
✨Happy Reading✨
Suara rintikam hujan menyapa di pagi hari ini,membuat sepasang kekasih enggan untuk beranjak dari tempat tidur.Aroma segar bercampur sejuk khas aroma hujan di pagi hari menyeruak masuk melalui celah jendela.
Damian menghirup udara itu dalam-dalam sembari memeluk erat wanita yang masih tertidur lelap di dalam pelukannya.
“Eenngghhh…”lenguhan kecil terdengar diiringi dengan gerakan perlahan.
“Good morning baby..”sapa Damian melihat wanitanya mengerjapkan mata perlahan.
“Good morning beib..”jawab Emilia dengan suara serak khas bangun tidur.
Cup..
Kecupan singkat mendarat di bibir merah muda Emilia.
“Morning kiss..”ujar Damian sembari menyelipkan anak rambut yang menghalangi pipi putih sang kekasih.
Cup..
Emilia membalas kecupan Damian tepat di pipi lelaki tampan yang tengah tersenyum manis.
“Morning kiss..”ujarnya
“Sepertinya kau tertidur dengan sangat nyenyak baby..”sindir Damian
“Tentu saja..hari ini adalah hari pertama sepasang kekasih memulai hubungan yang romantis,aku harus menyiapkan energi untuk itu..kau harus ingat di buku itu ada banyak hal yang harus kau lakukan”oceh Emilia
“Kau sudah seperti penagih hutang jika seperti ini”Damian terkekeh melihat tingkah laku wanitanya.
Emilia meregangkan tubuhnya sejenak sebelum ia bangun untuk memulai aktivitas.
“Ayo beib..kita harus melakukan hal romantis yang kedua”Emilia bangun dengan begitu bersemangat.
Sedangkan Damian hanya bisa menggelengkan kepala melihat betapa antusiasnya sang kekasih.Namun ia tak terlalu memikirkan itu,selagi wanitanya itu merasa senang apapun akan ia lakukan.
Mereka berdua keluar dari kamar secara bersamaan,lengkap dengan setelan piyama couple berwarna hitam putih.Para maid yang tidak sengaja berpapasan dengan sang majikan,membuka mata mereka lebar-lebar menyaksikan tuannya memakai piyama couple bersama calon nona nya.
“A-apa aku tidak salah lihat?..tu-tuan Damian memakai piyama?”ujar salah satu maid kepada rekannya.
“Tidak..kau tidak salah lihat karena aku pun melihatnya”sahut rekannya
“Ini fenomena yang sangat luar biasa..sepertinya mansion ini akan sedikit lebih hidup setelah bertahun-tahun lamanya seperti sebuah castle drakula”imbuh rekannya yang lain.
Mereka benar-benar takjub dengan pengaruh yang diberikan oleh Emilia.Ini pertama kali dalam sejarah mereka bekerja melihat tuannya memakai pakaian seperti itu ditambah lagi ia menggunakan piyama couple.
“Apa kalian sudah bosan bekerja di mansion ini?..jika iya,silakan kemasi barang-barang kalian dan keluar sekarang juga”ujar seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Louis.
Mereka bertiga terkejut dan sontak membalikkan badan,ketika tahu siapa yang berada dibelakang mereka,dengan segera mereka menundukkan badan.
“Maafkan kami tuan”ujar ketiganya secara bersamaan.
“Ini terakhir kalinya aku melihat kalian bergosip seperti ini,jika sampai aku melihatnya lagi..maka kemasi barang-barang kalian.”
“Baik tuan”
__ADS_1
“Sekarang kalian pergi dan lanjutkan pekerjaan yang masih tertunda”perintahnya
Ketiga maid itu berjalan meninggalkan Louis dengan langkah yang cepat sebelum sekretaris itu kembali mengamuk.
“Hah..sepertinya tuan sudah tidak bisa diselamatkan lagi”gumam Louis kala melihat kebucinan Damian.
Kembali ke Damian dan Emilia,kini mereka berdua tengah berada di dapur mansion lengkap dengan peralatan memasak.Para koki dan maid yang bertugas di dapur,terpaksa harus pergi dari tempat itu karena sepasang kekasih akan melakukan kegiatan romantis disana.
“Baiklah..di buku itu tertulis jika pasangan romantis akan membuat sarapan bersama”seru Emilia yang sudah memegang sepotong roti tawar.
“Kau ingin membuat apa baby?”tanya Damian yang bingung melihat berbagai alat masaka di dalam dapur.
“Kita akan membuat sandwich,garlic bread dan juga susu hangat..terdengar mudah bukan”jawab Emilia
Damian hanya menggidikkan bahunya,ia tahu semua makanan itu tapi ia tak pernah membayangkan sebelumnya jika harus memasaknya sendiri.
“Baiklah..aku rasa kau sudah mengerti..jadi ayo kita buat”teriak Emilia bak seorang prajurit perang.
Dengan semangat yang membara,mereka mulai memasak satu persatu makanan.Bukan mereka,lebih tepatnya Emilia karena sedari awal Damian hanya berdiri memegang sendok ditangannya.
Tugasnya disini hanya membuat susu dan itu terlalu mudah untuknya.Emilia tak mengijinkan Damian untuk ikut campur dalam pembuatan sandwich dan garlic breadnya karena ia yakin bisa melakukannya sendiri.
Adegan-adegan romantis juga terselip didalamnya,sesekali Damian mencium singkat pipi Emilia,terkadang ia berdiri di belakang sembari memeluk mesra sang kekasih.Hal itu tidak tertulis di buku,semua itu ia murni lakukan karena rasa sayangnya kepada Emilia.
“Selesai..”seru Emilia setelah meletakkan 5 potong garlic bread di atas piring.
“Cobalah beib..kau pasti suka”Emilia menyodorkan satu potong garlic bread ke arah mulut Damian.
Dengan senang hati Damian menerimanya hingga sesuatu yang aneh terjadi.Ekspresi wajah Damian tiba-tiba berubah,raut wajahnya menunjukkan sesuatu yang sulit untuk ditebak.
“Hhmm..bagaimana kalau kau juga mencobanya”ujar Damian
“Aku tidak suka garlic bread beib”jawab Emilia
Damian menelan garlic bread itu dengan susah payah ketika mendengar pengakuan dari kekasihnya.
“Lalu..kenapa kau memasak menu itu?”tanya Damian yang bingung.
“Aku lihat menu ini yang paling mudah untuk dibuat maka dari aku memilih menu ini”jawab Emilia
“Bagaimana apakah enak?”tanya nya lagi.
Pertanyaan emilia sungguh membuat Damian frustasi,pasalnya garlic bread berwarna coklat tua itu terasa pahit di mulutnya.
“Enak baby..tentu saja enak..”sahut Damian dengan senyum yang dibuat-buat.
“Jika begitu..kau yang memakan garlic breadnya dan aku sandwichnya”seru emilia dengan raut wajah senang.
Ide yang keluar dari kepala emilia tentu saja bukan ide yang bagus untuk Damian.dengan segera ia mencari ide agar terbebas dari jerat garlic bread coklat itu.
“Hhmm baby..aku tidak terlalu suka dengan garlic dan lagi aku memiliki alergi jika memakannya dengan jumlah banyak”ujar Damian beralasan.
“Hhmm..lalu siapa yang akan memakannya..sayang sekali jika mereka harus dibuang begitu saja”lirih emilia dengan raut wajah sedih.
Tentu saja damian menjadi merasa bersalah dalam hal ini,namun jika ia tetap memakannya sudah dapat dipastikan ia akan mual setelahnya.
__ADS_1
Ia menoleh kesana kemari mencari seseorang yang bisa menyelamatkannya dari garlic bread buatan emilia.
Dewi Fortuna sepertinya sedang berpihak kepada damian,seorang laki-laki tidak sengaja melintas di samping mereka.
“Aha..Louis..kita bisa memberikannya kepada Louis”seru damian
Seseorang yang merasa dipanggil namanya seketika menoleh dan menghampiri keduanya.
“Tuan memanggil saya?”tanya Louis malang
“Ya aku memanggilmu..”jawab damian dengan cepat.
“Kak..aku membuat garlic bread tadi tapi aku dan damian sama-sama tidak suka jadi garlic bread ini aku berikan padamu”ujar emilia menyodorkan piring yang berisi garlic bread.
“Bukannya tuan sangat suka dengan…”
“Ah..itu aku alergi dengan garlic apa kau lupa”potong damian kala Louis akan mengucapkan kata-kata keramat.
Louis memandang bingung ke arah tuannya,namun mata tajam damian memberi isyarat kepada Louis.
“Aaa..ayo coba kak”emilia menyodorkan sepotong garlic bread ke arah mulut Louis
Louis menerimanya dengan ragu-ragu,ia sedikit curiga dengan tatapan tuannya.
Roti itu sudah masuk dengan sempurna di mulut Louis,sensasi pahit bercampur rasa garlic yang menyengat membuat mulut Louis bergejolak.
Louis ingin mengubah raut wajahnya namun sebuah tatapan tajam penuh ancaman sedang menyorot ke arahnya.Tatapan itu seperti berkata,telan Louis telan sampai habis.
Dengan terpaksa Louis menelan roti itu hingga tandas.
“Bagaimana bisa adikku membuat makanan pahit seperti ini”gerutu damian dalam hati
“Bagaimana kakak?..apakah enak?”tanya emilia
Louis yang ingin berkata jujur kembali dipaksa untuk berbohong dengan sebuah tatapan.
“Tentu..ini sangat enak”ujar Louis penuh dusta.
Emilia tersenyum senang lalu mengambil sandwich yang ada di atas meja untuk ia pindahkan ke meja makan.
“Kau boleh mengambil semuanya kak..dan ingat habiskan..kau juga bisa membaginya dengan Michael”ujar Emilia sebelum akhirnya ia pergi ke meja makan bersama damian.
Louis hanya bisa mengangguk patuh dan pergi dari dapur dengan sepiring garlic bread.
“Sepertinya itu ide yang bagus..aku akan membaginya dengan Michael dan para pengawal”ujar Louis sembari tersenyum devil.
Ia tidak mai jika harus merasakan penderitaan itu sendiri sehingga ia memutuskan untuk membaginya.
Bersambung…
Part-part selanjutnya akan dipenuhi dengan berbagai kebucinan damian😜
Tunggu kelanjutannya ya…
See you next capture😘
__ADS_1