HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 62


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Suara kicauan burung membangunkan seorang wanita yang terlelap dalam pelukan kekasihnya.Mata indahnya mengerjap perlahan seiring dengan masuknya cahaya sinar mentari melalui celah gorden.


“Eehhnngg…”lenguhan kecil terdengar kala ia tersadar dari alam mimpinya.


Tiba-tiba alam bawah sadarnya mengingatkannya kepada janji seseorang kemarin malam sebelum ia benar-benar terlelap.


“Beib bangun…”Emilia mengguncang tubuh Damian perlahan.


“Eehhmm..ada apa baby?”suara serak khas bangun tidur terdengar merdu.


“Aku ingin menagih janjimu”jari tangannya sibuk bermain di atas dada bidang Damian.


“Janji apa?”Suaranya lemah dengan mata yang masih setia tertutup rapat.


“Janji yang kau ucapkan kemarin malam itu”ucapnya manja


“Yang mana?”goda Damian dengan keadaan setengah sadar karena jujur ia masih sangat mengantuk.


Tentu saja Emilia menjadi kesal karena Damian berpura-pura tidak mengingat janjinya kemarin malam.


“Aaakkhhhh…”teriakan Damian terdengar nyaring kala gigi Emilia menancap sempurna di bagian dadanya.


“Sakit..sakit..aakkhhh..”rintihnya sembari mencoba menjauhkan kepala Emilia dari dadanya.


“Ampun iya..aku ingat..aku ingat”rasa kantuknya langsung hilang.


“Jika kau masih tidak mengingatnya maka aku akan menggigitnya lebih keras lagi”ancam Emilia


Damian terkekeh melihat ekspresi menggemaskan dari wanitanya,entah mengapa ia sangat senang menggoda Emilia karena wanita itu sangat cepat kesal.

__ADS_1


“Ikutlah bersamaku pagi ini dan kau akan tahu jawabannya”ujar Louis sembari mengelus lembut pipi Emilia


“Kemana?”


“Ikut saja dan jangan banyak bertanya”Damian kembali merapatkan kedua matanya.


Emilia masih terdiam karena jujur ia semakin penasaran.Damian tahu itu,dan ia segera menarik kembali wanitanya masuk kedalam pelukannya.


“Aakkhh..”pekik Emilia kala Damian menariknya.


“Biarkan seperti ini beberapa menit lagi”ujar Damian kala Emilia ingin melepaskan diri


Akhirnya mereka kembali memejamkan mata menikmati kebersamaan.


****


Ditempat lain,Wijaya dan jesica tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan tamu spesial mereka.


Mereka sengaja bangun lebih awal demi menyiapkan semuanya.Raut wajah bahagia terukir jelas di wajah pasangan suami istri itu.


“Sudah honey..aku sudah menatanya dengan rapi”jawab Wijaya sembari menghampiri sang istri yang masih berkutat dengan peralatan masaknya.


“Terima kasih”tangan Wijaya meraih pundak sang istri dan merangkulnya dengan penuh kasih sayang.


“Terima kasih?..terima kasih untuk apa honey?”jesica menghentikan kegiatannya sejenak beralih menatap sang suami.


“Terima kasih karena kau mau menerima mereka”


Jesica tersenyum simpul mendengar kalimat sang suami.Ini lah yang ia sukai dari suaminya,meskipun umur mereka sudah tidak muda lagi namun sifat manis sang suami tak pernah berubah.


“Kau tidak perlu berterima kasih untuk itu honey..mereka adalah anak-anakmu dan itu berarti mereka juga anak-anakku meskipun bukan aku yang melahirkan mereka..aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan..kau sudah bekerja keras selama ini dan sekarang kau berhak menikmati hasilnya”jesica menangkup wajah sang suami dan menciumnya singkat.

__ADS_1


“Sekarang bersiaplah..mereka akan segera sampai”ucapnya lalu kembali melanjutkan kegiatannya yang belum selesai.


****


Michelle nampak kebingungan karena sang kakak memintanya untuk bersiap-siap namun tak memberi tahu alasannya.Ia ingin bertanya tapi dia tidak mempunyai keberanian untuk itu.


Begitu pun dengan Michael yang juga terlihat bingung karena tiba-tiba sang kakak sulung memintanya untuk libur dan segera bersiap-siap.


Louis melirik jam tangan yang ia pakai,sudah hampir 20 menit lamanya ia berdiri di depan kamar sang adik perempuan namun ia tak kunjung keluar.


“Aku sudah selesai kak”ujar Michelle yang baru saja membuka pintu.


“5 menit lagi kau dan Michael harus sudah sampai di bawah jika tidak aku akan mengirim kalian berdua ke mansion utama”ujar Louis penuh ancaman yang membuat Michelle segera berlari menuju kamar sang kakak kedua.


Tok..tok..tok..tok…


“Kak Michael cepat lah..kita sedang dalam bahaya”teriaknya


“Berisik..bisakah kau tidak berteriak”ucap Michael yang muncul dari balik pintu


“Tidak bisa..aku harus berteriak agar kita berdua selamat..kita harus segera turun karena kak Louis hanya memberi kita waktu 5 menit saja dan jika kita terlambat bersiaplah untuk pergi ke mansion utama”jelas Michelle tersengal-sengal.


Tanpa sepatah kata pun Michael langsung berlari meninggalkan sang adik yang masih mengatur nafas.


“Kak Michael tunggu”teriak Michelle yang ikut berlari menyusul sang kakak.


Dibawah sana Louis kembali melirik jam tangannya dan mulai menghitung mundur.


“5..4…3…2…”


“Ayo kak”sahut kedua adiknya yang baru saja tiba dengan nafas yang masih tak beraturan.

__ADS_1


“Masuk”perintahnya


Tanpa banyak bertanya lagi mereka berdua masuk kedalam mobil dengan sejuta pertanyaan di dalam pikiran masing-masing.


__ADS_2