HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 29


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Emilia terus menangis dengan langkah yang masih menyesuaikan dengan langkah Damian.Baru saja merasakan segarnya angin di luar sana kini ia harus kembali menelan kenyataan pahit bahwa Damian pasti akan mengurungnya kembali di dalam sangkar emas itu.


Karyawan yang menyaksikan itu hanya bisa diam sembari menerka-nerka kejadian yang tengah di alami oleh Emilia.


Kepala Emilia terus menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang telah basah oleh air mata.


Tanpa sepatah kata pun Damian menekan tombol lift dan tak lama setelah itu pintu liftnya terbuka.


Dengan kasar Damian menghempaskan tubuh Emilia untuk masuk kedalam lift,beruntung tubuhnya masih bisa menjaga keseimbangan sehingga ia tak sampai terjatuh.


Ttiinngggh.....


Pintu lift terbuka,kini mereka sudah sampai di ruangan atas perusahaan itu.Kembali Damian manarik tangan Emilia dengan kasar dan membawa nya kedalam ruangan.


Ceklek...


Pintu terbuka begitu saja hingga Louis pun sedikit terkejut.


“Keluar”perintah itu ia tujukan kepada Louis


Tanpa banyak bertanya,Louis bangun dari posisinya dan keluar dari ruangan itu.Namun ia tetap menyempatkan diri untuk melirik ke arah wanita yang terlihat menangis tersedu-sedu.


“Masalah apa lagi sekarang”gumam Louis dalam hati.


Bbrraakkk...ceklek...


Damian membanting pintu ruangannya dan mengunci pintu itu rapat-rapat.Emilia terlonjak kaget dan hal itu semakin membuatnya ketakutan.


“Ya Tuhan selamatkan lah hamba”doa Emilia dalam hati.


“Apakah kau begitu senang dipeluk oleh laki-laki itu?”pertanyaan itu menbuat Emilia bingung harus menjawab apa


“Aku tidak sengaja bertemu dengannya dan aku pun tidak tahu jika dia akan memelukku”jelas Emilia dengan air mata yang semakin mengalir deras


“Benarkah seperti itu?”


“Aku tidak melihat ekspresi terkejut sedikit pun di wajahmu jika memang kejadian itu secara tiba-tiba”Damian terus memojokkan Emilia


Emilia diam tak tahu harus menjelaskan seperti apa lagi.


“Kau diam..berarti apa yang menjadi kecurigaanku memang benar adanya”

__ADS_1


“Lalu jika benar apa urusannya denganmu?...kau tak punya hak marah kepadaku karena kau bukan siapa-siapa”Emilia benar-benar sudah kehabisan kata-kata


“Apa kau tuli hah...berkali-kali aku katakan kau adalah mainanku dan tidak seorang pun yang bisa menyentuhmu selain aku..mengerti!”Teriak Damian penuh penekanan.


“Apa salahku hah..apa salah ku sampai kau begitu membenciku Damian..katakan”Emilia ikut berteriak karena ia sudah tidak tahan lagi.


“Kau ingin tahu apa kesalahanmu?”


“Kesalahanmu adalah karena kau berani menggoda laki-laki lain”senyum devil Damian membuat Emilia bergidik ngeri.


“Katakan..bagian mana saja yang disentuh oleh bajingan itu?”damian mendekat ke arah Emilia


Emilia memundurkan tubuhnya ketika Damian terus melangkah maju untuk mendekat.Ia benar-benar merasa takut saat ini karena Damian terus menatapnya.


“Ja..jangan mendekat..”pinta Emilia dengan raut wajah gugup


Damian tak menggubris permintaan Emilia,ia terus melangkah hingga Emilia menempel di dinding dan tak bisa melangkah mundur lagi.


“Da..Damian jangan mendekat”


Tanpa di duga,Damian meraih wajah Emilia dan ******* bibir merah muda milih Emilia dengan sangat kasar.


Emilia tersentak dengan apa perlakuan Damian.Ia merasa seperti diperlakukan layaknya ****** diluar sana.Ciuman Damian benar-benar kasar dan rakus hingga Emilia memutuskan untuk menggigit bibir Damian agar ia dapat terlepas dari ciuman itu.


Dengan emosi yang kembali memuncak,ia mencium kembali bibir itu bahkan saat ini ia meletakkan salah satu tangannya di belakang kepala Emilia agar ia tak bisa melawan.


“Hhhmmm”teriakan Emilia tertahan.


Ia memukul dada bidang Damian dengan sekuat tenaga meskipun itu tak menimbulkan rasa sakit sedikit pun


Damian semakin menjadi,ia mengangkat tubuh mungil itu dan membawa ke atas sofa yang berada di ruangan itu.Emilia mencoba memberontak dengan bibir yang masih tertahan oleh ciuman kasar Damian.


Bbrraakkk...


Dengan kasar Damian melempar tubuh Emilia ke atas sofa.


“A..apa yang kau lakukan.”Emilia semakin ketakutan melihat Damian membuka jas yang ia gunakan.


“Bukankah kau menyukainya” Damian kembali mendekat dan kini menarik tubuh mungil itu kedalam kungkungannya


“Lepaskan aku Damian..jangan lakukan ini..hiks..hiks...”pinta Emilia dengan air mata yang mengalir deras


Damian tak memperdulikan tangisan Emilia,ia membuka satu persatu kancing kemeja yang ia gunakan dan kembali mencium Emilia dengan kasar.

__ADS_1


“Hhhmmmm”Emilia mencoba memberontak namun tenaganya tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan tubuh kekar Damian.


Tangan yang satu Damian gunakan untuk mencekal kedua tangan Emilia dengan menariknya keatas,Sedangkan tangan yang satu ia gunakan untuk membuka kancing baju Emilia.


“Hhhmmmm”Emilia kembali berteriak dengan tertahan ketika tangan Damian berhasil menyusup masuk.


Ia memejamkan matanya kuat ketika merasakan sakit sekaligus nikmat yang tak pernah ia rasakan.Namun ia tak boleh terhanyut begitu saja,Ia memang mencintai Damian namun saat ini harga dirinya sedang dipertaruhkan.


“Apa kau menyukainya hm?”bisik Damian ditelinga Emilia.


Damian mer*mas kuat gunakan kecil itu,tak lupa ia tersenyum puas melihat ekspresi wajah Emilia.


“Damian..KU mohon jangan lakukan ini padaku...hiks...hiks...”pinta Emilia yang sama sekali tak membuahkan hasil.


Dddrrrttttt...


Ponsel Damian bergetar beberapa kali dan Damian menyadari itu sehingga dengan sangat terpaksa ia menyudahi kegiatannya itu.


“Ini adalah pelajaran untukmu..jika aku melihat kejadian seperti ini lagi maka aku tidak akan segan-segan lagi padamu..mengerti”ucap Damian sebelum akhirnya ia bangkit dan mengambil ponselnya


Emilia masih terisak,ia merapikan kembali baju yang dibuka oleh Damian.


“Baiklah..tunggu aku 15 menit lagi..aku akan datang ke ruang rapat”ucap Damian mengakhiri obrolannya.


“Diam disini..jangan pernah berpikir untuk kabur karena itu akan sia-sia”


Damian merapikan kembali kemeja dan juga jasnya sebelum keluar dari ruangan itu.


Bbrrraakkkk.....


Damian menutup pintu itu dengan sedikit keras dan pergi meninggalkan Emilia yang masih Terisak.


“Hiks..hiks..kenapa harus aku yang menerima semua ini”sesal Emilia dalam hati.


Sedangkan diluar sana,Louis telah menunggu tuannya untuk masuk kedalam ruangan rapat.Dia sengaja memajukan waktu rapat agar bisa menyelamatkan Emilia.Tanpa melihat apa yang tengah terjadi di dalam sana,ia sudah tahu bahwa tuannya sedang marah dan pasti akan berlaku kasar.


“Silakan tuan..semua sudah menunggu anda”ucap Louis mempersilakan Damian masuk.


Bersambung....


Ayo..Damian marah liat Emilia di peluk Brain?


Ada yang tahu kenapa🤔

__ADS_1


__ADS_2