
✨Happy Reading✨
Sederetan mobil mewah mulai terparkir di tempat yang sudah disediakan oleh pihak E.D Corp.Mereka melangkah menuju gedung yang menjadi tempat diselenggarakannya acaranya.Beberapa dari mereka terlihat menggandeng pasangan,namun tak jarang ada yang lebih memilih datang seorang diri.
Tidak hanya rekan bisnisnya saja yang ia undang,tak lupa ia mengundang sahabat-sahabat Damian yang selalu setia membantu selama ini.Albert,Dannis,Darren,dan Dion mereka memilih datang tanpa pasangan.
Emilia sebagai pemilik dari perusahaan E.D Corp,terlihat begitu cantik malam ini.Dress dengan bahan satin berwarna hitam membalut tubuhnya.Bahan dress yang jatuh membuat lekuk tubuhnya sedikit terekspos.Tidak lupa ia memakai topeng yang menutupi hanya bagian matanya sesuai tema acaranya malam ini.
Emilia melihat penampakan dirinya melalui cermin besar yang ada di salah satu ruangan tempat ia merias diri.Senyum getir menghiasi wajahnya yang semakin sempurna dengan polesan make up tipis sesuai keinginannya.
“Jika kau ada disini,kau pasti akan melarangku keluar dengan alasan aku terlalu cantik”gumamnya
Ceklek..
Seseorang tiba-tiba masuk dan mengejutkannya.
“Maaf nona jika saya mengganggu..para undangan sudah datang dan acara akan segera dimulai”ujar seorang wanita yang tak kalah cantik pada malam ini.
Ya..dia adalah Audrey,sekretaris Emilia yang setia menemaninya hingga dititik ini.
“See..gaun itu sangat cocok untukmu”ujar Emilia melihat penampilan Audrey dari pantulan cermin
Audrey menunduk malu”terima kasih nona..tapi aku sedikit merasa aneh karena bagian belakangnya terlalu terbuka”jawabnya dengan nada tidak enak hati.
Emilia menoleh dan menghampiri Audrey”Hey..apa sekarang kau malu?”
Audrey menggelengkan kepalanya dengan cepat”tidak nona..hanya saja aku merasa sedikit aneh.Mungkin seiring berjalannya waktu,aku akan terbiasa”
Emilia tersenyum senang dan mendekat ke arah telinganya Audrey”kau tahu,kakakku suka jika melihat wanita mengenakan gaun seperti ini.Maka dari itu kakakku memilih gaun ini”bisiknya di telinga Audrey
Audrey sedikit terkesiap,apa maksud dari ucapan nonanya?
Tanpa ia ketahui,Emilia memang meminta pendapat Louis untuk gaun yang akan ia beli.Dan tanpa sepengetahuan Louis,Emilia meminta dirinya untuk memilihkan gaun yang akan dipakai Audrey nanti.
“Jadi..kau harus tunjukan jika kau pantas memakai gaun ini”imbuhnya lalu pergi keluar meninggalkan Audrey yang masih melamun.
“Ah..benarkan?..dia memilih gaun ini?..waahhhh senangnya”gumam Audrey dalam hati.
Hatinya benar-benar berbunga-bunga malam ini,Audrey ikut keluar untuk menyusul nona nya yang sudah berada di lantai dasar.
Setiap langkah Audrey,ia seperti sedang berjalan di atas kebun bunga.Terasa indah dan begitu menyenangkan,mungkin karena saat ini hatinya merasa senang.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika suara bariton seorang pria memanggilnya.
“Hey..”panggil laki-laki yang suara tidak asing ditelinganya.
Audrey diam mematung”di-dia ada disini?”gumamnya dalam hati
“Apa kau tuli?”tanya si laki-laki yang tak lain adalah Louis
Adurey menarik nafasnya sejenak,dengan keberanian yang ada ia menoleh kebelakang untuk menjawab rasa penasarannya dengan mata yang tertutup rapat.
Louis mengernyitkan dahinya karena Audrey menutup matanya rapat.
“Kenapa kau menutup matamu?”tanya Louis
“Kenapa rasanya seperti nyata?”gumam adurey dalam hati yang mengira jika suara louis hanya hayalannya semata.
“Dan sekarang kau menjadi bisu”ujar lousi kesal.
Karena tak kunjung mendapat respon,louis mendekat ke arah Audrey.Namun untuk beberapa saat,ia terpesona dengan penampilan Audrey malam ini yang terlihat semakin cantik.Tanpa ia sadari jika gaun yang dikenakan Audrey malam ini adalah gaun pilihannya.
“Cantik”gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Namun untuk sepersekian detik louis tersadar.
Pplleettaakkk!!!
Sentilan keras dari jadi tangan louis mendarat sempurna di dahi Audrey.
“Aakkhhh…”pekik Audrey sembari membuka matanya
“Beruntung kau tidak mati rasa”sindir louis
Audrey memegangi dahinya yang mulai berdenyut akibat sentilan keras Louis,sesekali ia meringis membayangkan jika saat ini dahinya akan benjol.
“Aku ingin bertanya sesuatu padamu?”ujar louis
“A-apa?”
“Kemana adikku?”
“No-na sudah kebawah”jawabnya dengan nada masih tergagap-gagap.
“Lalu kenapa kau masih disini dan membiarkannya turun seorang diri..sekretaris macam apa kau”omel louis
“Maaf..aku baru ingin menyusulnya”Audrey menundukkan kepalanya.
“Lalu kenapa kau masih disini”tanya louis lagi
Dengan sigap Audrey melangkah turun ketika mendapat kalimat yang menurutnya adalah sebuah ancaman.
Sedangkan dibawah sana,Audrey mulai berbicara didepan tamu undangan.Ia mengucapkan terima kasih kepada semua para tamu yang hadir dan mempersilakan mereka untuk menikmati hidangan yang ada.Dan selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbolis dibukanya perusahaan milik Emilia.
Setelah itu,acara dilanjutkan dengan berdansa.Beberapa dari tamu undangan terlihat sangat antusias,beruntung bagi yang sudah mengajak pasangan karena mereka tidak perlu repot-repot mencari pasangan.Ada juga yang mencari kesempatan untuk mendekati wanita yang hadir pada acara itu.
Emilia nampak tersenyum melihat beberapa orang berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.Terbesit rasa iri di dalam hatinya melihat keromantisan mereka.
Emilia nampak berpikir sejenak”baiklah..tidak masalah bukan”gumam Emilia dalam hati.
Emilia menganggukkan kepalanya lalu menerima uluran tangan si laki-laki.
Mereka berjalan ketengah sembari berpegangan tangan,perhatian para tamu teralihkan kepada pasangan yang baru saja memasuki tempat dansa.Ditambah lampu yang menyorot ke arah mereka
Para tamu bertepuk tangan melihat keserasian Emilia dan si laki-laki yang sedang berdansa.Namun tiba-tiba..
Bbrrraakkk!!!!
Seseorang menabrak si laki-laki hingga terjatuh dan tersungkur.Beruntung Emilia masih bisa menjaga keseimbangannya hingga dia tak ikut terjatuh.
Emilia sedikit terkejut,ia melihat sejenak laki-laki yang jatuh ke atas lantai lalu beralih menatap pelaku yang menabraknya.
“Tak bisakah kau berhati-ha..”kalimat Emilia terhenti kala matanya bertemu dengan tatapan marah seorang pria yang begitu ia kenal.
“Kau,.”untuk beberapa saat Emilia masih diam mematung.
laki-laki Dihadapannya terlihat sangat familiar,bahkan ia tahu betul siapa pemilik tatapan itu.
“Da-Damian..”panggilnya
Laki-laki yang menabrak lawan dansa Emilia langsung menatap terlihat panik kala Emilia menyebut nama seseorang.
Dengan sigap ia berlari meninggalkan Emilia yang masih mematung.
“Hy..tunggu..”Emilia ikut berlari untuk mengejar si laki-laki yang tak lain adalah Damian,meninggalkan para tamu yang terlihat bingung.
Louis dan Audrey yang melihat kejadian itu langsung mengambil alih acara agar tamu tidak kebingungan dan tetap merasa nyaman.Namun tak ada satupun dari mereka mencoba menghentikan Emilia termasuk para sahabat Damian karena mereka berempat tengah berada di ruangan lain.
__ADS_1
Emilia masih terus berlari,bahkan gaun yang ia kenakan sudah sobek dibagian bawah karena ia melangkah dengan panjang.
“Damian..berhenti..aku tahu itu dirimu..”teriak Emilia
Damian terus berlari tanpa menoleh kebelakang,bahkan ia sudah menelpun seseorang untuk menjemputnya dengan segera.
Cciittt!!!
Mobil hitam berhenti tepat di depan Damian,lebih tepatnya ia sudah sampai di ujung jalan.
Bbrraakkk!!!
Damian segera masuk”Hah..Hah..Hah..Hah..ayo jalan”perintah Damian
“Tapi tuan..nona masih mengejar”ujar Zack yang melihat nona masih berlari ke arah mobilnya
“Zack..jalan”
Zack tak bisa berbuat apa,dalam hatinya ia sungguh merasa tidak tega melihat nonanya seperti itu.Tapi perintah tuannya tak bisa ia langgar saat ini.
Mobil mereka melaju meninggalkan Emilia yang masih berlari dengan air mata yang membasahi pipinya.
“DAMIAN!!!..aku tahu itu dirimu..hiks..”teriaknya lebih lantang.
Hingga di detik berikutnya ia terjatuh dengan lutut terperosok ke atas tanah.
“Aakkhhh…hiks..hiks..kenapa kau menghindariku”ia terduduk dengan luka di bagian lutut,namun rasa sakitnya tidak sebanding dengan sakit hati yang ia rasakan saat ini.
Zack kembali melihat ke arah spion”tuan..nona terjatuh”pekik Zack
“Jangan ubah laju mobilmu”perintah Damian tanpa menoleh ke arah spion.Damian masih marah karena Emilia berdansa dengan pria lain.
Ggglleeddaarrr!!!
Tiba-tiba terdengar suara guntur dari langit,cuaca memang mendung sedari tadi.
Emilia tersentak mendengar suara guntur yang menggelegar,ia menutup dengan kuat kedua telinga sembari meringkuk.
“Tidak..tidak..hiks..hiks..”Emilia mulai ketakutan dengan tubuh yang gemetar.
Dduuaarrrr!!!!
Suara guntur terdengar lagi,bahkan kali ini diiringi oleh guyuran air yang deras dari atas sana.
“Hiks..aku takut..tolongggg!!”teriak Emilia dengan tubuh semakin gemetar.
Ia memang takut dengan suara guntur,bahkan bisa dibilang ia phobia terhadap suara guntur.
Hujan terus turun dengan derasnya diikuti oleh suara guntur yang terus bersahutan menbuat penderitaan Emilia semakin terasa.Tak ada seorang pun yang datang untuk menyelamatkannya hingga di detik berikutnya ia tak sadarkan diri.
“Damian..”lirihnya sebelum matanya benar-benar tertutup.
Bersambung….
Hy guys..
Kalian tau gak,akhirnya aku nemuin drama yang berisikan tentang seseorang yang memiliki alter ego..
Aku exited banget loh jadinya..karena di drama itu sangat menjelaskan bagaimana seseorang yang memiliki alter ego..
Kira-kira kalian ada yang tahu gak ya?
yang jelas ini drama Korea ya..
__ADS_1
Kalau kalian tahu,bisa ditulis di kolom komentar ya😉