
✨Happy Reading✨
Tubuh Damian menggeliat perlahan sembari mengerjapkan mata karena cahaya matahari yang masuk menyilaukan mata.Senyum manis mengembang dari wajah tampannya kala melihat seorang wanita masih terlelap di dalam pelukannya.
“Bagaimana aku tidak jatuh hati padamu..saat terlelap saja kau masih tetap cantik..”gumam Damian dalam hati.
Tangannya terulur untuk menyelipkan anak rambut yang menghalangi pipi Emilia lalu beberapa detik kemudian ia tak tahan jika tidak menyentuh pipi mulus itu.
“Eenngghhh….”dahi Emilia mengkerut saat tidurnya merasa terganggu.
Hal itu membuat Damian menjadi gemas,dengan jahil itu menusuk-nusuk pipi Emilia menggunakan jari telunjuknya.
“Beib..aku masih mengantuk..”keluhnya dengan mata yang masih terpejam.
“Wah..kenapa kau menjadi pemalas sekarang..hmm”ujar Damian dengan tetap menusuk pipi Emilia menggunakan jari telunjuknya.
“Kau melarangku bekerja bukan?..jadi jangan salahkan aku jika berubah menjadi wanita pemalas..”jawabnya
Damian terkekeh mendengar keluhan dari wanitanya ini,ia semakin merasa gemas hingga gerakan menusuknya berubah,kali ini ia menarik pipi Emilia gemas hingga si pemilik berteriak.
“Aaaakkkhh..lepas…lepas…”mata Emilia terbuka sempurna karena merasakan sakit pada bagian pipinya.
“Maaf baby..tapi aku tidak tahan melihat pipimu yang gemas ini”ujarnya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
“Tapi ini sakit beib..kau melakukannya dengan tenaga penuh..”ujar Emilia berdecak kesal.
“Tidak..aku melakukannya dengan lembut..”kilah Damian
“Hah..harusnya aku tidak mengeluhkan itu..dia seorang psikopat jadi mana tahu dia lembut atau pun tidak..”gerutu Emilia dalam hati.
Emilia melirik sekilas ke arah wajah Damian yang terlihat masih gembira,hingga di moment yang pas,ia membalas perbuatan kekasihnya itu.
“Aaakkhhhhh….baby..no..no..no..aaakkhhh”Damian berteriak kencang kala gigi Emilia sudah menancap sempurna di dadanya lebih tepatnya di daerah gunukan kecil yang hampir rata.
“Baby..akkhhh..please..jangan disana..aaakhh sakit..”Damian masih berusaha melepas gigitan Emilia.
Emilia berpura-pura tuli,ia tetap menyerang Damian meskipun tangan Damian ingin menjauhkan kepalanya.
__ADS_1
“Aaaww..lihat kau membuat cetakan gigi disini..Aakkhh kenapa kau harus menggigitnya ke apa kau tidak menciumnya saja..”gerutu Damian
“Maaf beib..aku hanya gemas..”jawab Emilia sembari menyengir kuda.
“Gemas kau bilang..kau menggigitnya dengan tenaga penuh..”protes Damian
“Tidak..aku melakukannya dengan lembut..”
Pllaakkk…
Damian merasa tertampar dengan jawaban Emilia karena wanitanya tengah membalikkan kata-kata yang ia ucapkan tadi.
“Hhooaamm…aku ingin ke kamar mandi sebentar..”Emilia turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Damian masih berdiam diri di atas ranjang sembari mengelus dada bekas gigitan Emilia.Meskipun hanya sebuah gigitan tapi tak bisa dipungkiri jika itu terasa sedikit perih.
Ting…
Ponsel milik Damian bergetar dan menandakan ada sebuah pesan yang masuk.Ia mengambil benda kotak itu lalu menyalakan layarnya.
Sebuah nama tertera jelas disana dan hal itu berhasil membuat Damian mengernyitkan dahinya.
‘Temui aku di cafe siang ini..jangan bawa Louis bersamamu..jika itu terjadi maka bersiaplah karena aku akan memperlihatkan foto ini kepada wanitamu’
Damian mengumpat kesal melihat foto yang dikirimkan oleh Audrey.Ia bukannya takut dengan ancaman Audrey namun ia hanya khawatir jika Emilia salah paham dengan apa yang ia lihat.
Beberapa menit kemudian Pintu kamar mandi kembali terbuka,Emilia keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya.
“Kenapa kau cepat sekali baby?”
Damian berdiri untuk menghampiri wanitanya yang tengah masuk kedalam walk in closet.
“Apa kau benar-benar mandi?..kenapa begitu cepat?”damian memeluk Emilia dari belakang sembari mencium dalam-dalam aroma tubuh Emilia.
“Aku sedang malas mandi..jadi aku memutuskan untuk cepat-cepat”jawabnya dengan tangan yang sibuk memilih pakaian.
“Jika fans mu tahu seorang Emilia Karmila malas mandi…apakah mereka masih akan kagum denganmu”ledek Damian
__ADS_1
“Tentu saja..meskipun aku malas mandi tapi aku tetap cantik dan juga wangi..”kilah Emilia tak mau kalah.
Damian tiba-tiba memutar tubuh Emilia agar menghadap kearahnya,tatapan penuh cinta ia pancarkan ke mata wanita yang sedang menatapnya bingung.
“A-ada apa?”tanya Emilia
“Bolehkah aku meminta sesuatu?”
“Apa itu?”
“Dengarkan aku baik-baik..jangan menyela kalimat yang akan aku ucapkan..kau boleh bertanya jika aku sudah selesai menyampaikan semuanya.”
Emilia mengangguk setuju lalu menatap Damian dengan serius.
“Kau tahu aku adalah seorang pengusaha sekaligus mafia..diluar sana begitu banyak musuh yang mengincar nyawaku dan orang terdekatku..aku hanya memintamu untuk percaya kepadaku..jangan mudah terhasut dengan apa yang orang katakan..jangan menyimpulkan sesuatu yang hanya kau lihat sepenggal saja tanpa kau dengar alasannya..jangan pernah menunjukkan kelemahanmu di depan banyak orang karena kau adalah wanita milik seorang Damian..”
“Selama ini kau tidak pernah mendengar aku mengungkapkan apa yang aku rasakan terhadapmu..tapi aku rasa kau sudah cukup dewasa untuk mengerti bagaimana tulusnya perasaanku terhadapmu..”
“Satu lagi..kau sudah memutuskan untuk menetap di sisiku dan seterusnya akan seperti itu..jangan pernah berani untuk pergi dari kehidupanku karena jika itu terjadi aku tidak akan segan untuk menyeretmu kembali dengan cara apapun itu meskipun kau akan membenciku setelahnya..mengerti”jelas Damian panjang lebar
“Sudah?..apa aku boleh berbicara sekarang?”tanya nya
“Sudah baby..”Damian mengelus sejenak pipi Emilia dengan lembut.
“Baiklah..aku mungkin tidak tahu bagaimana kerasnya kehidupanmu diluar sana namun aku akan selalu mengingat semua yang kau katakan..dan untuk perasaanmu terhadapku tetap harus kau katakan karena aku butuh kepastian..”
“Aku mencintaimu Emilia Karmila..”ujar Damian memotong kalimat Emilia
Emilia tertegun sejenak mendengar ungkapan perasaan dari laki-laki yang dulu pernah membuatnya merasakan sakit.
Cup..
“Dan aku pastikan tak akan melangkah pergi dari hidupmu walau hanya satu langkah saja”jawab Emilia mantap.
Damian tersenyum senang mendengar kalimat yang diucapkan wanitanya,ia menghadiahkan sebuah ciuman kepada Emilia sebagai rasa terima kasihnya.Tak hanya kecupan ia ******* bibir Emilia dengan mesra membawa wanita itu kedalam pelukannya.
“Terima kasih..”
__ADS_1
Mereka kembali berciuman sembari menyalurkan perasaan mereka masing-masing.
Bersambung…