
✨The End✨
Damian berlari menyusuri lorong rumah sakit.Setiap langkah yang ia ambil dipenuhi oleh rasa khawatir dan takut.
Michelle tiba-tiba menghubunginya di sela-sela ia melakukan rapat dengan klien barunya.Kabar yang disampaikan oleh adik ipar sekaligus pelayan setianya,membuat dirinya diterpa rasa panik.
Ya..siang ini Emilia mengalami kontraksi karena usia kandungannya sudah memasuki umur 9 bulan.Perutnya tiba-tiba terasa sakit ketika ia hendak turun ke bawah mengambil camilan.
Beruntung Michelle selalu waspada sehingga hal buruk tidak terjadi padanya.Dengan sigap Michelle menghubungi Louis karena memang Damian menugaskan sang tangan kanan untuk tetap berada di mansion.Damian memang hendak mengambil cuti,namun Emilia bersikeras melarangnya cuti.Ia beralasan jika nanti pekerjaan akan semakin menumpuk dan membuat sang suami lebih sibuk lagi.
“Ooeekkk..ooeekk..”
Suara tangisan terdengar nyaring kala dirinya sampai didepan ruangan yang menjadi tempat Emilia melakukan persalinan.
Laki-laki yang sudah sah menjadi seorang ayah itu bahkan mengabaikan orang-orang sekitarnya.
“Sudah lahir..”celetuk jesica.
“Selamat nak”Wijaya menepuk pelan bahu sang menantu.
“Akhirnya boy kau sah menjadi seorang ayah dan aku sudah sah menjadi seorang grandfa”ujar Vernandez yang baru saja tiba setelah Wijaya memberinya kabar beberapa menit yang lalu.
“Selamat tuan Wijaya dan nyonya jesica..kita sudah sah menjadi grandma dan grandfa”Vernandez menghampiri sang besan.
Damian masih tak bergeming namun cairan bening mengalir begitu saja dari mata coklatnya.
“Masuklah temui mereka..istrimu pasti sangat membutuhkanmu”ujar Wijaya
Tanpa menunggu di panggil,Damian melangkah dan segera masuk ke dalam sana.
“Kenapa kau tidak menunggu daddy sayang”gerutunya di sela-sela langkahnya.
Ia memang merasa sangat senang karena dirinya sudah sah menjadi seorang daddy,namun entah mengapa ada celah kecil didalam hatinya merasakan kecewa karena tak dapat mendampingi sang istri melahirkan.
“Selamat nona..bayi anda perempuan dan ia lahir dengan sempurna tanpa kekurangan apapun”ujar sang dokter yang membantu proses persalinan Emilia.
Emilia menangis bahagia,ia melirik sosok malaikat kecil yang tengah menangis di gendongan sang dokter
“Selamat..kau sudah sah menjadi seorang ibu”ujar Louis sembari menegangi bagian kepala dan tangannya yang terasa perih.
Bahkan bekas cakaran Emilia mengeluarkan darah karena kuku Emilia yang menancap sempurna di bagian lengannya.
Buliran keringat juga masih terlihat,menghiasi bagian wajah dan membasahi seluruh tubuhnya.
Emilia berteriak,menjambak dan mencakar Louis tanpa belas kasian.Awalnya ia merasa terselamatkan kala wanita yang tengah kesakitan itu dibawa masuk keruangan,namun perhitungannya salah karena sang dokter meminta dirinya untuk menemani selama persalinan.
Untuk pertama kali dalam hidupnya,Louis mengumpat dan menyumpahi tuannya yang sudah ia dampingi selama kurang lebih 25 tahun lamanya.Itu karena ia harus menerima semua rasa sakit yang seharusnya Damian rasakan.
__ADS_1
“Kak maafkan aku”cicit Emilia ketika melirik laki-laki yang masih menutup rapat matanya sejak pertama kali masuk ke ruangan itu.
“Tidak apa..aku mendapat pelajaran baru hari ini dan aku menjadi tahu bagaimana rasa sakit yang dirasakan oleh seorang wanita yang berjuang untuk melahirkan.”jawab Louis
“Baby..”suara yang familiar itu datang menghampiri Emilia.
Wanita itu tersenyum bahagia melihat kedatangan seseorang.
“Beib..dia sangat cantik dan juga sedikit cerewet”adu Emilia
Damian tak menjawab apapun yang dikatakan oleh sang istri,ia menghampiri Emilia dan langsung memeluknya dengan erat.
“Maafkan aku..dan terima kasih telah berjuang bersamanya..aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa mendampingi mu”air matanya terus mengalir dengan sendirinya seiring dengan rasa bahagia yang tengah dirasakan oleh Damian.
“Ssttt…semua terjadi begitu cepat,sepertinya putri kita sangat tidak sabar untuk melihat dunia”bibirnya tak henti tersenyum kala mengingat rasa sakit yang luar biasa ia rasakan.
Namun semua itu terbayarkan kala melihat wajah cantik malaikat yang ia tunggu dan jaga selama 9 bulan ini.
“Selamat tuan..dan maaf bisakah anda menunjukkan jalan keluarnya?”sela Louis
Damian terkejut karena tidak menyadari keberadaan Louis.
“Louis..kau?..sedang apa disini?”tanya Damian bingung
“Beib..berterima kasih lah kepada kak Louis..kau lihat semua luka itu,akulah penyebabnya”
Damian melirik sang istri dan Louis secara bergantian.
“Tidak perlu berterima kasih tuan,dia adalah adik saya sekaligus istri dari anda..dia adalah istri anda tuan dan dia sedang melahirkan..saya..”Louis bingung harus merangkai kalimat seperti apa.
Emilia yang mengerti langsung menarik sang suami agar mendekatkan telinga dan membisikkan sesuatu.
Damian akhirnya mengerti dan tersadar”ayo..keluar dan jangan buka matamu sampai aku memintanya”ia bergegas menarik tangan Louis dan membawa laki-laki itu keluar.
“Silakan nona..lihat dia sangat cantik”sang dokter menyerahkan bayi mungil itu kepada Emilia.
Emilia semakin terlihat bahagia,buah hatinya yang ia tunggu selama 9 bulan akhirnya lahir ke dunia.
“Beib..kemarilah cepat”
Damian berlari menghampiri kedua bidadarinya,senyumnya kembali terbit.
“Hallo My little princess..”sapa Damian kepada sang buah hati.
“Hy daddy..”sahut Emilia dengan menbuat suara layaknya anak kecil.
Damian menatap lekat wajah mungil yang terlihat tidur nyenyak didekapan sang ibu.
__ADS_1
“Beib..apa kau sudah menyiapkan nama untuk princess kita?”tanya Emilia
Damian mengangguk”Felicia Vernandez..bagaimana?”matanya beralih menatap sang istri.
“Nama yang bagus..”Emilia kini menatap lekat wajah putri kecilnya yang masih terlelap.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka berdua setelah kehadiran malaikat kecil tak bersayap itu.
Semua orang yang sudah menunggu diluar satu persatu masuk kedalam.Senyum penuh kebahagiaan terpancar jelas diraut wajah mereka semua.
Vernandez bahkan meneteskan air mata kala malaikat kecil itu bergerak di dalam gendongannya.
Felicia Vernandez adalah cucu pertama dari keluarga Vernandez dan juga Wijaya.Kabar kelahirannya pun sudah menyebar,termasuk ke telinga para sahabatnya.
Sehari setelah mereka diijinkan untuk pulang,sahabat-sahabat Damian datang untuk melihat bayi mungil milik manusia tampan dengan sisi iblis di dalam dirinya.
“Lihat..dia sangat cantik kak..aku sudah tidak sabar anak-anak kita besar nanti”ujar Emily merasa gemas.
“Dia baru saja lahir honey”sela Albert mengingatkan sang istri.
“Aku kan hanya tidak sabar”matanya melirik tajam ke arah sang suami.
“Siapa namanya?”tanya Dannis
“Felicia”jawab Damian singkat.
Laki-laki itu tengah serius karena ia sedang memomong sang putri kesayangan.Bahkan ia terlihat seperti calon ayah yang posesif karena ia tak membiarkan siapa pun mengambil alih Felicia saat ini.
“Ayolah brother biarkan aku menggendongnya”rengek Darren untuk kesekian kalinya
“Tidak..kau tidak akan bisa karena kau tidak pernah”tolak Damian
“Maka dari itu aku ingin belajar”
“Kau bisa menggendong bayimu nanti..dia adalah putri dan aku tidak mau menjadikannya bahan belajar”tolaknya lagi dengan mata yang menatap tajam ke arah Darren.
“Ayah posesif..lihat saja aku akan meminta putra kU untuk menculiknya ketika ia besar nanti”gerutu Darren yang berhasil mengundang gelak tawa dari yang lainnya.
Albert bahkan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku dari sahabat-sahabatnya.Sosok dingin dan menakutkan dari mereka sirna begitu saja jika sudah berkumpul seperti ini.
Mereka kembali berbincang dan sesekali diselingin canda tawa yang membuat suasana semakin ramai.
✨END✨
Haaii guys..
Terima kasih untuk kalian semua yang selalu setia membaca karyaku yang tidak seberapa ini.
__ADS_1
Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini,sehingga aku bisa menyelesaikan karya keduaku ini meskipun sedikit lebih lama karena terhalang waktu dan pekerjaanku diluar dari menulis novel.
Love you all😘