HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 131


__ADS_3

✨Happy Reading✨


“Apakah yang ini bagus?”tanya Emilia seraya memutar tubuhnya beberapa kali di depan cermin.


“Bagus”jawab Michelle singkat


“Kenapa semuanya kau bilang bagus”Emilia menatap kesal ke arah saudarinya yang juga terlihat mulai jenuh.


“Hah…”Michelle menghela nafasnya sejenak lalu segera berdiri.


“Lalu bagaimana aku harus menjawab kau mencoba semua baju itu hingga aku sulit untuk membandingkannya jika kau mau membandingkan sesuatu harusnya kau memilih 2 sampai 3 stel saja bukan semuanya”omel Michelle tanpa menjeda kalimatnya


Emilia diam tak bergeming,ia baru melihat wajah kesal saudarinya setelah hampir 1 tahun bersama.Para karyawan butik yang dipilih Emilia hanya bisa diam melihat pertengkaran kakak beradik itu.Mereka tidak berani menyela karena mereka tahu siapa wanita yang berada di hadapan mereka.


“Hehehe maaf”namun Emilia hanya bisa menyengir kuda menanggapi omelan saudarinya itu.


“Baiklah..diantara 3 stel lingeria ini mana yang paling bagus?”Emilia mengambil 3 stel lingeria yang menurutnya menarik.


Michelle melihat ketiga lingeria itu bergantian”hhhmm..aku rasa yang warna putih ini”


Michelle menunjuk salah satu lingeria berwarna putih tipis yang bahkan bisa dibilang sangat tipis karena jika dipakai kain itu tak dapat menutupi apapun kalau dikenakan nanti.


Emilia menatap Michelle dengan tatapan aneh.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?”tanya Michelle yang langsung mengalihkan pandangannya.


“Aku tidak menyangka jika seleramu bagus dan sexy”puji Emilia


Wajah Michelle bersemu merah”A-aku hanya sembarang memilih”kilahnya


Emilia tertawa melihat reaksi saudarinya”hahaha..kenapa wajahnya merah..aku hanya memuji pilihanmu”


“Aarrgghh..cepat ambil karena tuan sebentar lagi akan pulang”ujar Michelle meninggalkan Emilia keluar


Sejak kejadian beberapa bulan yang lalu,mereka berdua menjadi lebih akrab.Bahkan Emilia melarang Michelle memanggilnya dengan sebutan nona meskipun di dalam mansion.Hal itu ia lakukan karena Emilia menghargai posisi Michelle sebagai kakaknya.


Emilia mengambil lingeria yang dipilihkan oleh Michelle,entah mengapa ia menjadi tidak sabar untuk nanti malam.


Setelah membayar semua belanjaannya,Emilia bergegas pulang karena sebelum Damian pulang ia harus sudah bersiap.Tidak lupa ia membeli wangi-wangian untuk berendam dan untuk kamarnya.


*****


Waktu berjalan begitu cepat,setelah menyelesaikan urusannya di perusahaan,Damian segera bergegas pulang menuju mansion.


Ia sempat mampir ke sebuah restaurant Korea yang menjadi langganan sang istri beberapa bulan terakhir.Informasi itu ia dapatkan dari Audrey,karena ia bilang mereka sering berkunjung.


Damian tersenyum senang dengan tteokbokki,jjangmyeon dan kimbab di tangannya.Ia sudah membayangkan bagaimana reaksi Emilia ketika ia membawakan makanan kesukaannya.


“Jalan”perintahnya


Mobil yang membawanya melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion.Sepanjang perjalanan,senyum di wajahnya tidak pernah pudar barang sedetik pun.


“Kita sudah sampai tuan”ujar Louis


Damian turun dari mobil setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit lamanya.Bahkan Damian tidak sadar jika dirinya sudah tiba,itu karena pikirannya hanya dipenuhi oleh paras sang istri.


Kakinya melangkah maju menuju bangunan yang sudah sangat tidak sabar ia pijaki.Matanya menyorot ke arah tangga yang akan membawanya ke ruangan ratunya.


“Selamat malam tuan..”sapa sang pengawal


“Malam”jawab Damian ramah


Namun baru beberapa langkah,para maid datang dan menghentikannya.jumlah mereka ada 5 orang dan berhenti tepat di hadapannya membentuk pagar Ayu.

__ADS_1


“Selamat malam”sapa mereka bersamaan


“Malam”Damian menjadi sedikit bingung


“Ada apa?”tanya Damian karena para maid tak kunjung memberi jalan.


“Maaf tuan..nona Emilia memerintahkan kami untuk menyambut anda dan melarang anda untuk naik ke atas”ujar salah satu dari mereka


“Kenapa?..ada sesuatu hal yang terjadi?”tanya Damian


“Nona meminta anda untuk membersihkan diri di kamar bawah dan memakai semua ini..barang-barang ini dipilihkan dan disiapkan khusus oleh nona tuan”imbuhnya


Damian semakin bingung,namun dengan terpaksa ia harus mengikuti kemauan sang istri.Ia melangkah masuk menuju kamar yang terletak di lantai dasar.Tidak lupa para maid meletakkan barang-barang yang disiapkan Emilia di atas ranjang besar.


15 menit waktu berlalu,Damian telah siap.Ia sengaja mempercepat aktivitasnya karena sudah tidak sabar bertemu dengan sang istri.


Dengan langkah panjang ia berjalan menuju lantai atas.


Ceklek!!


Pintu kamarnya telah dibuka,bau wangi semerbak memenuhi kamar itu.Ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin itu semakin membuat suasana menjadi damai.


Damian mengernyitkan dahinya,ia menutup perlahan pintu dan menguncinya.Sepertinya ia mulai mengerti apa yang tengah direncanakan sang istri.


“Jangan salahkan aku jika kau tidak akan bisa tidur malam ini”gumam Damian sembari melangkah masuk mencari keberadaan sang istri.


Emilia yang belum menyadari kedatangan Damian terlihat masih sibuk menyisir rambutnya.Ia sudah memperhitungkan waktunya,namun ternyata perhitungannya meleset.


Damian mendekati meja rias dengan langkah pelan,ia tahu jika istrinya tidak menyadari kehadirannya.


“Aakkhh..”pekik Emilia kala merasakan sepasang tangan melingkar di pinggangnya


“Kau..kenapa sudah sampai?”tanya nya dengan ekspresi terkejut.


Emilia mengelus pucuk kepala sang suami dengan lembut.Damian menghirup dalam-dalam wangi sang istri yang membuatnya candu.


“Sh*t!!!”damian memutar tubuh Emilia karena ia sudah tidak bisa menahannya lagi.


“Eeiittss..bersabarlah..kita bahkan belum meminum apapun”Emilia menghentikan bibir Damian dengan jari telunjuknya.


Damian membuka matanya dan menyingkirkan tangan Emilia.


“Lupakan minuman itu dan kita mulai sekarang”


Damian segera membungkam bibir Emilia dengan bibirnya sebelum wanita itu mengucapkan kalimat lagi.Ciuman mereka berlangsung cukup lama,dan Damian terlihat sangat bersemangat.


Damian meraih tubuh Emilia dan membawanya menuju ranjang dengan bibir yang masih menyatu.Sesekali terdengar suara sesapan bibir mereka dan menjadi musik yang indah didengar untuk mereka berdua.


Emilia tak mau kalah,tangannya sibuk meraba dada dan punggung Damian dengan nakalnya.


Damian menjatuhkan tubuh Emilia ke atas ranjang,tangannya melepas piyama yang ia gunakan dengan cepat lalu kembali mengurung sang istri.


Dengan kasar tangan Damian meraih lingeria yang dikenakan Emilia dan merobeknya.


“Hey..kenapa kau merobeknya”protes Emilia


“Dia menghalangiku..”jawab Damian


“Sudah siap bertempur nona?”bisiknya di telinga Emilia


Emilia mengangguk setuju karena ia tak bisa berucap sepatah kata pun saat ini.


Damian kembali menyerang bibir Emilia,bahkan ciuman kali sangat bern*fsu.Tangannya tak tinggal diam,ia meraih gunukan sang istri lalu meremasnya perlahan.

__ADS_1


“Eenngghhh…”suara lenguhan emilia mulai terdengar kala bibir Damian bergerak turun menyentuh gunukannya.


Matanya terpejam menikmati sentuhan bibir dan tangan Damian di atas sana.Tangannya juga terlihat sibuk menyentuh dada kekar sang suami.


“Damm…”suara emilia terdengar berat saat ini,ia merasa seperti melayang di atas awan.


Damian melirik emilia,ia tersenyum disela-sela kegiatannya menikmati sesuatu di atas sana.


Tangannya kini bergerak turun ke arah paha emilia,ia mengelus pelan area bawah Emilia.


“Damm..no..sshhhh”racauan Emilia kembali terdengar.


Bibir Damian bergerak turun menuju titik nikmat sang istri,dan hal itu semakin membuat emilia merasa gila.


“Eenngghh…dam..mian..nnooo..”emilia meremas kuat rambut Damian.


Damian masih menikmati sesuatu di bawah sana,dan emilia merasa seperti semakin dibuat terbang karenanya.


“Beib..please-stop..aku menginginkanmu sekarang..”pintanya dengan susah payah.


Damian menghentikan aktivitasnya”as wish you baby”


Damian mengambil ancang-ancang,ia tak ingin lepas kendali nantinya karena hal ini adalah yang pertama kali untuk sang istri dan juga dirinya.


Perlahan Damian mencoba menerobos masuk ke dalam sana,sesekali ia melihat wajah sang istri.Ia takut jika Emilia akan merasa kesakitan nantinya.


“Mungkin ini akan sedikit sakit”ujar Damian yang di jawab anggukan kecil oleh Emilia.


Jjlleebb!!!


“Hhmm…sshhh..sakittt”Emilia tersentak,ia memejamkan matanya kuat kala pedang Damian berhasil menancap di bawah sana.


Rasa sakit mulai ia rasakan dan Damian tahu itu.Ia berhenti sejenak untuk memberi Emilia waktu.


“Aku berjanji setelah ini tidak akan terasa sakit lagi”ujar Damian meraih tangan sang istri.


Emilia menangguk,ia sudah menyiapkan diri untuk rasa sakit itu tapi entah kenapa ia tak bisa menyembunyikannya.


Emilia meremas sprei kuat-kuat kala Damian mulai menggerakkan tubuhnya.Perlahan namun pasti rasa sakit itu perlahan hilang dan tergantikan dengan rasa nikmat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


“Eenngghh..sshhhh…aahhh”bibir Emilia neraca merasakan nikmat yang di Berikan oleh Damian.


Damian juga tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata romantis di telinga Emilia.Ia memperlakukan sang istri dengan begitu lembut agar Emilia merasa nyaman saat ini.


“Damm..faster!!”pinta Emilia


“Kau yang memintanya”Ujar Damian lalu mempercepat gerakannya


Suara lenguhan dan denyitan ranjang menjadi irama yang indah malam ini untuk mereka berdua.


Damian mengecup pucuk kepala Emilia kala mereka berdua sudah sampai di puncak kenikmatan.


“I Love you..”bisik Damian


“I Love you too..”balas Emilia


Damian menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluk pinggang Emilia dengan posesif.Damian memberikan waktu Emilia untuk beristirahat sejenak karena pertarungan mereka akan berlanjut sampai pagi.


Dan benar saja,Damian kembali menyerang Emilia beberapa kali.Terakhir ia mengajak Emilia ke kamar mandi dan berperang disana sampai akhirnya mereka lelah dan tidur di jam 3 pagi.


Bersambung…


Oke ini part terpanjang(karena ada yang panas🤣)

__ADS_1


__ADS_2