HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 133


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Damian masih memandangi wajah sang istri dengan sangat lekat,sesekali ia tersenyum jika mengingat kejadian tadi malam.Sudah hampir 1 jam lamanya Damian diposisi itu,ia bangun lebih awal dari Emilia.Setelah membersihkan diri,ia memilih kembali ke atas ranjang menunggu sang istri terbangun dengan sendirinya.


“Eengghhh”mata indah Emilia terlihat mengerjap perlahan.


Tangan Damian terulur untuk menyentuh wajah sang istri yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.


“Good morning baby”sapa Damian kala mata Emilia sudah terbuka meskipun masih sedikit menyipit karena cahaya matahari yang menyilaukan.


“Good morning beib”balas Emilia dengan suara serak khas bangun tidur.


Cup!


Sebuah kecupan singkat mendarat di dahi Emilia”morning kiss”ujarnya


Emilia tersenyum,ia ingin bangun dan membalas kecupan Damian.Namun rasa nyeri pada tubuh dan bagian bawahnya membuatnya terdiam.


“Aakkhh..”pekik Emilia yang disambut dengan wajah panik Damian.


“Apa masih terasa sakit?”tanya Damian dengan nada yang terdengar khawatir.


“Sedikit”jawab Emilia


“Maaf karena aku lepas kendali”ujar Damian merasa bersalah


“Hey kenapa meminta maaf..kau tak perlu merasa bersalah..bukankah ini hal yang wajar untuk wanita yang baru pertama kali”Emilia mengelus wajah Damian lembut


Akhirnya Damian kembali tersenyum”terima kasih”ia mendekatkan tubuhnya dan memeluk Emilia.


“Sepertinya ini sudah siang”gumam Emilia di dalam pelukan Damian


“Belum terlalu siang..tapi sebentar lagi akan siang”jawab Damian


“Apa kau merasa lapar?”tanya Damian


Emilia mengangguk.


“Jika begitu ayo bersihkan diri terlebih dahulu dan setelah itu kita makan bersama”Damian melerai pelukannya dan kembali menatap wajah Emilia.

__ADS_1


Emilia kembali mengangguk,dan Damian bergegas mengangkat tubuh Emilia.


“Kenapa kau menggendong kU?”tanya Emilia


“Aku tidak tega jika melihatmu kesakitan ketika berjalan nanti”jawab Damian


“Sstt jangan protes”imbuh Damian kala Emilia ingin menjawab.


Emilia hanya tersenyum dan tidak membantah Damian saat ini.Entah mengapa ia merasa sangat bahagia pagi ini setelah melewati pagi-pagi yang suram setelah 5 bulan lamanya.


****


Di perusahaan,Audrey terlihat memijit kakinya yang terasa pegal karena harus menaiki anak tangga hingga ke lantai atas.Entah mengapa ia merasa sedikit sial ketika lift gak pernah berhenti di setiap lantai yang ia pijaki.


Mulai pagi ini hingga 6 hari kedepan,Louis dan Audrey akan berada dalam satu ruangan karena Damian sedang mengambil cuti.


Mata Louis sesekali melirik ke arah meja Audrey,ia terlihat bingung ketika melihat Audrey memegangi betisnya.


“Ada apa dengan kakimu?”tanya Louis dengan mata yang menatap ke arah komputer.


Audrey mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Louis


Louis tak berkata apa lagi setelah itu,dan Audrey memutuskan untuk keluar sebentar mengambil minum.


“Saya ingin keluar mengambil minum sebentar tuan..apakah kau perlu sesuatu atau ingin menitip sesuatu?”tanya Audrey


“Tidak”jawab Louis singkat.


Audrey menganggukkan kepalanya lalu segera bergegas keluar untuk mengambil minum.Beruntung pantry berada di dekat ruangan itu sehingga ia tak perlu berjalan jauh lagi.


“Kita bertemu lagi nona”ujar seseorang yang baru saja tiba di pantry.


“Tuan Herry”pekik Audrey sembari menegangi dadanya karena terkejut


“Maaf nona jika aku menbuatmu terkejut”ucap Herry dengan raut wajah bersalah.


“Tidak apa tuan”


“Nona Audrey..”Herry menjeda kalimatnya

__ADS_1


“Maaf tuan Herry bisakah anda memanggilku dengan sebutan nama saja tanpa ada awalan nona?”pinta Audrey


“Dan bisakah juga anda memanggil saya Herry tanpa awalan tuan?”pinta Herry balik


Audrey terkekeh”baiklah..kita sepakat untuk memanggil nama saja”ujar Audrey


“Setuju”balas Herry


“Nona..maksudku Audrey..jika kau ada waktu luang bagaimana jika nanti siang kita makan bersama dan jika kau berkenan,nanti sore ketika pulang kerja maukah kau pulang bersamaku?”tanya herry


Audrey nampak berpikir sejenak”untuk nanti siang bisa saja..tapi untuk nanti sore aku tidak bisa memastikannya karena aku harus mengikuti jam pulang tuan Louis”jawab Audrey


“Tidak masalah..aku akan menunggumu”herry tersenyum,setidaknya ia mempunyai kesempatan untuk berduaan dengan Audrey.


Tanpa mereka sadari,seorang laki-laki tengah mengepalkan tangannya mendengar obrolan mereka berdua.Benar..laki-laki itu adalah Louis,beberapa menit yang lalu ia hendak menyusul Audrey dan ingin meminta tolong membuatkan kopi.


Namun rupanya ia kalah cepat dengan herry karena laki-laki itu sampai lebih dulu.


“Jangan harap kalian mendapat kesempatan nanti”gumamnya lalu bergegas pergi dari tempat itu.


Beberapa menit berlalu,Audrey kembali ke ruangannya dengan sebotol air mineral ditangan.Dahinya tiba-tiba mengkerut ketika mendapati tumpukan berkas di atas mejanya.


“Tuan,.”


“Ada apa?..apa kau keberatan mengerjakan dokumen-dokumen itu?”sindir Louis


“Tidak tuan..saya tidak keberatan”jawab Audrey


“Aku tidak keberatan tapi kau seorang yang gila”gerutu Audrey dalam hati.


“Selesaikan semua itu sebelum jam makan siang..jangan coba-coba pergi sebelum semua itu terselesaikan”ujar Louis yang dibalas anggukan oleh Audrey.


“Sepertinya aku akan telat makan siang hari ini”gumam Audrey dalam hati.


Louis tersenyum setelah mengatakan kalimat itu.


“Hah..kalian tidak akan mempunyai waktu untuk berduaan”gumam Louis dalam hati bersorak senang.


Bersambung..

__ADS_1


Bonus🥳


__ADS_2