
✨Happy Reading✨
Suasana canggung bercampur malu masih menguasai diri Damian saat ini.Pasalnya ia harus mempermalukan dirinya didepan sang kekasih hanya karena cemburu butanya.
“Sudahlah..kau terlihat manis saat cemburu seperti tadi”ujar Emilia sembari menahan tawanya agar lelaki yang berada Disampingnya berhenti merajuk.
“Apa kau sudah makan siang?”tanya Emilia mencoba mencairkan suasana.
Damian menggeleng kecil namun tetap enggan melihat ke arah samping yang dimana wanita tengah asik menggigit sepotong paha ayam.
Ia menelan ludahnya kasar karena bau harum ayam itu sedang menggodanya.Indra penciumannya benar-benar sedang diuji saat ini.
“Kau yakin tidak mau?…ini sangat enak..bahkan satu gigitan saja bisa membuatmu ingin menelan lidah sekaligus”dengan sengaja emilia memperlambat gerakan mengunyahnya demi menggoda sang lelaki keras kepala itu.
“Hhhmmmm…enakkkk”godanya lagi sesekali ia menyenggol lengah kekar Damian.
“Tahan Damian..tahan..jangan sampai kau menjatuhkan harga dirimu”gumamnya dalam hati.
Kkkrruuukkkk….
Namun sepertinya organ pencernaan miliknya tak bisa diajak berkompromi,meskipun ia berusaha sekuat tenaga para cacing di dalam sana tetap memberontak dan berhasil menekan rasa egonya.
“Ppuuffttt…”Emilia tertawa kecil dan hampir menyemburkan ayam yang tengah memenuhi rongga mulutnya.
“Sepertinya perutmu sedang berkhianat”ledeknya lagi.
“Aaarrggg….sini”dengan kesal Damian mengambil sepotong paha ayam lalu memakannya dengan lahap.
“Wah kau sangat rakus rupanya…hahahaha”suara tawa Emilia memenuhi ruangan teater.
Tanpa sadar sudut bibir Damian terangkat kala melihat tawa lepas dari wanita yang dulunya hanya memasang raut sedih wajahnya.
“Tertawa lah nona..dan aku akan menghambiskan sisa ayammu”ujar Damian sembari mengambil potongan ayam terakhir yang berada di atas piring.
“Oh tidak ayam Koreaku…kau…..”kini wajahnya berada dalam mode kesal.
Namun Damian semakin merasa senang karena ia bisa menggoda wanita yang beberapa detik yang lalu tengah tertawa mengejeknya.
__ADS_1
“Hhmmm…potongan terakhir memang sangat nikmat”kini Damian berbalik meledek Emilia.
Tentu saja Emilia merasa sangat jengah,bagaimana bisa laki-laki itu mengambil potongan terakhir miliknya.
“Ini tidak bisa dibiarkan”gerutunya kala potongan ayam itu akan kembali masuk kedalam mulut Damian.
HAP….
Emilia berhasil menggigit sisi paha ayam yang akan mendarat di mulut Damian ,bahkan gigitannya hanya tinggal menyisakan tulang.
Damian melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan wanitanya itu.
“Kauuuu…kau pencuri”teriaknya lalu meletakkan paha ayam itu kembali.
“Pencuri?..bukankah kau pencurinya..jelas-jelas ini adalah ayamku”kini Emilia berdiri sambil berkacak pinggang.
Damian terkekeh melihat reaksi marah wanitanya,bagaimana bisa wanitanya itu berani melawan hanya karena sepotong ayam.
“Baiklah aku pencurinya…sekarang duduklah”
“Aku akan kembali ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus aku selesaikan”
“Kenapa harus kau?…biarkan saja kak Louis yang mengerjakannya”raut wajahnya tiba-tiba menjadi sedih.
“Tidak bisa..semua berkas itu memerlukan tanda tangan dariku”
“Kalau begitu aku akan ikut”
“Tidak bisa”tolak Damian
“Please…”Emilia memasang wajah memelas untuk membujuk Damian.
“No”jawab tegas Damian.
“Kau menyebalkan”Emilia berdiri hendak pergi meninggalkan Damian disana,namun tangan Damian lebih cepat menggapai lengan Emilia.
“Kau tidak boleh ikut ke kantor denganku..tapi kau boleh pergi berbelanja dengan Michelle”ujar Damian sembari mengeluarkan salah satu kartu miliknya
__ADS_1
“Kau serius mengijinkanku pergi berbelanja?”ekspresi wajahnya tiba-tiba sumringah.
Damian menganggukkan kepalanya perlahan sedikit merasa heran dengan perubahan ekspresi wanitanya.
“Apakah semua wanita akan menampakkan ekspresi seperti ini ketika mendengar kata berbelanja”gumamnya dalam hati.
Tanpa rasa sungkan sedikitpun,Emilia mengambil kartu yang digenggam Damian.
Cup…
“Aku mencintaimu”Emilia mengecup singkat pipi Damian
“Beraninya kau menggodaku”
Sebelum wanitanya pergi dari ruangan itu,ia menarik pinggang ramping Emilia hingga gadis itu terhyung kedalam pelukan Damian.
“A-ada apa?”tanya Emilia sedikit gugup karena jarak mereka benar-benar sangat dekat,terlebih Damian sedang menatapnya.
“Apa sekarang kau merasa senang?”tangannya menyelipkan anak rambut Emilia.
Emilia mengangguk setuju,tak lupa ia membalas tatapan Damian dengan senyum manisnya.
“Baguslah..bersenang-senanglah bersama Michelle..lakukan apapun yang membuatmu merasa senang”
Cup…
Damian mengecup bibir tipis itu sembari menyesapnya sejenak.
“Terima kasih Mr.Damian..aku akan menghabiskan semua isi kartu ini”
“Habiskan lah jika kau sanggup”
“Wow..aku semakin tertantang”ujar Emilia
Mereka berdua keluar dari ruangan teater bersama-sama dengan tangan saling menggenggam satu sama lain.
Bersambung…
__ADS_1