
✨Happy Reading✨
Usia kandungan Emilia sudah menginjak umur 5 bulan.Perut ratanya kini sudah menonjol kedepan dan entah mengapa hal itu membuatnya semakin terlihat seksi.
Perubahan tidak hanya terlihat pada Emilia,Damian juga mengalami perubahan setiap harinya.Laki-laki yang terkenal sadis dan dingin itu,kini berubah menjadi sosok hangat dan juga manja kepada sang istri.
Namun perubahan itu menjadi kesenangan tersendiri bagi Emilia,ia lebih suka sosok Damian saat ini.
Ibu hamil itu terlihat begitu sibuk karena sang suami berulang hari ini.Sebuah rencana sudah ia susun sejak beberapa minggu yang lalu.
Pesta kecil yang dihadiri orang-orang terdekat mereka menjadi pilihan emilia.Ia hanya mengundang sahabat-sahabat Damian saja,karena mereka hanya akan mengadakan grill party di taman belakang.
“Hy kak..”sapa Emily yang baru saja tiba bersama sang suami.
“Hy Emily..kalian datang berdua saja?..mana anak-anak?”emilia menyambut kedatangan sang adik dengan pelukan hangat.
“Aku tidak mengajak mereka kak..mereka sedikit aktif jadi aku takut kau akan repot nantinya”
“Hhmm..padahal kau sangat ingin bertemu dengan mereka”raut wajah Emilia tiba-tiba bersedih.
“Hey..jangan bersedih,kau bisa bertemu dengan mereka kapan pun bukan”
Emilia menganggukkan kepalanya,ia mengajak sang adik dan juga Albert masuk ke dalam.
Tak lama setelah itu,sahabat Damian yang lain juga mulai berdatangan.Dannis bersama sang istri,Darren bersama seorang gadis yang tak lain adalah sekretaris barunya,sedangkan Dion datang seorang diri dan disambut dengan spesial oleh Michelle.
Peralatan memanggang sudah tertata rapi di taman belakang,jejeran daging dengan berbagai bentuk dan jenis tersedia disana.
Tidak lupa,beberapa anggur yang Emilia beli khusus di luar negeri berderet rapi.
“Tuan akan segera tiba”ujar Michael memberi laporan.
Emilia terlihat antusias begitupun juga dengan yang lainnya.Darren dan juga Dion sudah siap dengan party popper di tangan.
Sedangkan Emilia terlihat bersiap dengan kue ulang tahun ditangannya dan berdiri di depan pintu.
Selain dari Emilia,mereka memilih bersembunyi karena rencananya mereka akan muncul ketika Damian meniup lilin.
“Tuan..kira-kira bagaimana reaksi seorang tuan Damian yang terkenal dingin ketika di berikan kejutan seperti anak kecil seperti ini?”tanya Aera sekretaris Darren.
Darren hanya menggidikkan bahunya,enggan menjawab pertanyaan sang sekretaris yang tidak terlalu penting.
“Apakah wajahnya akan tetap stay cool dan stay tampan seperti biasanya”imbuh Aera.
“Cckk kau selalu saja memuji sahabat-sahabatku tapi tidak pernah memujiku”protes Darren.
“Tentu saja aku memuji mereka karena mereka memang tampan sedangkan tuan..bos yang menyebalkan”gumam Aera.
Darren mendelik kan matanya dan hendak menjawab lagi,namun semua itu ia urungkan ketika deretan mata tajam menatapnya.
__ADS_1
“Diam atau aku akan melemparmu ke kandang singa”ancam Albert yang kesal karena Darren terus saja berdebat.
Ceklek!!!
Pintu terbuka,Damian masuk ke dalam namun ia terlihat bingung karena seluruh ruangan nampak gelap.
“Baby..”panggilnya dengan suara lembut.
Cetek!!!
“Surprice..Happy birthday My husband”teriak Emilia dengan penuh semangat.
Mata Damian berbinar bak anak kecil yang di berikan sebungkus permen.
“Oouuu so sweet…kau manis sekali baby”ujar Damian
“Ooouuu aku terharu..cini baby..cini..aku ingin memelukmu”imbuh Damian dengan suara yang sengaja dibuat seperti suara anak bayi.
Mereka yang bersembunyi di belakang sana mulai saling pandang.Bahkan mata para lelaki membulat sempurna ketika telinga mereka mendengar suara aneh dari seorang pria yang mereka yakini adalah Damian.
Emilia berjalan mendekati sang suami”ayo tiup lilinnya dan buat permintaan”pinta Emilia.
“Cini dulu dong..aku mau peyuk dulu..cini..cini”Damian merentangkan kedua tangannya sembari menggoyangkan badan karena kegirangan.
Darren mengucek kedua matanya yang tak kemasukan benda apapun.Hal itu ia lakukan karena merasa jika penglihatannya salah,orang itu tidak mungkin sahabatnya yang ia kenal.
Mungkin itulah yang dipikirkan oleh yang lainnya,manusi itu bukan Damian yang mereka kenal.Damian adalah orang yang dingin dan irit bicara,namun di hadapan mereka tengah berdiri seorang pria berwajah Damian namun beraga seorang anak kecil.
Party popper yang dipegang oleh Darren dan Dion meledak begitu saja karena mereka berdua tak bisa mengontrol tangan masing-masing akibat terkejut.
“Uuhhuukk…Uuhhuukk”
Albert dan Dannis harus tersedak ludah sendiri akibat terkejut juga.Sedangkan para wanita hanya bisa bengong dengan pemikiran yang sama persis dengan suami mereka.
Damian seketika menoleh ke arah sumber suara karena terkejut dengan suara ledakan.
“Kalian…”pekik Damian dengan wajah yang bersemu merah menahan malu.
“Maaf beib..aku lupa jika mereka ada disini”ujar Emilia
“Eeekkhhhmmm…bisakah kita mulai acaranya”seru Dion mencairkan suasana sekaligus menyadarkan mereka.
“Ah iya ayo kita kebelakang”timpal Darren sembari melangkah ke taman belakang disusul oleh yang lain.
Sebuah meja bulat berbentuk persegi berada ditengah-tengah 5 kursi yang diletakkan melingkar.4 pasang mata tengah menyorot ke arah Damian yang masih terlihat malu.
Darren mengangkat salah satu tangannya dan menyentuh dahi Damian.
“Normal..tidak panas ataupun dingin”ujarnya
__ADS_1
Ppllaakkk!!!
Damian menangkis tangan Darren.
“Cckkk..berhenti menatapku dengan tatapan aneh kalian seperti itu”teriak Damian yang kesal
“Dia memang sahabat kita”seru Dion
“Benar..sekarang dia benar-benar sudah sahabat kita”timpal Dannis.
“Apa kau bertemu dengan manusia yang terlihat aneh tadi?”tanya Albert tiba-tiba.
“Ti-tidak..aku hanya bertemu Louis..memangnya ada apa?”tanya Damian yang penasaran dengan pertanyaan Albert.
“Atau kau merasakan sesuatu yang aneh dari dalam tubuhmu?”tanya lagi.
Damian semakin terlihat bingung”Ti-tidak juga”
“Berarti kau tidak dirangsuki hantu..Aahh aku tahu,kau pasti dirangsuki oleh iblis cinta”tebak Albert.
“Sialan..aku tidak dirangsuki apapun”kesal Damian
Para wanita hanya bisa tertawa melihat tingkah lima laki-laki yang sedang saling mencurigai.
“Aku yakin jika kau pernah melakukan hal konyol itu Albert,emily pernah bercerita pada istriku”balas Damian yang tidak terima jika hanya dirinya yang ketahuan bucin.
Wajah Albert tiba-tiba bersemu merah karena kini tiga pasang mata tengah menatapnya.Sedangkan satu mata terlihat puas dapat membalas.
“Ta-tapi aku tidak separah dirimu”kilah Albert
“Benarkah?”tanya Damian
“Dannis..kau pun sama..istrimu juga pernah bercerita tentang bagaimana bucinnya dirimu”tuduh Albert
“Hey kenapa aku…”protes Dannis yang tidak terima namanya di bawa-bawa.
Perdebatan itu masih terus berlanjut,hingga mereka lupa untuk memanggang daging yang sudah hampir berbau busuk karena tidak kunjung dimasak.
Bersambung…
Holla guys..
*Mungkin satu bab lagi novel ini akan tamat*🥳🥳
*maaf jika di akhir-akhir bab ini aku agak sedikit lama updatenya,itu karena aku sedang menulis cerita baru…*
Sambil menunggu bab selanjutnya,kalian bisa mampir sebentar ke cerita baru ku.
*Kira-kira aku nulis kisahnya siapa ya?*🤔
__ADS_1
*biar gak kepo,langsung tengok aja*
*siapa tahu kalian suka dan betah(Author ngarep🤪)*