HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 141


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 pagi,wajah tampan Louis tampak gelisah karena seseorang yang tunggu tak kunjung datang.


Hatinya merasa tidak tenang,mengingat seseorang yang ia tunggu bukanlah tipe karyawan yang pemalas.Ia tidak pernah datang terlambat sebelumnya.


Damian melirik sejenak ke arah sekretaris yang sudah menemaninya selama 25 tahun lamanya.Ia tersenyum geli melihat bagaimana ekspresi khawatir yang terukir jelas di raut wajah Louis.


“Dia tidak akan datang”celetuk Damian yang berhasil menarik perhatian Louis


“Kenapa tuan?”nada bicara Louis terdengar sangat penasaran.


“Aku menugaskannya untuk pergi ke perusahaan cabang beberapa hari kedepan..apa kau begitu mengkhawatirkannya?”Tanya Damian santai dengan mata yang menatap fokus ke arah komputer.


“Bukan begitu tuan..hanya saja dia tidak pernah terlambat sebelumnya”jawab Louis mengalihkan.


“Kau tidak keberatan bukan jika aku menugaskannya ke kantor cabang?”tanya Damian lagi dengan ujung mata melirik ke arah Louis


“Saya?..tentu tidak tuan..saya tidak berhak merasa keberatan karena ini perintah dari anda”jawab Louis tegas.


Louis tak langsung menjawab,raut wajahnya terlihat lebih tenang saat ini setelah mendengar kabar dari Damian.


Namun tanpa ia ketahui,Damian tersenyum licik dibalik jawabannya.


“Hahaha..kita lihat,apakah setelah ini kau akan merasa tidak keberatan”gumam Damian dalam hati.


Damian meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja.Jarinya bergerak cepat,mengetik kata demi kata dan mengirimnya ke seseorang.


“Tunggu beberapa menit lagi,kita lihat seberapa tahan kau”Damian kembali tersenyum


Ting!!


Ponsel Damian dan Louis berdering secara bersamaan,dan itu menandakan ada pesan masuk.

__ADS_1


Mereka serentak mengambil ponsel masing-masing dan membuka pesan yang masuk.


Damian semakin tersenyum lebar sedangkan Louis membelalakkan matanya.Hatinya terasa sedikit berdenyut dengan aura panas menerpa tubuhnya.


Ya..pesan yang masuk ke ponsel mereka adalah foto-foto Audrey dan Harry yang tengah berada di proyek pembangunan.Damian sengaja meminta seseorang untuk mengambil gambar dan mengirim ke ponselnya dan Louis.


Jika orang lain akan menganggap foto-foto itu adalah foto dua orang yang sedang berbincang tentang pekerjaan.Namun berbeda dengan Louis yang melihat foto itu sebagai sebuah ancaman.


Mereka berdua terlihat tertawa bersama,bahkan terlihat sangat akrab.Dada Louis terlihat naik turun,ia meremas kuat ponsel yang digenggam sejak tadi.


“Sepertinya mereka cocok”celetuk Damian memanasi.


Louis masih diam,ia berusaha menahan diri agar tidak beranjak dari kursinya.


“Lihatlah..mereka terlihat cocok..,”Damian menunjukkan sebuah foto ke arah Louis.


“Sepertinya aku tidak salah mengirim mereka,proyek itu pasti akan berjalan dengan baik..”


“Ah..bagaimana jika aku menugaskan mereka untuk tetap berada disana sampai proyek itu selesai..bukankah itu ide bagus?”


“Bagaimana menurutmu?..louis!!”damian melirik ke arah louis.


Wajah louis benar-benar merah padam,tidak hanya panas melihat foto-foto itu tapi kali ini ia makin merasa panas karena tuannya sedang menjadi Mak comblang untuk wanita yang ia cintai.


Louis tak bisa menahannya lagi,ia berdiri dengan penuh emosi.


“Saya permisi tuan..ada sesuatu yang harus saya selesaikan”ujarnya lalu keluar dari ruangan itu.


Louis sudah lenyap dari ruangan itu,seketika terdengar gelak tawa dari Damian karena berhasil mengerjai sekretarisnya.


“Hahaha lihat..wajahnya benar-benar lucu”gelaknya.


*******

__ADS_1


Audrey dan Harry tengah meninjau perkembangan proyek yang berada ditangani oleh kantor cabang.


Beberapa hari yang lalu,Damian memintanya untuk menemani Audrey dan mengajarkannya tentang proyek lapangan sebelum ia pindah tugas.


Ya..Harry mengajukan perpindahan tugas kepada Damian.Ia meminta untuk ditugaskan di perusahaan Damian yang berada di luar negeri dengan alasan ingin mencari suasana baru.


Damian mengerti hal itu dan mewujudkan keinginan Harry.Ia tahu alasannya,ia juga tak ingin jika nantinya ada perselisihan pribadi di perusahaannya.


“Kau tidak harus mengawasi mereka setiap saat nona..cukup datang 2 kali dalam seminggu,itu sudah lebih dari cukup..”ujar Harry menjelaskan bagaimana sistem kerjanya.


“Baiklah..terima kasih tuan Harry..aku belajar banyak darimu hari ini”jawab Audrey tersenyum manis ke arah Harry.


“Sama-sama..mungkin hari ini akan menjadi hari terakhirku disini..aku harap kau mengerti dengan apa yang aku jelaskan dan jika ada yang belum kau mengerti,kau bisa tanyakan langsung kepada sekretaris louis”


“Hari terakhir?..”Audrey terlihat bingung.


“Ya hari ini adalah hari terakhirku bekerja disini karena besok aku akan bekerja diperusahaan tuan Damian yang berada di Jepang”jelas Harry


Wajah Audrey tiba-tiba bersedih”apakah ini karena aku?”tanyanya


Harry tersenyum manis”bukan..ini semua murni keinginanku..aku ingin fokus dengan karirku dan jika aku tetap disini,aku tidak bisa menjamin untuk tetap fokus terlebih jika melihat kebersamaan kalian nantinya”


“Hah..maaf karena aku tidak bisa membalas perasaanmu..aku harap kau berbahagia disana dan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dariku..”jawab Audrey tersenyum ke arah Harry.


“Semoga..”


Namun tiba-tiba Harry melangkah maju dan memeluk tubuh Audrey begitu saja.Tentu saja Audrey sedikit terkejut dan ingin melerai namun bisikan ditelinga membuatnya terhenti sejenak.


“Tolong biarkan aku seperti ini sebentar saja..anggap saja sebagai pelukan perpisahan dariku”bisik Harry.


Audrey mengangguk dan membiarkan Harry memeluknya sebentar.


Tanpa mereka sadari,seseorang dengan emosi yang sudah memuncak,tengah berjalan cepat ke arah mereka.Kedua tangannya mengepal dengan dada naik turun menahan emosi yang siap meledak.

__ADS_1


“Lepaskan dia!!”


Bersambung….


__ADS_2