HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 84


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Suasana di dalam mobil terasa begitu canggung,pasalnya setelah keluar dari villa tersebut,Emilia terus menggeliat di dalam gendongan Lukas.Racauan yang keluar dari bibir Emilia benar-benar membuat Louis dan Michael berdehem beberapa kali.


“Beib..panas..”lirih Emilia dengan tangan yang sibuk membuka satu persatu kancing kemeja Lukas.


Obat perangsang yang disuntikkan oleh Audrey membuat gairah Emilia meningkat.Ia sudah tidak dapat mengendalikan ***** yang setiap menitnya terasa meningkat.


Bahkan saat ini ia tak memiliki rasa malu sedikitpun kepada dua lelaki single yang duduk di depan.


“Hey..bersabarlah baby..sebentar lagi kita sampai..”tangan Lukas bergerak kesana kemari untuk menghalau pergerakan tangan Emilia yang begitu aktif


Bahkan ia terlihat kewalahan,karena Emilia benar-benar agresif.Seperti saat ini,Emilia tengah memberi tanda kepemilikan di lehernya.Sekuat tenaga ia menahan agar tidak terbawa suasana karena ia sadar wanitanya tengah berada dalam pengaruh obat.


“Oh astaga..tahan junior..kau belum saatnya beraksi saat ini..tunggulah hingga nanti moment itu datang”gumamnya dalam hati menenangkan sesuatu yang hendak memberontak dibawah sana.


Michael yang penasaran dengan suara di belakang sana mencoba melirik melalui kaca spion.


“Fokuslah menghadap kedepan jika kau masih menyayangi matamu”ujar Louis memperingatkan sang adik.


Mendengar kalimat itu,Michael langsung terdiam dengan mata yang kembali fokus melihat kedepan.


“Hhhmm..no baby..kau tidak boleh melakukan ini..”ujar Lukas yang lagi-lagi mendapat serangan dari Emilia.


Dua laki-laki jomblo yang berada di kursi depan lagi-lagi dibuat panas dengan suara-suara aneh di kursi belakang.Jika boleh memilih,mereka berharap untuk saat ini saja telinga mereka tak bisa mendengar apapun.


“Kenapa aku harus ikut mereka tadi..seharusnya aku berdiam diri di mansion dan mengambil hukuman”gerutu Michael yang menyesali keputusannya.


“Sshh..louis…hubungi Dion..suruh dia mengosongkan loby rumah sakit ketika aku datang..”perintahnya dengan tangan yang tetap fokus menghalau tangan Emilia.


“Ba-baik tuan..”


Seperti perintah Lukas,Louis meminta Dion agar mengosongkan loby rumah sakitnya untuk sementara waktu karena mereka akan segera sampai.


Lukas melakukan itu bukan tanpa alasan,keadaan Emilia saat ini benar-benar kacau dan ia tak ingin ada orang lain yang melihat keadaan wanitanya saat ini.


“Sudah tuan..dan kita akan segera sampai..”ujar louis

__ADS_1


“Baiklah..bisakah kau lebih cepat lagi..”


“Baik tuan..”


Louis melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena saat ini jarak ke rumah sakti Dion sudah sangat dekat.


Sesuai instruksi dari louis,Dion meminta stafnya untuk mengosongkan loby sementara waktu.Ia sendiri tidak tahu apa alasan sahabatnya meminta hal itu,namun ia tahu pasti ada sesuatu yang harus ia lindungi.


Cciiittt….


Mobil mereka telah berhenti tepat di loby rumah sakit,Lukas keluar lebih dulu dengan Emilia yang masih dalam gendongannya.


Wanita itu bahkan tak menyadari dimana ia berada saat ini,pengaruh obat yang disuntikan Audrey benar-benar membuatnya gila.


“Ada apa brother..”tanya Dion yang baru saja tiba untuk menyambut kedatangan Lukas


“Wow..wow..wow..ada apa dengannya?”dion dibuat terkejut dengan posisi Damian dan Emilia.


Emilia terlihat seperti anak kecil yang bergelayut manja di gendongan ibunya.


“Nanti akan aku jelaskan..sekarang aku harus membawanya ke ruangan..”wajah Damian benar-benar terlihat frustasi.


Damian berjalan lebih cepat karena ia ingin Emilia mendapat penanganan secepat mungkin.


“Jika aku tidak salah..dia sedang dibawah pengaruh obat perangsang”tebak Dion kala mereka sampai di ruangan yang ia maksud.


“Benar..dan cepat berikan obat penawar untuknya..”


“Sebenarnya kau tak usah membawanya kemari karena penawar paling ampuh dari obat perangsang adalah dengan melepaskan sesuatu yang harus dilepaskan..”jelas Dion


“Sebelum kau menjelaskannya padaku..aku sudah tahu..tapi aku tidak ingin melakukan itu di kondisinya yang seperti ini”


“Wwwooww..kau tak ingin menyentuhnya?”


“Aku bukan tidak mau..hanya saja aku sudah berjanji padanya jika semua itu akan aku lakukan setelah aku menikahinya nanti..”


“Aahhh…Lukas..panas..ssshhh…”Emilia kembali meracau.

__ADS_1


“Wah..kau memang laki-laki idaman..”puji Dion


“Jangan berbasa basi..cepat lakukan sesuatu..aku tidak tega melihatnya seperti ini..”


“Dulu kau sangat teganya dengannya..”ledek Dion yang mendapat tatapan tajam dari Damian dan juga louis


“Cepat atau aku ratakan rumah sakit mu”ancam Lukas


“Baiklah..kenapa sahabat-sahabatku selalu mengancamku setiap saat..”gerutu Dion yang mulai mengambil sesuatu dari dalam rak khusus.


“Ambil ini dan berikan padanya..setelah itu cobalah untuk menenangkannya..mungkin akan sedikit lama jadi kau harus bersabar..”jelas Dion


Damian mengangguk mengerti setelah itu dia mencoba memasukkan obat itu ke dalam mulut Emilia namun itu tidak semudah yang ia pikirkan.


Wajah Emilia bergerak kesana kemari sehingga ia sedikit sulit ditambah kedua tangannya sibuk menghalau tangan Emilia.


“Cobalah menggunakan trik Albert..”seru Dion


“Bagaimana?”


“Masukkan obat itu kedalam mulutmu dan setelah itu kau masukkan ke mulutnya..”jelas Dion dengan sedikit canggung


“Kau melihatnya saat Albert melakukan itu?”tanya Damian


Dion mengangguk kepalanya pelan,karena saat ini dua orang pengawal tengah menatapnya.


Tanpa basa-basi Damian mengikuti cara yang diberikan Dion,pil itu ia masukkan kedalam mulutnya lalu ia menempelkan bibirnya dengan bibir Emilia.Tentu saja Emilia menyambut bibir Damian dengan senang hati,ketika mendapat kesempatan Damian memasukkan pil itu kedalam mulut Emilia.


Ketiga pria single yang melihat adegan itu hanya bisa mengalihkan pandangan mereka.


“Ambilkan air”perintah Damian


Dengan sigap Louis mengambil segelas air yang berada id atas meja.


Setelah memastikan obat itu benar-benar masuk kedalam tenggorokan Emilia,Damian ikut duduk di sebelah Emilia sembari mengelus perlahan punggung wanitanya untuk memberi ketenangan.


Louis,Michael dan Dion memilih keluar dari ruangan itu,karena mereka sungguh tidak sanggup melihat pemandangan seperti tadi.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2