
✨Happy Reading✨
Sepanjang perjalanan menuju mansion Emilia nampak cemberut dengan pandangan yang fokus menatap ke luar jendela.Setelah keluar dari mansion sang calon mertua,ia hanya diam tanpa berbicara sepatah kata pun dengan Damian.
Sedangkan Damian hanya bisa menghela nafas panjang,karena ia tahu jika kekasihnya sedang dalam mode merajuk.
“Baby..kau kenapa hmm?”tanya Damian sembari meraih tangan Emilia.
Seperti wanita pada umumnya,Emilia akan mengibaskan tangannya sembari menggelengkan kepala pelan.Tentu saja hal itu semakin membuat Damian frustasi,karena ia bukan tipe laki-laki romantis.Ia tidak tahu harus berbuat apa dalam keadaan seperti ini.
“Apa kau masih marah karena aku membentakmu tadi?”damian masih mencoba membujuk sang kekasih.
Emilia masih diam,enggan menjawab pertanyaan dari laki-laki tak peka itu.
“Harus nya kau tahu itu..dan tidak usah bertanya lagi”gumam Emilia dalam hati.
“Hah..apa kau bisu setelah kejadian tadi?”damian meraih wajah Emilia agar mereka bisa menatap.
“Sekarang katakan..apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah lagi?..aku berjanji akan menuruti semua yang kau mau”ujar Damian dengan tangan yang masih mengangkup wajah Emilia.
“Benarkah?..kau akan melakukan apapun yang aku minta?”tanya Emilia dengan raut wajah yang berubah antusias.
“Hah wanita”gumam laki-laki single yang sedang menyetir
“Hhmmm..”Damian menganggukkan kepalanya
Emilia nampak kegirangan,ia segera mengambil sesuatu yang ia simpan di dalam tas nya.
“Ini..”Emilia memberikan sebuah buku kepada Damian.
“Buku ini?”
“Ya..Itu buku yang beberapa hari kau berikan..dan aku sudah menandai apa saja yang harus kau lakukan”ujar Emilia bersemangat.
Damian membuka lembaran pertama yang sudah diberi tanda oleh Emilia.Ia mengernyitkan dahinya kala membaca isi dari buku itu.
“Memakan es krim bersama di taman”Damian membaca isi dari buku itu dengan nada penuh penekanan.
“Hhmm..aku sering melihat adegan seperti itu di dalam drama..sepertinya akan sangat romantis”tambah Emilia dengan senyum penuh makna.
Louis yang mengintip dari kaca spion tidak sengaja menangkap senyum devil Emilia.Sedangkan Michelle,tanpa melihat pun ia sudah tahu jika saat ini nona nya tengah menyusun ide gila selanjutnya.
“Hah..apa lagi yang akan ia lakukan..dan kenapa semakin hari tuan semakin mudah ditipu”gerutu Louis dalam hati.
Ia tahu adiknya yang satu ini memiliki banyak ide gila di dalam otaknya.Meskipun hal itu tidak membahayakan,namun hal itu cukup membuat Damian menjadi seorang budak cinta.
“Baiklah..tidak terlalu buruk..Louis kita pergi ke taman”Damian menyetujui permintaan Emilia,dan mobil yang membawa mereka melaju.
Tak butuh waktu lama,mereka sudah sampai di sebuah taman yang terletak tak jauh dari mansion Vernandez.Suasana sore dengan langit jingga semakin membuat Emilia bersemangat.
Disana terlihat sedikit ramai,berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa berkumpul hanya sekedar menikmati kebersamaan.
__ADS_1
“Ayo,.”Emilia menarik tangan Damian membawanya ke tengah taman.
Sedangkan laki-laki dengan tubuh tegap itu hanya bisa mengikuti langkah kekasihnya yang begitu antusias.
“Kakak..bagaimana kalau kita ikut turun”seru Michelle yang terlihat ikut antusias.
“Tidak..aku disini saja”jawab Louis dingin
“Ohhh Ayolah kak sekali saja..siapa tahu kau bisa bertemu wanita yang pas untukmu”goda Michelle
“Tidak”tolak Louis
“Kak..aku mohon..aku juga ingin membeli es krim kak”rengek Michelle
“Kak Louis..Ayolah..kak..”
Louis memilih diam tak menanggapi permintaan sang adik.
“Iisss..andaikan kak Michael ada disini,dia pasti mau..dia memang paling mengerti dengan perasaan adiknya yang satu ini..tidak seperti kakak”kini si bungsu tengah membandingkan sikap kedua kakaknya.
Namun sindiran itu sama sekali tak membuat Louis bergeming,ia masih fokus menatap layar ponselnya.
Tentu saja Michelle menjadi kesal,hingga sebuah ide terlintas di kepalanya.
“Sepertinya aku harus mencari pacar agar bisa bersenang-senang seperti nona..makan es krim bersama,menonton film,berbelanja bersama,tidur bersama..dan yang jelas bisa menuruti kemaunku..oh sepertinya itu ide yang bagus”ujar Michelle.
Bbrraakk…
“Cepat turun sebelum aku berubah pikiran”teriak Louis dari luar.
“Yes..berhasil”seru Michelle sembari membuka pintu mobil dan menyusul keluar.
Inilah kelemahan seorang Louis,ia sangat over protektif kepada sang adik bungsu,terlebih sang adik adalah seorang perempuan.Alasan Michelle tak mempunyai pasangan hingga sekarang adalah sikap Louis yang terlalu memilih,ia takut sang adik akan merasakan sakit hati karena hubungan yang gagal.
Sedangkan sepasang sejoli yang tengah dimabuk cinta tengah duduk di sebuah kursi tangan sembari menautkan jari mereka.
“Beib..aku ingin es krim itu”ujar Emilia ketika melihat seorang anak kecil tengah menjilat es krim.
“Baiklah..tunggu..lou..”
“Aku ingin kau yang membelikannya”potong Emilia kala Damian akan memanggil Louis
“Aku?..”Damian menunjuk dirinya sendiri
“Iya..”jawab Emilia dengan tersenyum manis.
Damian mengedarkan pandangannya mencari tempat membeli es krim hingga pandangannya terhenti di sebuah stand yang terdapat antrian panjang.
“Apakah itu tempat membelinya?”tanya Damian
“Iya..itu tempat membelinya”
__ADS_1
“Cukup mudah..tunggu disini”ujar Damian tersenyum remeh.
“Eeiittss..ingat beib..kau tidak boleh menggunakan uang dan kekuasaanmu saat mengantri disana..bersikaplah layaknya rakyat biasa,tunggu hingga giliranmu tiba,pesan,lalu bayar..jangan coba-coba mengancam orang-orang disana”ujar Emilia yang tahu niat sang kekasih.
“Tapi kau lihat antrian sangat panjang”keluh Damian
“Cepatlah..kalau terlambat,antriannya akan semakin panjang”
Dengan langkah berat Damian berjalan menuju tempat penjual es krim,ia berdiri di antrian belakang dengan raut wajah cemberut.Sedangkan dari kejauhan Emilia memberi semangat dengan tersenyum manis ke arah Damian.
Louis hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sang adik yang tidak pernah ada habisnya.Namun ia sangat salut dengan Damian yang mau menuruti permintaan sang adik.
20 menit kemudian,Damian mendapat gilirannya.Ia memesan satu es krim rasa strawberry dan satu es krim rasa coklat.Setelah selesai membayar,ia berlari menuju tempat Emilia duduk dengan kedua tangan memegang es krim cone.
Raut wajah senang terukir jelas di wajah Damian karena ia bisa memenuhi permintaan Emilia,ditambah senyum bahagia Emilia membuatnya semakin bangga.Namun tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi..
Bbrrraakkkk….
Seseorang tak sengaja menabrak Damian dari samping,salah satu es krim yang ia bawa jatuh ke tanah.
“Maaf uncle..aku tidak sengaja..”ujar seorang anak kecil
Damian masih terdiam meratapi es krim yang mulai mencari di atas rumput hijau.Benda yang ia perjuangkan selama 20 menit lamanya meleleh sia-sia di atas rumput hijau.
Emilia melihat hal itu,ia segera berlari menghampiri Damian karena ia tahu kekasihnya itu pasti akan emosi.
“Kau…”geram Damian
“Aku tidak sengaja uncle..”lirih anak kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca.
“Sudahlah..tidak apa-apa..lain kali hati-hati ya..kau tidak boleh berlari sembarangan..mengerti”ujar Emilia yang baru saja tiba.
“Baik Aunty..tapi uncle juga berlari..jadi disini uncle pun bersalah”ujar sang bocah yang sempat membela diri.
Emilia tersenyum”ya uncle juga bersalah..sekarang kau lanjutkan bermainnya”
Sang bocah mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kau membiarkannya pergi sebelum meminta ganti rugi baby”protes Damian
“Sudahlah..dia bilang tidak sengaja..kita masih bisa memakan es krim ini..satu es krim berdua..sepertinya itu sangat romantis”ujar Emilia
Damian masih memasang wajah sedih,es krim itu ia dapat dengan penuh perjuangan namun harus berakhir di atas rumput.
Cup..
“Terima kasih telah berjuang..sekarang ayo duduk..es krim ini akan segera mencari”Emilia memberi satu kecupan agar sang kekasih merasa dihargai.
Benar saja,Damian kembali tersenyum dan ikut melangkah menuju kursi semula.Mereka berdua duduk menikmati langit sore dengan satu es krim yang mereka makan berdua.
Bersambung….
__ADS_1