
✨Happy Reading✨
Puas dengan semua kegiatan yang ia lakukan setengah hari ini,Emilia akhirnya memilih untuk kembali ke mansion.Sepanjang perjalanan ia tak henti-henti mengungkapkan rasa senangnya dengan bercerita tentang bagaimana serunya setiap wahana yang ia coba.
“Hah..rasanya aku ingin berada disana terus”helaan nafas panjang menjadi tanda berakhirnya cerita dari Emilia.
“Saya juga nona..tapi jika boleh wahana yang satu itu harus di hilangkan”ujar Michelle kala mengingat bagaimana ketegangan ketika menaiki wahana roller coaster.
“Hahaha..itu sangat seru Michelle,kenapa kau sangat membenci wahana itu”gelak tawa Emilia berhasil memenuhi kursi penumpang bagian belakang kala ia mengingat teriakan histeris Michelle.
“Nona jangan membahas itu lagi”pipi Michelle merona merah karena nona nya tengah menertawakannya.
“Baiklah..aku tidak akan tertawa..sekali lagi terima kasih karena kau mau menemaniku setengah hari ini”
“Sama-sama nona..saya senang melihat anda tertawa lepas seperti tadi”
“Tapi saya masih penasaran,bagaimana cara nona membujuk tuan Damian sehingga nona diijinkan untuk keluar?”kini tatapannya beralih ke arah samping.
“Aku tidak membujuknya..dia sendiri yang menyuruhku bersenang-senang”jawab Emilia santai
“Oohh..baguslah nona”Michelle tak tahu harus menjawab seperti apa.
__ADS_1
“Hhmm nona..”panggilnya dengan suara yang sedikit ragu.
“Ada apa?”
“Hhmm maaf jika saya lancang,tapi saya ingin menanyakan sesuatu kepada anda”Michelle mencoba memberanikan diri untuk menanyakan suatu hal yang sudah mengganjal di dalam hatinya.
“Katakanlah”
“Hhmm..jika boleh tahu apakah kak Louis ikut bekerja bersama nona dan tuan?”pertanyaan pertama lolos dari bibir Michelle
“Seminggu ini ia tidak bekerja dengan Damian karena ia harus ke kantor cabang menyelesaikan masalah disana”jawab Emilia
“Hhmm..apakah tuan Damian memiliki klien spesial?..seperti sepasang suami istri yang harus dikawal?..”pertanyaan kedua Michelle berhasil membuat Emilia mengernyitkan dahinya.
“Hhmm..pertanyaan terakhir nona..apakah nona pernah melihat kak Louis bersama seorang gadis atau bisa disebut sebagai seorang kekasih?”
“Untuk hal itu aku tidak tahu pasti karena kak Louis adalah tipe orang yang tertutup..tapi kenapa kau menanyakan hal seperti itu?…apa sesuatu yang buruk tengah terjadi?”kali ini Emilia berbalik bertanya.
“Ah..itu..tidak ada nona”jawab Michelle berbohong
“Kau yakin tidak ada?..jangan coba-coba berbohong!”kini Emilia tengah menatap penuh menyelidik ke arah Michelle
__ADS_1
Akhirnya Michelle merogoh sakunya mengambil benda kotak miliknya.Ia menyentuh layar ponselnya dan menampilkan sebuah gambar.
“Waktu itu saya tidak sengaja melihat kak Louis di sebuah pusat perbelanjaan bersama dua orang yang aku pikir mereka adalah sepasang suami istri..sepanjang saya hidup bersamanya,hari itu adalah hari pertama saya melihat ia tertawa lepas bahkan sepanjang mereka bersama kakak saya terlihat sangat bahagia..saya hanya sedikit penasaran,siapa mereka dan kenapa mereka terlihat begitu akrab dengan kakak saya”
Michelle memperlihatkan sebuah foto dimana Louis tengah tersenyum sembari memasukkan setiap kantong belanja kedalam bagasi mobilnya yang dibantu oleh sepasang suami istri.
Deg…
Jantung Emilia tiba-tiba berdetak kencang,dengan mata yang sedikit melotot ketika melihat dua orang yang berada di samping Louis.
“A-ayah..i-ibu..”gumamnya dalam hati.
Cukup lama Emilia memandangi foto itu beribu pertanyaan mulai masuk kedalam kepalanya sama hal seperti Michelle ketika melihat kejadian itu.
“Apakah nona mengenal mereka?”tanya Michelle
“Ah,,ya..bisakah kau mengirim foto itu..mungkin nanti aku akan menanyakannya kepada Damian”sahut Emilia mencoba tetap santai.
“Baiklah nona..terima kasih dan maaf telah merepotkan anda”Michelle mengirim foto itu ke kontak Emilia seperti perintah sang nona.
Emilia hanya menganggukkan kepala,karena tiba-tiba ia menjadi tidak fokus.
__ADS_1
“Kenapa kak Louis bisa bersama ayah dan ibu”gumam Emilia dalam hati.
Bersambung…