HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 76


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Tok..tok..tok...


“Baby..buka pintunya..kau boleh minta apa saja tapi jangan seperti ini”rengek Damian di depan pintu kamar Emilia.


Namun Emilia tetap teguh pada pendiriannya,bahkan ia memasang penutup telinga agar bisa tidur nyenyak tanpa mendengar rengekan Damian.


Ya..meskipun Emilia sudah memaafkan Damian bukan berarti ia lolos dari hukuman.Rasa kesal di dalam hatinya belum hilang sepenuhnya sehingga ia memutuskan untuk memberi Damian sedikit pelajaran.


Hukuman yang diberikan Emilia tergolong ringan,Selama tiga hari Emilia tak akan tidur di kamar Damian begitu juga sebaliknya.Emilia juga melarang Damian untuk menciumnya dengan alasan ada bekas bibir wanita lain di bibirnya.


Selain itu,Emilia juga meminta akses keluar masuk dengan bebas karena ia ingin berjalan-jalan besok.


Berbekal bantal tidur yang ada di tangan,damian duduk di depan pintu kamar Emilia berharap kekasihnya itu merasa iba terhadap dirinya.(Hancur sudah reputasi sang psikopat🤪)


“Baby..bagaimana aku bisa tidur dengan nyenyak kalau tidak bersamamu?..bagaimana jika mimpi itu datang lagi?..aku tidak memiliki obat itu lagi..baby..”rengeknya


Sudah hampir 1 jam lamanya ia duduk disana,usahanya seakan sia-sia karena wanitanya sudah tidur dengan nyenyak.


“Tuan?..apa yang anda lakukan disini?”tanya Louis yang baru saja tiba.


“Ini semua karenamu”damian menatap malas ke arah Louis yang tak mengerti apapun.


“Saya?”


“Iya..andai saja waktu itu kau datang lebih dulu dari pada dia..saat ini aku pasti sudah tidur dengan nyenyak bersamanya”jelas damian


“Maafkan saya tuan”hanya kalimat itu yang bisa Louis ucapkan saat seperti ini.

__ADS_1


“Anda yang menggali kuburan anda sendiri,lalu sekarang anda menyalahkan saya..Hah..”gumam Louis dalam hati.


Meskipun semua yang terjadi tidak ada sangkut paut dengan dirinya,tetap saja tuannya tidak akan mengaku salah.


“Sebaiknya anda kembali ke kamar tuan karena hari sudah larut malam..”ujar Louis


“Tidak..sebelum dia keluar menemuiku,aku tidak akan beranjak..”


“Tapi…”


“Pergilah..aku masih ingin berjuang,,dia tidak akan tega melihatku duduk disini..aku yakin sebentar lagi dia akan keluar dan mengajakku masuk”ujar damian penuh percaya diri.


“Baiklah tuan..kalau begitu saya permisi..”Louis membungkukkan badannya lalu pergi meninggalkan damian seorang diri.


Tidak terasa waktu terus berjalan,detik demi detik,menit demi menit berlalu hingga tak terasa jam telah menunjukkan pukul 6 pagi.


Tubuh Emilia menggeliat dengan mata yang mengerjap perlahan.Penutup telinga yang ia pasang masih melekat sempurna di telinganya.


Tidak butuh waktu yang lama,20 menit adalah waktu yang cukup baginya untuk mempersiapkan diri memulai hari yang cerah ini.


Ceklek…


Ia membuka pintu kamarnya hendak pergi ke dapur untuk membuat sarapan.Namun sebuah pemandangan membuatnya sedikit terkejut.


“Aaa..”teriaknya


“Kenapa dia tidur disini..”gumam Emilia dalam hati.


Emilia terkejut saat melihat damian tertidur didepan pintu kamarnya hanya beralaskan satu buah bantal.

__ADS_1


“Mungkin ini hanya akal-akalannya saja..siapa tahu jika dia tidur dikamar dan ketika ia tahu aku akan keluar ia langsung tidur disini”begitulah isi otak Emilia ketika melihat damian tidur disana.


Tak ada rasa iba sedikit pun jika dia mengingat kejadian kemarin pagi.Bahkan ia melewati tubuh damian yang masih tertidur tanpa meliriknya sedikitpun.


“Eenngghh…baby..”terdengar suara serak khas bangun dari Damian.


Emilia menghentikan langkahnya namun tidak menoleh ke arah Damian.


“Aku mohon jangan seperti ini..aku tersiksa jika harus tidur disini dan sendiri..”rengeknya dengan mendekat ke arah Emilia.


“Aku pun tersiksa melihatmu mencium wanita lain”jawab Emilia seakan kejadian kemarin pagi adalah kesalahan laki-lakinya.


“Hey aku tidak menciumnya,dia yang menciumku..”ujar Damian tak terima


“Sama saja..kalian menyatukan bibir dan itu artinya kalian berciuman..entah siapa yang memulai aku tidak perduli..”nada Bicara Emilia masih terdengar kesal.


“Oh Ayolah baby..maafkan aku..aku berjanji itu adalah yang terakhir kalinya..kU mohon kembalilah tidur bersamaku..please..”Damian menangkupkan kedua tangannya memohon agar wanitanya bisa luluh.


“Hhmm..baiklah,aku akan tidur dikamar bersamamu tapi dengan ranjang yang berbeda..”


“Hey kenapa bisa seperti itu..”protesnya


“Ikuti atau tidak sama sekali..”


“Baiklah..tapi jangan berlama-lama..”


“Berdoalah agar rasa kesalnya bisa cepat hilang”ujar Emilia sembari berjalan meninggalkan Damian yang masih mematung.


“Hah..beginikah rasanya menjadi seseorang yang bersalah..”Damian menghela nafasnya sebelum akhirnya kembali ke kamar dan bersiap pergi ke kantor.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2