
✨Happy Reading✨
Wijaya dan Emilia melangkah menuju ruangan Dion,setelah mendapat kabar bahwa ada seseorang yang dengan sukarela mendonorkan ginjalnya,mereka langsung bergegas menemui Dion.
Ceklek…
“Selamat siang dokter..”sapa Wijaya
“Katakan..siapa orang itu?..aku akan memberikannya imbalan untuk kebaikannya”ujar Emilia dengan tidak sabar
“Hhmm..si pendonor tidak ingin keluarga pasien mengetahui identitasnya”jawab Dion
Emilia mengernyitkan dahinya”kenapa?..”
Dion menggidikkan bahunya”aku tidak tahu alasan pastinya..itu adalah syarat darinya”
Wijaya dan Emilia saling pandang,mereka nampak berpikir sejenak.
“Jika begitu katakan padanya jika kami menolak..kami akan mencari pendonor lain”ujar Emilia
“Hah..tapi waktu yang kita punya tidak banyak..dan lagi dia melakukan hal itu dengan iklas tanpa paksaan dari siapa pun”jelas Dion
“Keputusan sudah bulat..jika dia ingin mendonorkan ginjalnya untuk kak Louis..suruh dia menemui kami”jawab Emilia tegas
Emilia bukannya menolak,tapi dia hanya sedikit penasaran dengan orang yang dengan cuma-cuma mendonorkan ginjalnya tanpa meminta imbalan sepeserpun.
“Hhuufftt..kalau begitu bagaimana jika kau yang menemuinya..”seru Dion
“Boleh..aku akan menemuinya..bisa kau antarkan aku padanya”pinta Emilia
Dion diam sejenak”tapi aku harap kau tidak menolaknya jika kau bertemu dengan orangnya nanti..dan kau harus berjanji padaku untuk tidak mencari masalah dengannya”
Emilia mengernyitkan dahinya,marah?..kenapa dia harus marah..pikir Emilia
Emilia mengangguk setuju”ayah..kau bisa istirahat sekarang..aku akan menemui si pendonor”ujar Emilia kepada Wijaya yang sedari tadi nampak kebingungan.
Dion dan Emilia bergegas menuju kamar yang menjadi tempat sang wanita menjalani pemeriksaan.
“Selamat nona..anda lulus pemeriksaan dan ginjal anda dalam keadaan sehat”ucap sang suster
Wanita itu tersenyum senang,akhirnya ia bisa melakukan sesuatu untuk laki-laki yang ia cintai.
__ADS_1
Ceklek…
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka,dia orang masuk ke dalam sana.
“Berjanji lah padaku untuk berbicara dengan kepala dingin..jangan membuat keributan”ujar Dion memperingatkan Emilia
“Kau tenang saja..”jawab Emilia yang sudah sangat penasaran.
“Diam disini..aku akan masuk untuk memberitahunya terlebih dahulu”
Dion masuk ke dalam tirai yang di dalamnya terdapat ranjang yang menjadi tempat pasien diperiksa.
“Emilia ingin bertemu denganmu”ujar Dion
Wanita itu terkejut”ke-kenapa kau memberitahunya?”ia nampak kecewa
“Jika kau tidak mau menemuinya maka dia akan menolak donornya”jelas Dion
Ini yang dia tidak suka,berdebat dengan seorang wanita karena itu membuatnya sedikit pusing.
“Dia sudah ada diluar sedang menunggumu dan kau harus menemuinya jika kau masih ingin mendonorkan ginjalmu untuk Louis”imbuh Dion
Dion menangguk lalu kembali keluar untuk menemui Emilia.
“Masuklah..dan ingat bicarakan semuanya dengan kepala dingin”
Emilia mengangguk lalu bergegas masuk ke dalam sana.
“Kau…”mata Emilia melotot kala melihat seseorang yang akan mendonorkan ginjalnya untuk sang kakak.
Wanita itu masih diam,ia menunggu moment yang pas untuk menjelaskan semuanya.
“Iya ini aku..”
“Apakah Dion tidak salah orang.,”ujar Emilia yang masih tidak percaya
“Tidak..pendonor itu memang aku”
Emilia diam sejenak dan dia nampak berpikir
“Apa hubungan kak Louis dengan wanita ini..jika tidak salah wanita ini juga berada di lokasi waktu itu”gumam Emilia dalam hati
__ADS_1
“Mungkin kau bingung..tapi sebelum aku menjelaskan semuanya kau harus berjanji satu hal”pinta wanita itu yang tak lain adalah Audrey
“Katakan..”
“Berjanji lah padaku untuk tidak mengatakan semua ini kepada Louis karena aku takut dia akan marah dan semakin membenciku”pinta Audrey
“Itu hal yang mudah..jadi sekarang katakan”
“Mungkin kau tahu jika dulu aku pernah menjalin hubungan dengan Damian dan setelah itu kami berpisah..aku yang memutuskan itu semua karena memang aku tidak pernah mencintai Damian dan Louis tahu hal itu..dulu kami bertiga bertemu di perusahaan Damian..aku magang diperusahaanya atas rekomendasi sekolah..pertama kali aku bertemu dengan kedua laki-laki itu,aku terpesona dengan Louis namun karena Louis selalu bersama Damian..Damian mengira jika aku selalu memperhatikan dirinya..sejak saat itu Damian mendekatiku dan menyatakan perasaannya padaku.,,”Audrey menerawang lagi kejadian beberapa tahun silam.
“Aku yang tak memiliki perasaan apapun ingin menolaknya..namun seseorang datang padaku dan memintaku untuk belajar mencintai Damian..aku bersikeras menolak dan aku pun sempat menyatakan perasaanku padanya namun dia menolakku mentah-mentah dan sejak saat itu ia benci padaku..dan dengan bodohnya saat itu aku berpikir jika aku bersama Damian maka aku akan tetap dekat dengan Louis..hingga akhirnya aku menerima Damian dan kita menjalin hubungan..”
Audrey menceritakan semuanya kepada Emilia dan tentu saja Emilia mendengarkannya dengan seksama.
“Hingga pada suatu hari,ayahku menelpun dan memberitahuku tentang hutangnya yang lumayan besar kepada Brave..aku berpikir jika ini adalah kesempatanku untuk bisa lepas dari Damian..sebelum itu aku sempat menemui Louis dan mengancamnya..aku bilang jika dia tak mau menerimaku maka aku akan meninggalkan Damian agar dia tahu seperti apa sakit hatiku ketika ditolak olehnya..dia tetap bersikeras tak mau menerima kU dan aku pun memutuskan untuk berpisah dengan Damian..alasanku saat itu ingin pergi keluar negeri untuk melanjutkan mimpiku sebagai seorang model dan Damian tak bisa berbuat apapun untuk menolak keinginanku..”
Emilia hanya diam mendengarkan semua cerita Audrey,dia sedikit terkejut ketika Audrey mengatakan harus menjadi alat pembayar hutang untuk menembus hutan ayahnya kepada Brave.Bahkan Brave memintanya untuk menjadi kekasihnya untuk membuat Damian semakin patah hati karena Brave tahu jika Damian begitu mencintainya.
“Dan aku terpaksa menjadi sekutu Brave untuk melunasi hutang ayahku dan lagi aku melakukan itu untuk membuat Louis sakit hati dengan menyakiti perasaan Damian..dan hari ini aku ingin meminta maaf padamu untuk kejadian beberapa bukan yang lalu..”Audrey menundukkan kepalanya dengan isakan kecil yang mulai terdengar
“Aku mohon padamu..ijinkan aku menyelamatkan nyawanya..aku sangat mencintainya meskipun ia begitu membenciku..aku tidak bisa melihatnya lemah tak berdaya seperti ini..hiks..hiks,,”Audrey tak bisa lagi menahan tangisannya.
Emilia ikut terharu mendengarnya,ia kira hanya dirinya saja yang bisa mencintai seorang laki-laki yang bahkan tak pernah mencintainya.Tapi hari ini dia tahu,ada banyak wanita yang rela memendam perasaannya demi membuat seseorang yang ia cintai merasa nyaman.
“Baiklah..aku setuju..tapi bagaimana dengan keluargamu?”tanya Emilia
“Aku yatim piatu..ayahku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu..”Audrey masih menundukkan kepala
“Maaf..aku tidak bermaksud..”
“Tidak apa-apa..”
“Baiklah..aku setuju dan aku akan memegang janjiku..satu lagi,sebagai gantinya aku ingin kau menjadi sekretarisku nanti di perusahaan..”ujar Emilia lalu menghampiri Audrey
“Ta-tapi..”
“Kau tidak bisa menolak..anggap saja ini sebagai imbalan untuk kebaikanmu”Emilia memeluk Audrey begitupun juga dengan Audrey
Emilia tahu jika Audrey tidaklah jahat,tapi keadaan membuatnya harus melakukan tindakan salah seperti dirinya terdahulu.
Bersambung…..
__ADS_1