
✨Happy Reading✨
Di pagi hari yang cerah ini,sepasang sejoli tengah duduk berdampingan di dalam mobil yang akan membawa mereka menuju perusahaan.Secara kebetulan hari ini Louis akan pergi ke kantor cabang sehingga Damian memilih mengendarai mobilnya sendiri.
Ia sama sekali tidak merasa keberatan jika sang sekretaris tak bisa mengantarnya karena ini kesempatan yang bagus untuknya duduk berdua bersama wanita yang ia cintai.
“Kenapa kak Louis tidak ikut bersama kita?”tanya Emilia membuka pembicaraan.
“Kak Louis?...sejak kapan kau memanggil Louis dengan sebutan kakak?”damian melirik sekilas ke arah samping
“Memangnya kenapa?...dia kelihatan lebih tua dariku jadi apa salahnya jika aku memanggilnya dengan sebutan kakak”jawab Emilia
“Kau bisa memanggil namanya saja..tidak perlu memanggilnya kakak”ujar Damian tak mau kalah
“Tidak..itu terdengar tidak sopan”bantahnya.
“Baiklah terserah kau saja”akhirnya Damian memilih untuk mengalah.
“Pagi ini aku ada meeting bersama pimpinan direksi..dan kau akan ikut bersamaku”perintah Damian
“Baiklah tuan muda Damian”jawab Emilia sedikit tersenyum ke arah Damian.
“Hey..kenapa kau Memanggilku dengan sebutan itu”protes Damian.
“Karena saat ini kau adalah atasanku”jawab Emilia santai.
“Tidak..kau tidak boleh Memanggilku dengan sebutan itu”tolaknya
“Lalu?..aku harus memanggilmu apa?”
“Hhmm bagaimana jika kau Memanggilku dengan sebutan beib..dan aku akan memanggilmu baby”serunya dengan penuh antusias.
“Beib?...kenapa terdengar aneh”gerutu Emilia
“Tidak aneh..itu terdengar wajar”Damian mencoba meyakinkan Emilia
__ADS_1
“Baiklah aku akan memanggilmu beib”kali ini Emilia yang memilih mengalah.
“Mendekatlah”perintahnya
“Ah?..apa?”
“Mendekat kesini”
Emilia mengikuti permintaan Damian yang memintanya untuk mendekat.
Cup..
Sebuah kecupan singkat mendarat sempurna di pipi mulus Emilia.
“Terima kasih”ucap setelah memberikan kecupan kepada Emilia.
Wajah Emilia dibuat bersemu merah karena tingkah Damian yang bisa dikatakan sedikit random.Meskipun ia terkenal kejam,namun Emilia merasa beruntung karena dicintai oleh seseorang seperti Damian.
Di tempat lain,seorang laki-laki tampan dengan wajah datar sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama kedua orang tuanya.
Meskipun ia bersikap dingin kepada orang lain,namun sikapnya akan berubah drastis ketika bersama orang-orang terdekatnya.
Jesica tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh anak tirinya.Meskipun status Louis hanya anak tiri,namun hati malaikat jesica menganggap Louis sebagai anak kandungnya.
Bahkan beberapa jesica meminta Louis untuk membawa serta adik-adiknya ke dalam keluarga mereka.
“Apa kau tidak bekerja hari ini nak?”tanya Wijaya
“Tentu saja dad..hanya saja tidak terlalu sibuk”jawabnya
“Sepertinya semua sudah masuk kedalam troli”ujar jesica mengecek kembali catatannya.
“Mommy yakin?”tanya Louis
“Ya..semua sudah ada dalam troli itu”
__ADS_1
“Baiklah..kita pergi ke kasir”
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kasir untuk membayar semua barang yang ada di troli.
“No dad..aku yang akan membayar semua ini”Louis menahan tangan sang ayah.
“Tidak usah nak..”
“Dad..ijinkan aku menjadi seorang anak yang berguna untukmu”ujarnya
“Hah..tanpa membayar semua belanjaan ini..kau sudah menjadi anak yang begitu berharga untukku”jawab Wijaya
“Kali ini saja ijinkan aku melakukan hal ini”pintanya sekali lagi.
“Baiklah..”Wijaya memasukkan kembali kartu yang sudah ia ambil dari dalam dompetnya.
Jesica sedikit terharu dengan kalimat yang diucapkan oleh Louis.Ia merasa senang bisa memberikan sebuah kebahagiaan untuk Louis dengan menjadi orang tua seutuhnya.
“Hanya dengan membayar belanjaan kami,kau bisa tersenyum lebar seperti itu..sungguh sederhana sekali kebahagiaanmu nak”gumam jesica dalam hati.
Semua belanjaan telah dimasukkan kedalam kantong belanja.Terhitung ada 5 kantong belanja berukuran besar yang kembali ia masukkan kedalam troli.
“Dad biarkan aku yang mendorongnya”Louis menahan tangan Wijaya yang hendak mendorong troli.
“Hey kau itu putraku bukan pelayan”ujar Wijaya menatap heran sang putra
“Maaf dad..aku hanya ingin menikmati setiap moment seperti ini..aku sering melihat anak-anak mendorong troli untuk orang tua mereka dan orang tau mereka terlihat tersenyum bahagia..jadi kali ini aku ingin merasakan apa yang mereka rasakan saat itu”jelasnya
“Hah..baiklah..maafkan daddy”Wijaya menepuk pelan bahu Louis lalu berjalan mendahului sang putra.
Dari kejauhan seorang wanita tengah diselimuti rasa penasaran,pasalnya Ia tak pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya.
Cekrek....
Ia mengambil foto kebersamaan Louis bersama Wijaya dan jesica.
__ADS_1
“Siapa kedua orang tua itu?...kenapa kak Louis sepertinya sangat akrab dengan mereka?”gumam Michelle yang tengah berbelanja dipusat perbelanjaan yang sama.
Bersambung...