
✨Happy Reading✨
Suara langkah yang terburu-buru memenuhi koridor rumah sakit.Hari ini tepat 1 bulan Louis berbaring di ranjang rumah sakit dengan selang dan alat medis lainnya.
Emilia terlihat sedikit kesulitan saat hendak berlari karena hari ini ia memakai sepatu heels yang lumayan tinggi.Sejak kejadian beberapa minggu lalu,sikap Emilia sedikit berubah.Ia menjadi wanita tegas dan juga dingin jika berhadapan dengan orang lain,bahkan beberapa klien terlihat segan dengan Emilia karena ketegasan dan ketekunannya saat bekerja.
Beberapa menit yang lalu,Dion menghubunginya dan memberinya kabar tentang keadaan sang kakak.Tentu saja ia langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk memastikan kembali keadaan sang kakak.
Ceklek…
Pintu dibuka dengan sedikit kasar,wajahnya terlihat panik dengan nafas sedikit tersengal-sengal.Semua orang yang berada di ruangan itu seketika menoleh dan menatap Emilia.
“Kak Louis..”panggilnya lirih
Sedangkan laki-laki yang dipanggil namanya hanya bisa tersenyum dengan alat bantu pernafasan yang masih terpasang.
Emilia menghampiri Louis”kak..apakah kau mengingatku?..atau ada yang sakit?,.bagaimana keadaan kakak sekarang?”cerca Emilia dengan raut wajah khawatir
Jesica hanya menggeleng pelan mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut putrinya.
”kakakmu baru saja sadar sayang.Jangan memberinya begitu banyak pertanyaan dulu”ujar jesica
“Maaf bu..”Emilia menundukkan kepalanya.
“Tapi kak Louis tidak hilang ingatan kan bu?”tanya kepada sang ibu
“Tidak..kakakmu tidak hilang ingatan..hanya saja ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri”jelas Wijaya
Emilia mengangguk pelan lalu kembali menatap sang kakak.Tangan lemah Louis tiba-tiba bergerak seakan ingin meraih sesuatu.
“Hey apa yang kau lakukan”pekik Emilia kala Louis mencoba menarik alat bantu pernafasannya.
Dion yang berada disana langsung bergegas menghampiri mereka”tidak apa,sepertinya ia sudah tak perlu menggunakan alat bantu”Dion membantu Louis untuk melepas alat bantu pernafasannya.
Louis menatap sejenak adik sekaligus istri tuannya,wajah Emilia terlihat kelelahan dan juga tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya.Dan lagi,matanya tak sengaja melihat beberapa bekas luka yang sudah sembuh namun masih membekas di tangan Emilia.
“Apa yang telah terjadi saat aku koma?..penderitaan seperti apa yang dialami adikku selama aku koma?”pertanyaan itu mulai mengelilingi kepala louis.
“Ma-af..”ujar Louis dengan suara yang terdengar samar-samar karena menang kondisinya masih lemah.
__ADS_1
Emilia mengernyitkan dahinya,ia tak begitu jelas mendengar sesuatu yang dikatakan oleh Louis.
“Kau mengatakan sesuatu?”tanya Emilia sembari mendekatkan wajahnya
“Ma-af,,”ujar Louis sekali lagi
“Maaf?..maaf untuk apa?”tanya Emilia semakin bingung
“Tu-an..”Louis ingin melanjutkan kalimatnya,namun tenaganya tidak begitu banyak.
Emilia yang mulai mengerti kata yang akan diucapkan kakaknya langsung menepuk pelan bahu sang kakak.
“Sstt..jangan dipaksakan kak..kau baru saja siuman..lebih baik kau beristirahat dulu”ujar Emilia
“Benar Louis..jangan memaksakan diri dulu..kau tidak boleh banyak berbicara dulu karena kau baru saja siuman”ujar Dion menimpali.
Tiba-tiba setetes cairan bening keluar dari ujung mata Louis,terlihat jelas raut kesedihan di wajah pucat Louis.
“Kak..kau menangis?”tangan Emilia terulur dan menyeka air mata Louis
“Jangan memikirkan apapun saat ini kak..kau harus fokus dengan masa pemulihan mu”ujar Emilia
“Louis..kau baru saja sadar setelah koma selama 1 bulan lamanya..mommy mohon jangan pikirkan apapun untuk sementara waktu agar proses pemulihan mu bisa berjalan lancar..semua ini sudah takdir dan kita tidak bisa mengubah apapun”jelas jesica mencoba memberi pengertian kepada putra sulungnya,tak lupa ia mengelus pucuk kepala Louis dengan lembut.
“Benar yang dikatakan mommy dan adikmu..kau harus fokus dengan kesembuhanmu dulu”imbuh Wijaya
Louis mengangguk setuju,perlahan ia kembali menutup matanya karena kondisinya masih lemah.
Mereka semua keluar dari ruangan itu dan memberikan waktu kepada louis untuk beristirahat.
“Maafkan saya tuan..saya gagal memenuhi permintaan tuan..saya gagal menjaga istri sekaligus adik saya..dia terlihat begitu menderita saat ini”gumam louis dalam hati.
Ketika mereka bertiga keluar dari ruangan itu,tidak disangka seseorang berdiri disana.
“Audrey..oh My god..maafkan aku karena lagi-lagi aku melupakanmu”Emilia memegangi jidatnya
“Tidak apa nona..saya tahu apa yang anda rasakan tadi”jawab Audrey dengan tersenyum manis
“Kenapa kau hanya diam didepan pintu..kenapa kau tidak masuk saja?”tanya Emilia
__ADS_1
“Tidak nona..tuan louis baru saja siuman,saya tidak ingin ia merasa tidak nyaman karena kehadiran saya”jawabnya
“Jangan mengatakan seperti itu nak,apa alasan louis merasa tidak nyaman..ia pasti senang jika melihatmu”ujar jesica menimpali.
Wijaya dan jesica tidak tahu mengenai masalalu louis dan juga Audrey karena Emilia tidak menceritakan hal itu kepada kedua orang tuannya.
“Tidak apa Aunty..saya hanya tidak ingin mengganggunya”
“Hhmm atau kau ingin menjenguknya sendirian saja seperti yang kau lakukan setiap hari..mungkin kau merasa tidak enak jika ada kami bertiga”celetuk Emilia sembari menahan senyumnya.
Audrey terkejut dengan wajah yang sedikit panik”itu nona..tidak seperti itu..aku..aku hanya belum siap bertemu dengannya saat ini”lirih Audrey sembari menundukkan kepalanya.
Audrey memang hampir setiap hari datang untuk menjenguk Louis.Namun semua itu ia lakukan secara sembunyi-sembunyi karena jujur ia malu jika sampai ketahuan oleh Emilia.
Emilia mengetahui semuanya dari Dion,awalnya Dion sedikit terkejut ketika mendengar penjelasan Emilia.Namun setelah itu ia mengerti dan membiarkan Audrey melakukan semuanya.
Emilia seperti menahan tawanya dan tentu saja jesica tahu jika putrinya sedang dalam mode jahilnya.
Jesica menoel pipi Emilia sembari menatapnya dengan tajam,tak lupa ia berbisik agar Emilia berhenti mengerjai Audrey.
“Baiklah..baiklah..kau bisa menemuinya nanti”ujar Emilia
“Bu..setelah ini aku harus kembali ke kantor karena ada beberapa berkas penting yang aku tinggalkan tadi dan belum aku tanda tangani”Ujar Emilia
“Baiklah hati-hati..ayah dan ibu akan kembali ke ruangan Michelle..sepertinya ia sudah selesai menjalani terapi untuk hari ini”ujar jesica sembari mencium kening Emilia singkat.
“Audrey..kau mau disini menjaga kak Louis atau ikut aku?”tanya Emilia yang kembali mengejek Audrey yang terlihat sedang melamun.
“Disini..ah itu maksud saya..saya ikut dengan anda”jawab Audrey gelapan.
“Hahaha..kau benar-benar lucu..”Emilia tertawa melihat ekspresi salah tingkah Audrey
“Emilia jangan menjahilinya terus”teriak jesica yang mendengar anaknya tertawa
“Maaf bu..aku tidak bisa..hahaha”Emilia kembali tertawa sembari melangkah menuju mobil.
Audrey mengikuti langkah Emilia sesekali ia menoleh kebelakang ke arah ruangan Louis.
Bersambung…
__ADS_1
Hasil nulis terburu-buru karena mau nonton drama mas suami yang tayang perdana hari ini✌️😁