
✨Happy Reading✨
Damian terlihat sibuk dengan ponselnya sedari tadi,jari-jarinya terlihat bergerak kesana kemari mengetikkan kalimat yang entah untuk siapa.Sedangkan wanitanya sibuk berfoto ria mengabaikan setiap moment yang ia lalui.
“Beib aku haus..”ujar Emilia sembari bergelayut manja.
Damian segera memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
“Hhmm..duduk dan diam disini..aku akan segera kembali”Damian mendudukkan Emilia di sebuah kursi.
Setelahnya ia berjalan menuju tenda penjual minuman.Tenda itu terlihat sedikit ramai,namun tidak seramai tenda lain sehingga Damian memutuskan untuk menghampiri tenda itu.
“Hallo tuan..kau ingin memesan apa?”tanya gadis penjual minuman yang terlihat terpesona dengan ketampanan Damian.
“Berikan aku minuman terbaik yang kau jual”pinta Damian karena memang ia tak tahu menu apa yang harus ia beli.
“Baiklah tuan..tunggu sebentar”ujar sang gadis sembari menyelipkan anak rambut yang terurai keluar.
“Apakah kau suka minuman manis tuan?”Gadis itu tersenyum ramah ke arah damian
“Tidak..aku tidak suka terlalu manis”jawab damian dengan ekspresi wajah datar
“Baiklah..aku akan membuatkanmu minuman yang tidak terlalu manis”
Sang gadis penjual minuman mulai membuatkan pesanan damian,sesekali ia bertanya sesuatu namun hanya ditanggapi jawaban singkat oleh damian.
Dari kejauhan Emilia mengernyitkan dahinya kala melihat interaksi sang kekasih dengan gadis penjual minuman itu.Karena posisi Damian membelakanginya,Emilia hanya melihat ekspresi sang gadis yang terlihat tersenyum sepanjang waktu kepada damian.
Awalnya ia berusaha biasa saja,namun setiap menitnya gadis itu memperlihatkan ekspresi yang mampu membuat Emilia terbakar api cemburu.Gadis itu tersenyum,terkadang tertawa dan tak jarang ia mengedipkan sebelah matanya.
“Apa dia ingin menggoda lelakiku”gumamnya dalam hati.
Dengan api yang mulai berkobar,Emilia bangkit dan melangkah untuk menghampiri damian.
“Apakah anda kesini seorang diri tuan?”tanya sang gadis
__ADS_1
Damian memutar bola matanya malas karena sedari tadi gadis itu benar-benar membuatnya muak.Namun baru saja ia ingin menjawab,seseorang datang dan menjawab pertanyaan gadis itu.
“Dia datang bersama istrinya”jawab Emilia sembari mengaitkan tangannya ke dalam tangan damian.
“Jika boleh tahu..apakah minuman yang dipesan suami kU sudah selesai?”ujar Emilia dengan senyum kemenangan.
Damian terpaku sejenak mendengar kalimat Emilia yang terdengar sedikit aneh ditelinganya namun mampu menbuat jantungnya berdegup kencang.
“Beib..kenapa kau lama sekali..kau tidak tahu jika istri dan anakmu sudah sangat kehausan”ujar Emilia sembari mengelus perutnya yang rata.
Kalimat pertama saja sudah membuat damian terpaku,sekarang kalimat yang kedua semakin membuat darah damian terasa membeku.
“Suamiku..kau kenapa?”tanya Emilia yang mampu membuyarkan lamunan damian.
“Ah..itu..maafkan aku baby..dia begitu lambat membuat pesananku”jawab damian tanpa menoleh ke arah sang gadis yang sudah terlihat kesal.
“Oohh seperti itu rupanya..nona apakah sudah selesai?”tanya nya lagi.
“Ini nyonya minuman yang dipesan oleh suami anda..mohon maaf karena membuat anda menunggu lama”ujar sang gadis dengan senyum yang terpaksa
“Ayo”Emilia menarik lengan kekasihnya yang masih terdiam mematung ke tempat duduk semula.
“Baby..bisakah kita berhenti sejenak?”tanya damian
“Ada apa?”
“Lututku terasa lemas..”jawabnya
“Apa kau sakit?..atau kau lelah karena kita terus berjalan sedari tadi?..maafkan aku karena tidak memikirkan keadaanmu”Emilia menempelkan punggung tangannya di dahi damian
“Tidak..aku tidak sakit dan tidak lelah”jawab damian lagi yang membuat Emilia mengerutkan dahinya
“Lalu?”
“Lututku tiba-tiba lemas ketika mendengar sebuah kata yang keluar dari bibirmu tadi”kini ia beralih menatap Emilia yang semakin terlihat kebingungan.
__ADS_1
“Kata?.,kata apa yang kau maksud?”
“Suamiku..bisakah kau katakan sekali lagi kata itu”pinta damian
“Suamiku”ujar Emilia menuruti permintaan damian
Beberapa detik kemudian tubuh Damian tiba-tiba meleyot dan bersandar di tubuh emilia,tentu saja hal itu membuat emilia sedikit terkejut.
“Hey..ada apa?”
“Jangan katakan lagi..aku tidak sanggup menahannya..kata-kata itu tidak baik untuk kesehatan jantungku untuk saat ini..kau bisa mengatakan kata itu nanti”ujarnya sembari memegang dadanya.
Emilia dibuat tersipu dengan jawaban damian yang menurutnya sedikit romantis.Ia hanya memanggil laki-laki itu sebagai suaminya,namun lihat reaksi kekasihnya itu benar-benar berbeda.Ia tak seperti Damian,wajah datar dan dinginnya mencair seketika.
“Baiklah untuk saat ini aku tidak akan mengucapkan kata-kata itu”jawab emilia sembari mengelus perlahan pipi Damian.
****
Dilain tempat,tiga bersaudara tengah sibuk menyiapkan sesuatu yang diminta oleh tuannya.Damian tak membiarkan orang lain mengambil pekerjaan itu karena ia khawatir semuanya akan gagal.
Dan dengan pilihan lain,tiga bersaudara lah yang harus sibuk melakukan semuanya.
“Kak aku lelah”rengek Michelle yang hampir menyerah.
“Aku juga”imbuh Michael yang tak kalah lesu.
“Cepat kerjakan..kita tak memiliki banyak waktu”perintah Louis yang tak merasa iba sedikit pun kepada kedua adiknya.
Si kembar hanya bisa menghembuskan nafas panjang karena sang kakak benar-benar tak berperasaan.
“Bisanya hanya menyuruh..sedari tadi ia hanya diam sembari menunjuk sana sini”gerutu Michelle dalam hati dengan tatapan kesal
“Jika saja kau bukan kak Louis..aku sudah memukul wajah menyebalkan itu sedari tadi”gerutu Michael dalam hati dengan wajah yang tak kalah kesal.
Louis hanya bisa menyunggingkan sudut bibirnya,ia tahu kedua adiknya pasti sedang mengumpat dalam hati.Namun ia senang karena bisa mengerjai kedua adiknya yang terlihat malas di matanya
__ADS_1
Bersambung…