HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 129


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Waktu menunjukkan pukul 23.00,Damian akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion setelah puas mengerjai kedua sahabatnya.Meskipun ia belum terlalu puas karena Darren tidak hadir tadi.Namun tidak apa,setidaknya ia berhasil membuat Dion dan Dannis ketakutan,bahkan ia sampai harus berguling karena tak bisa menahan tawanya.


Suasana mansion sudah sepi,hanya ada beberapa pengawal yang berjaga.


“Selamat malam tuan”sapa salah satu maid yang bertugas malam itu.


Damian mengangguk untuk membalas sapaan maid.


“Saya sudah menyiapkan makan malam untuk anda”ujar sang maid.


Damian menoleh sejenak ke arah meja makan”Hhmm..apakah istriku sudah makan?”tanya Damian


“Nona sudah makan malam tuan..nona berpesan agar tuan menghabiskan makan malam sebelum pergi ke kamar”jelas sang maid menundukkan kepalanya.


“Baiklah..sampaikan padanya..aku akan menghabiskan makan malamku jika dia mau menemaniku kemari”perintah Damian


“Baik tuan..saya akan menyampaikan pesan anda”sang maid membungkukkan badannya lalu beralih naik ke atas untuk menyampaikan pesan tuannya.


Damian berbalik menuju meja makan,ia menarik kursi dan duduk diatasnya sembari menunggu sang istri.


Beberapa menit kemudian,seseorang yang ia tunggu akhirnya turun dengan tangan yang masih sibuk mengucek matanya yang terasa sangat berat.


Emilia sudah tidur sejak 2 jam tadi,itu karena ia merasa sangat lelah dan juga mengantuk.Namun karena ia tak ingin sang suami melewatkan makan malamnya,ia terpaksa bangun dan kembali menahan kantuknya yang luar biasa.


Damian tersenyum senang melihat wanita yang ia cintai berjalan ke arahnya.Ia tidak tahu jika sang istri sudah tertidur dan berusaha terjaga demi menemaninya makan malam.


“Hey baby..”Damian berdiri dan merentangkan tangannya.


“Hai..”balas Emilia dengan suara serak khas bangun tidur.


“Are you oke?”tanya Damian yang melihat Emilia berjalan dengan lunglai.


“I’m oke..aku hanya sedikit mengantuk”jawabnya lalu memasukkan tubuhnya kedalam pelukan hangat sang suami sembari menghirup dalam-dalam aroma maskulin yang ia rindukan selama 5 bulan ini.


“Apakah kau sudah tertidur tadi?”damian melerai pelukannya dan menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya.


Emilia mengangguk”maaf aku tidur lebih awal tadi karena aku benar-benar mengantuk”jawabnya


Damian kembali memasukkan sang istri ke dalam pelukannya”jika aku tahu kau sudah tidur..aku tidak akan memintamu untuk turun”ujar Damian merasa bersalah.


Emilia tersenyum di dalam pelukan Damian”tidak apa..aku senang bisa menemanimu dalam keadaan apapun”ujar Emilia sembari mengeratkan pelukannya.


Damian ikut senang,ia mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke dalam gendongannya.


“Hey..”pekik Emilia kala merasakan tubuhnya sedang melayang.


“Tidurlah..aku akan menghabiskan makananku dengan cepat”perintah Damian,ia menarik kursi dan duduk disana dengan posisi Emilia berada di pangkuannya.


“Kau tidak kesusahan jika seperti ini?“Tanya Emilia yang takut mengganggu kegiatan makan sang suami.


“Sstt..tidurlah..”Damian mengelus pelan kepala Emilia dengan satu tangan yang mulai mengambil satu sendok makanan.

__ADS_1


Kini posisi mereka sudah seperti seorang ayah yang sedang menikmati makanannya dengan anaknya yang rewel di dalam gendongannya.


Damian berusaha mempercepat kegiatannya agar ia bisa membawa sang istri pergi ke kamar dan melanjutkan tidurnya.


“Aku sudah selesai”seru Damian setelah meletakkan sendoknya.


Namun ia tak mendapat jawaban apapun,dan ia tahu jika Emilia sudah tertidur pulas karena terdengar suara deru nafas Emilia yang tenang dan beraturan.


Damian mengangkat tubuh Emilia dan beranjak untuk membawanya ke dalam kamar.Hari ini begitu melelahkan baginya sehingga ia berencana untuk ikut beristirahat dan menunda beberapa pekerjaan yang ingin ia selesaikan malam ini.


******


Matahari mulai menampakkan diri dengan cahaya yang begitu terang hingga membuat mata menjadi sedikit silau.Orang-orang yang tidak ingin rejekinya di patuk ayam terlihat berbondong-bondong menuju tempat mereka mengais rejeki.


Begitu juga dengan CEO ALEX’S CORP Darren Alexander,meskipun ia seorang CEO namun pantang baginya untuk datang telat.


Semua karyawan ALEX’S CORP sudah mengambil posisi masing-masing saat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi,itu karena sebentar lagi bos mereka akan sampai.


“Selamat pagi tuan”sapa salah satu karyawan yang datang menghampiri Darren.


“Selamat pagi”balas Darren


“Maaf tuan..seseorang dari VERNANDEZ CORP sudah menunggu anda sejak 20 menit yang lalu”lapornya


Darren mengernyitkan dahinya”VERNANDEZ CORP?..laki-laki atau perempuan?”tanya nya


“Laki-laki tuan”jawab sang karyawan


“Laki-laki?..apa dia Louis?”tanya nya lagi


Darren mengangguk dan segera melangkah menuju lift untuk bergegas baik ke atas.Ia sedikit penasaran,siapa orang yang diutus oleh Vernandez corp untuk menemuinya sepagi ini.


Biasanya Emilia akan menghubunginya secara langsung jika memerlukan bantuan,tapi kali ini mengapa mereka mengirim seseorang yang baru?


Ting!!!


Pintu lift terbuka entah mengapa rasa penasarannya semakin bertambah.


Ceklek!!!


Darren membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam sana.Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sudah menunggu sejak tadi.


“Selamat pagi..”sapa Darren berharap ada seseorang yang menjawab.


Namun tak satu orang pun yang ia temui”tidak ada siapa-siapa disini”gumamnya


“Hy brother”sapa seseorang dari balik pintu


“Aakkhhh..”pekik Darren terlonjak kaget.


“Damian..kau membuatku terkejut”ujar Darren memegangi dadanya.


Damian mengernyitkan dahinya”kenapa dia terlihat biasa saja?..apa mereka bertiga sudah memberitahunya?”gumam Damian dalam hati.

__ADS_1


Darren masih mengelus dadanya karena jantungnya berdetak lebih cepat akibat terkejut.Namun sesuatu yang aneh mulai mengganggu pikirannya.


“Hah..Damian?”gumamnya kala merasakan ada yang tidak beres.


Mata Darren seketika melotot tajam kala menyadari siapa seseorang yang baru saja menyapanya.


Dadanya naik turun dengan nafas yang mulai tidak teratur jantung berdegup sangat kencang bahkan ia kakinya terasa meleleh saat ini.


Dengan keberanian penuh,Darren mencoba mengangkat kepalanya untuk memastikan jika apa yang dia lihat tidaklah benar.


Mata Darren semakin terbuka lebar,bahkan bola matanya seperti ingin lompat dari sarangnya.


“Da-da-da-Damian..”ucapnya dengan susah payah


Damian tersenyum manis ke arah Darren,ternyata sahabatnya kehilangan sinyal tadi sehingga ia mengira jika Darren sudah tahu tentang keadaannya.


“Aaarrrggghhhhh!!!!!”teriakan Darren terdengar


Tubuhnya terasa kaku,ia ingin berlari namun kakinya tak bisa digerakkan.


“Lama tidak bertemu”ujar Damian lagi sembari melangkah mendekati Darren yang semakin ketakutan.


“Jangan mendekat!!..aarrgghhh!!..jangan jemput aku Damian!!..maaf karena aku menjual bom kU kepada musuhnya..tapi aku sungguh tidak tahu!!..jadi jangan hantui aku!!..aarrgghhh”racau Darren dengan mata terpejam kuat.


Damian menahan tawanya dengan susah payah,ternyata Darren lebih seru dari pada Dion dan Dannis.


“Tapi aku terlanjur marah padamu dan aku kesepian saat ini..jadi sebagai seorang sahabat,maukah kau menemaniku?”ujar Damian semakin mendekat ke arah Darren.


“Tidak!!tidak!!tidak!!..perusahaanku baru saja naik daun!!..aku akan menemanimu nanti Damian jika sudah waktunya tapi tidak sekarang!!…aaarrgghhh!!”teriaknya karena Damian mulai menyentuh tubuhnya


“Aku mau sekarang Darren”Damian memeluk tubuh Darren dan tentu saja Darren memberontak.


Namun setelah itu Damian merasakan tubuh Darren melemah.


“Hey..Hey..apa kau pingsan?”damian melepas pelukannya dan mendapati tubuh Darren yang lunglai.


“Hahahahahaha…kau pingsan???hahahaha bagaimana bisa kau takut dengan hantuku padahal kau bisa membunuh musuh-musuh dengan keji”gelak tawa Damian memenuhi ruangan Darren


Beberapa karyawan Darren datang dan masuk ke dalam sana.Mereka sedikit terkejut melihat tubuh Darren terkulai lemas,namun mereka tidak takut dengan Damian karena tadi pagi mereka sudah merasakan apa yang Darren rasakan.


Dari tempat lain,Dannis,Dion dan Albert ikut tertawa dengan kencang melihat tingkah konyol darren dan Damian dari layar komputer.


Mereka sengaja berkumpul di perusahaan Albert demi melihat kejahilan Damian.Dannis meretas cctv ruangan darren dan menontonnya bersama-sama.


Bersambung…


👩(Author):maafkan darren ya gaes..Emang sih mafia tapi dia tetep takut hantu✌️


👨Dannis):Hahaha darren payah..masak sampai pingsan🤣


🧑‍🦱(Dion):Hahahah dia memang payah..rusak sudah citra mafia kita.


👱‍♂️(Albert):kalian juga sama takutnya dengan darren..kalian menertawakan diri sendiri?

__ADS_1


👨(Dannis)&🧑‍🦱(Dion):😁


👩(Author):🤭


__ADS_2