HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 69


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Audrey menengguk habis minuman yang ia pesan dengan beribu rasa kesal di dalam hatinya.Bagaimana bisa mantan kekasih yang dulu sangat mencintainya kini bersikap acuh.Ekspetasinya benar-benar tidak sesuai dengan realita yang ada.


“Aarrgghhh…dia tidak mungkin mengabaikan ku seperti ini..aku yakin ini hanya triknya untuk membuatku merasa bersalah dan memohon untuk kembali padanya..”dialognya dengan dirinya sendiri.


Seorang laki-laki berdiri tepat dibelakang Audrey mendengar semua gerutu dari wanita itu.


“Eekkhhmm…bolehkah aku bergabung nona?”tanya sang laki-laki


“Aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun”tolak Audrey angkuh


“Wah..anda lumayan angkuh rupanya..”ledek sang laki-laki.


Sang laki-laki tetap menarik kursi yang ada dihadapan Audrey dan melabuhkan bokongnya dengan nyaman di kursi empuk itu.


“Perkenalkan namaku Brain”ia mengulurkan tangan guna menjabat tangan dengan Audrey yang terlihat semakin kesal.


“Aku tidak tertarik dengan namamu..”sindir Audrey sembari melirik sinis ke arah Brain


“Mungkin kau tidak tertarik dengan namaku..tapi aku rasa kau akan tertarik dengan penawaranku..”


“Hah..bisakah kau pergi..sungguh aku sangat muak saat ini..”usirnya


“Apakah kau yakin mau mengusirku jika aku mengatakan alasan lelaki yang kau peluk itu mengabaikan keberadaanmu tadi..bahkan aku lihat tatapannya terhadapmu seperti menatap sampah yang sudah membusuk..”ujar Brain sembari tersenyum sinis.


Audrey terdiam sejenak mendengar kalimat yang keluar dari bibir Brain. Meskipun kata-kata yang keluar berisikan sebuah penghinaan namun itu tak begitu penting baginya.


“Apa maksudmu?”tanya Audrey yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan Brain


“Lihat…kau bahkan terlihat begitu bersemangat saat ini”ledek Brain


“Jangan basa basi..cepat katakan apa maksud dari perkataanmu tadi..”


Brain tersenyum puas karena sebentar lagi ia akan mempunyai sekutu. Audrey menarik kursinya agar lebih dekat dengan Brain karena ia begitu tertarik dengan topik pembicaraan laki-laki itu.


“Dia tidak sedang berpura-pura mengabaikanmu tapi dia memang sudah tidak perduli dengan kehadiranmu..sekeras apapun kau berusaha kembali ke dalam pelukannya semua itu akan sia-sia..kau tahu kenapa?”


Audrey menggelengkan kepalanya perlahan sembari mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Brain.


“Itu karena dia sudah mendapat pengganti dirimu..wanita cantik dan begitu sempurna,dan jika dibandingkan denganmu..sungguh tidak ada apa-apanya..”


“Beraninya kau…”geram Audrey

__ADS_1


“Aku berkata jujur..dia tidak akan berpikir dua kali untuk mengusirmu secara kasar saat ini karena dia sudah tidak perduli dengan keberadaanmu..”


“Cepat katakan rencanamu..”


“Hancurkan hubungan mereka dengan foto yang aku ambil tadi..kau dekati dia dan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku..”jelas Brain


“Hahaha..aku mengerti..apakah ini artinya wanita yang berada di sisi Damian saat ini adalah wanita yang kau cintai..”Audrey tertawa terbahak-bahak.


“Diam!!..kau tidak perlu tahu itu..jika kita bekerjasama maka kita akan sama-sama diuntungkan”


“Baiklah deal..kita susun rencana selanjutnya”Audrey mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai isyarat bahwa mereka telah sepakat untuk bekerja sama.


“Deal..”Brain membalas jabat tangan Audrey.


****


Tidak terasa hari sudah semakin sore,hampir semua berkas sudah Damian selesaikan agar esok tak pekerjaannya bisa sedikit lebih ringan.


Mobil yang dikendarai oleh Louis berhenti tepat di depan sebuah cafe.Karena kesibukannya selama satu hari penuh,Damian tak sempat menghubungi wanitanya sehingga ia memutuskan untuk membeli kue sebagai ungkapan permintaan maaf.


Cheese Cake menjadi kue pilihan Damian karena ia rasa Emilia menyukai makanan berbau keju seperti wanita pada umumnya.


“Kita kembali ke mansion..”perintahnya kala sekotak cheese Cake sudah berada di tangannya.


“Kemana Emilia?”tanya Damian kepada Michelle


“Sepertinya nona berada di dalam kamar tuan karena saya tidak melihatnya sedari tadi”jelas Michelle


Damian menganggukkan kepalanya lalu kembali melangkahkan kaki menaiki anak tangga untuk mencari keberadaan Emilia.


Tujuan utamanya saat ini adalah sebuah kamar yang menjadi tempat ternyaman baginya setelah kehadiran Emilia.


“Baby..”Damian membuka pintu kamarnya


Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Emilia yang entah kemana.Namun ia sedikit heran dengan suasana kamarnya saat ini,beberapa lampu di dalam kamarnya mati sehingga pandangannya sedikit redup.


“Baby..”panggilnya lagi kala tak kunjung menemukan wanitanya.


Ia sudah mencari keseluruh ruangan,mulai dari kamar mandi,balkon.dibawah ranjang,namun tetap saja ia tak menemukan sang pujaan hati.


Namun masih ada satu ruangan yang belum ia telusuri yaitu walk in closet yang berada di depan kamar mandinya.


Ia berjalan perlahan menuju ruangan itu berharap Emilia berada di ruangan itu.

__ADS_1


Sedangkan seseorang yang tengah di cari tengah sibuk mencari kemeja untuk ia pakai karena ia merasa bosan dengan baju yang ia miliki.Entah ide dari mana,Emilia mengambil kemeja putih milik Damian dan memakai walau kebesaran untuk ukuran tubuhnya yang mungil.


Emilia menundukkan kepalanya ingin mengancing satu persatu kemeja yang ia pilih membuat rambutnya terhyung ke depan.


Seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu dan Emilia tak menyadarinya hingga suara teriakan terdengar.


“Aaaaaaa…”mulut Damian terbuka lebar dengan mata yang melotot serta suara teriakan yang melengking membuat Emilia sedikit terkejut.


“Aaa…ada apa?”tanya yang ikut panik.


“K-kau..a-apa yang kau lakukan di-disini baby?”tanya Damian yang terbata-bata akibat terkejut.


“Aku mencari kemeja yang pas untuk aku gunakan”jawab Emilia


“Tunggu..kenapa kau berteriak?..apa kau melihat sesuatu?”tanya Emilia


“Bagaimana aku tidak terkejut ketika melihat wanita berambut panjang yang menutupi wajah dengan baju putih yang melekat di tubuhnya.”jelas Damian sedikit kesal


“Maksudmu..kau terkejut karena melihatku?”


Emilia terdiam sejenak hingga ia tahu arti dari kalimat Damian.


“Wow..seorang psikopat takut dengan hantu rupanya”ujar Emilia mengejek.


“Aku tidak takut..aku hanya terkejut saja”kilah Damian membela diri


“Sama saja..bahkan aku bisa melihat dengan jelas raut wajah takutmu tadi..kau sangat lucu jika ketakutan”Emilia kembali mengejek Damian


“Aku juga sama seperti mu..aku hanya manusia biasa dan rasa takut adalah hal yang wajar”


“Baiklah..kau menang kali ini..”ujar Emilia mengalah.


“Sudah jangan membahas itu..aku membawakanmu sesuatu”Damian mengangkat paper bag yang masih menggantung di tangannya.


“Apa itu?”


“Cheese Cake..”


“Wah..itu adalah kue kesukaanku”teriak Emilia kegirangan.


“Kemarilah..kau bisa menghabiskan satu box cheese Cake ini”Damian menggenggam tangan Emilia dan membawanya ke dalam kamar.


Setelah itu mereka duduk di balkon kamar menikmati cheese Cake bersama.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2