudah menunggu sejak 30 menit yang lalu.


“Sedikit lagi”jawabnya


“Jangan terlalu lama baby..”ujar Damian memperingatkan


“Sudah selesai..ayo”


Damian mengulurkan tangannya untuk menggandeng wanita yang terlihat sudah tidak sabar.Mereka berdua segera turun untuk masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan pintu mansion.


“Sudah siap?”damian menoleh sejenak ke arah Emilia


Mobil yang dikendarai Damian melaju meninggalkan mansion menuju suatu tempat yang akan membuat wanitanya terkejut.


Sedangkan di kediaman Wijaya,acara sarapan bersama telah selesai.Kini mereka beralih duduk di ruang tamu untuk membahas sesuatu yang membuat si kembar penasaran.


“Baiklah..aku bingung harus memulai dari mana..tapi aku akan menjawab pertanyaan yang dari dulu kalian selalu tanyakan padaku…”Louis menatap kedua adiknya secara bergantian.


“Sedari dulu kalian selalu bertanya padaku..dimana daddy dan mommy?..bagaimana wajah daddy dan mommy?..Dulu aku tak bisa memberi kalian jawaban apapun tapi saat ini aku bisa menjawab salah satunya”Louis mengarahkan pandangannya ke arah Wijaya.


“Laki-laki yang ada di hadapan kalian saat ini adalah daddy..”kalimat singkat Louis berhasil membuat si kembar mengerjap.


“Kau tidak sedang bercanda kak Louis?”tanya Michael yang masih tidak percaya.


“Apa aku pernah bercanda sebelumnya?”


“Tidak kak..”jawab Michael dengan mata yang sudah berkaca-kaca


“Katakan ini tidak bukanlah mimpi kak”pinta Michael


“Tidak nak..kau tidak bermimpi..ini daddy nak”jawab Wijaya dengan nada yang bergetar.


“Da-ddy…”tenggorokan Michael terasa kelu.


“Hiks…hiks…hiks..”isakan kecil terdengar namun bukan dari Michael melainkan seorang gadis yang duduk di samping Michael.

__ADS_1


“Michelle..”panggil Wijaya lembut.


Wijaya memilih berdiri lalu menghampiri kedua anaknya yang masih duduk terdiam karena masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


25 tahun lamanya mereka hidup tanpa sosok ayah dan juga ibu,ditambah tak ada satu pun foto yang bisa mereka kenang walau hanya dengan menatapnya setiap malam.


“Maafkan daddy nak..”Wijaya bersujud di depan kedua anak bungsunya yang masih terpaku.


“Dad..jangan seperti ini..”Michael memegang kedua bahu ayahnya.


“Michael..terima kasih nak karena kau sudah tumbuh besar dan kuat hingga saat ini..maafkan daddy mu ini yang tak bisa berada di samping kalian ketika kalian membutuhkan daddy..”tangis Wijaya pecah ketika sang anak menerima pelukan penuh rindu darinya.


Michael tak mampu berucap sepatah kata pun karena air mata sudah mengalir deras membanjiri pipinya.Ia menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua kerinduan yang ia tahan selama 25 tahun lamanya.


“Hiks..kenapa daddy tidak memelukku..”rengek seorang gadis.


Wijaya melerai pelukannya dengan Michael lalu beralih menatap putri bungsunya.


“Michelle..kemari nak..peluk daddy..”Wijaya merentangkan tangannya.


“Daddy…hhhuuaaa…”tangis Michelle semakin kencang kala ia masuk kedalam pelukan sang ayah.


“Maafkan daddy nak..”kalimat itu tak henti-hentinya keluar dari bibir Wijaya.


Michael yang masih rindu dengan sosok ayahnya ikut memeluk dari arah samping.


“Eehheemmm…apa tidak ada yang mau memeluk wanita tua ini..”seru jesica yang juga menangis haru.


Michael dan Michelle menatap ke arah sang kakak untuk mencari jawaban.


“Dia memang bukan ibu yang melahirkan kita..tapi dia adalah sosok ibu terbaik yang pernah aku temui..dia adalah malaikat penyelamat daddy dan sekarang dia adalah malaikat untuk kita..”Louis menoleh ke arah jesica.


“Panggil aku mommy..dan kemarilah peluk wanita tua ini..”jesica merentangkan kedua tangannya bersiap menyambut si kembar.


Tentu saja si kembar tersenyum haru dan tanpa ragu berlari ke arah jesica.


“Mommy…”


Jesica menerima pelukan hangat dari si kembar,sesekali ia mengelus punggung mereka dengan lembut.


“Mulai saat ini kalian tidak boleh sungkan terhadapku..kalian adalah anak-anak kU dan seterusnya akan seperti itu..”ujar jesica yang ikut menangis terharu.


“Terima kasih mom..”ucap Michael di sela-sela tangisannya.


Sedangkan laki-laki yang terlihat kuat selama 35 tahun lamanya ikut menangis merasa bahagia dengan apa yang terjadi saat ini.


“Terima kasih nak karena telah menjadi seorang kakak yang tangguh untuk mereka”ujar Wijaya sembari merangkul bahu putra sulungnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2