HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 50


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Semua pimpinan direksi yang sudah berkumpul di sebuah ruangan besar dengan meja memanjang di dalamnya.Mereka tampak berbincang-bincang sembari menunggu sang CEO masuk ke ruangan itu.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka menampilkan seorang laki-laki tampan yang terlihat begitu berwibawa.Semua orang berdiri dan memberi salam kepada Damian,namun tatapan mereka tiba-tiba berpaling ke arah wanita cantik yang berada dibelakang Damian.


Semua mata menatap takjub ke arah Emilia,tak hanya para laki-laki bahkan perempuan pun dibuat iri dengan kecantikan seorang Emilia.


Damian menyadari itu dan ia menyesal telah memperlihatkan Emilia kepada orang banyak.


“Eekkmmm...bisakah kita mulai meetingnya”Damian mencoba menyadarkan semua orang yang ada di dalam sana.


Meeting akhirnya dimulai,Emilia berdiri didepan memaparkan permasalahan yang akan dibahas.Namun semua mata tak fokus dengan materi yang dibawakan,mata mereka hanya berfokus kepada wanita cantik yang tengah berdiri depan.


Sepanjang jalannya meeting,Damian terus mengumpat kesal dalam hati karena mereka tak henti-hentinya memperhatikan wanitanya.


“Meeting hari ini aku tutup..kalian bisa memikirkan solusi untuk masalah yang terjadi”ujar Damian tiba-tiba lalu menarik tangan Emilia keluar dari ruangan itu.


“Hey..”Emilia sedikit terkejut dengan tindakan Damian yang tiba-tiba menariknya.


“Ada apa?..kenapa kau menarikku?”tanya Emilia sembari mencoba mengikut langkah panjang Damian.


Damian tetap diam,ia terus melangkah dengan panjang tanpa melihat kebelakang seakan tak perduli dengan Emilia yang berusaha mengikuti langkahnya.


“Beib..ada apa?...tanganku sakit”Lirihnya


Namun Damian tetap tuli karena tujuan utamanya saat ini adalah ruangannya.


Damian menghempaskan tangan Emilia kala memasuki ruangan yang menjadi tujuannya.


Bbraakkkk....

__ADS_1


Dengan kasar ia menutup pintu ruangan itu dan membuat Emilia tersentak kaget.


“Mulai besok aku tidak mengijinkan mu untuk ikut ke kantor”ujarnya dengan nada sedikit tinggi.


“Kenapa?..apa aku menbuat kesalahan?”tanya Emilia yang bingung dengan perubahan sikap Damian


“AKU TIDAK SUKA KAU DITATAP OLEH PRIA LAIN”teriaknya


Emilia kembali tersentak mendengar teriakan Damian.Ia tidak tahu kenapa Damian kembali kasar terhadapnya namun ia memilih diam dan menundukkan kepala.


Damian melihat reaksi Emilia yang langsung menundukkan kepala.Ia sendiri tidak mengerti kenapa bisa sekesal ini ketika melihat Emilia ditatap oleh semua laki-laki yang berada di ruangan meeting.


“Aarrgghhh....”Damian menjambak rambutnya frustasi,bagaimana bisa ia berlaku kasar kepada Emilia lagi.


Damian berjalan mendekati Emilia yang masih tertunduk.


“Maafkan aku..aku tidak bermaksud berlaku kasar padamu”ia membawa Emilia kedalam pelukannya sembari mengelus pelan rambut panjang terurai Emilia.


Sedari tadi ia berusaha menahan tangisannya,namun semua pertahanannya runtuh seketika karena perlakuan lembut Damian.


“Maafkan aku..aku mengerti kenapa aku merasa sangat marah saat mata mereka menatapmu terus menerus”ujar Damian


Emilai mengangguk pelan setelah mendengar alasan dari kemarahan damian.Sepertinya laki-laki yang sedang memeluknya erat itu tengah cemburu.


Damian melerai pelukan mereka kala isakan Emilia sudah tak terdengar.


“Aku mohon padamu..turuti kata-kataku untuk saat ini..kau tidak perlu ikut ke kantor,cukup diam di mansion dan tunggu aku pulang”Damian menatap Emilia begitu dalam dengan tangan yang menggenggam kedua tangan Emilia.


“Aku akan memberikan semua yang kau inginkan asal kau tetap berada disisiku...kau sudah memilih masuk ke dalam duniaku dan aku harap kau bisa menerima konsekuensinya..aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku meskipun aku harus bertindak egois..aku tidak bisa membiarkan mata mereka menatapmu seperti tadi..sungguh aku tidak bisa”imbuh Damian


Cup...


Tiba-tiba Emilia memberikan kecupan singkat untuk Damian karena merasa gemas dengan tingkah laku lelaki yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


“Kau sedikit lebih cerewet saat ini”ejek Emilia dengan senyum mengembang.


“Aku serius”ujarnya


Emilia melepaskan genggaman tangan Damian lalu beralih masuk kedalam pelukan Damian.


“Aku senang kau cemburu..tapi aku tidak suka caramu..kau bisa mengatakannya padaku dan aku tidak akan keberatan untuk itu dari pada kau bertingkah kasar seperti tadi..kau tidak perlu menjanjikan apapun untukku agar aku tetap berada disisimu..cukup tunjukan cinta yang kau miliki bukan hanya sekedar ungkapan kata saja”ujar Emilia yang masih memeluk erat Damian.


Damian tersenyum puas mendengar jawaban Emilia.Sepertinya ia tak salah dalam memilih wanita kali ini.


“Aku akan membuktikannya padamu”ujar Damian lalu menarik tengkuk Emilia dan mulai menyatukan bibirnya.


Mereka berciuman dengan begitu romantis,tangan Emilia melingkar sempurna di leher Damian menikmati permainan bibir mereka.


Ceklek...


Pintu tiba-tiba terbuka dan seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.


“Tu..an..”


“Aahh maaf saya harus pergi..”Louis terlihat gugup ketika melihat tuannya sedang menikmati sebuah moment.


Ini adalah kali kedua ia memergoki tuan dan nonanya sedang memadu kasih,tentu saja hal itu membuatnya sedikit merasa canggung.


“Lain kali ketuklah pintu sebelum masuk ke ruangan orang”teriak Damian kesal


Setelah berteriak Damian kembali melanjutkan ciumannya yang tertunda.


Sedangkan diluar sana Louis terus menggerutu.


“Kenapa tuan tidak pernah mengunci pintu jika ingin bermain”gerutu sang sekretaris jomblo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2