
✨Happy Reading✨
Sedangkan di mansion Emilia terlihat masih menikmati drama yang sedang berlangsung.Layaknya seorang wanita yang menonton drama,mereka pasti akan sedikit berteriak kala terselip adegan romantis di dalamnya,dan terkadang mereka mengumpat kesal kala pemeran antagonis muncul.
Dddrrtttt…
Ponsel Damian berkali-kali bergetar menandakan ada telepon masuk,namun karena suasana hatinya sedang emosi ia enggan untuk menjawab telepon.Bahkan saking emosinya,mobil yang ia kendarai melesat dengan kecepatan penuh dan tak perlu membutuhkan waktu lama hingga ia sampai di mansion.
Diseberang sana,Louis menghela nafas panjang karena tuannya tidak mengangkat telepon darinya.
“Hah..anda akan membuat diri sendiri malu kali ini tuan..tidak bisakah anda bersabar sedikit saja dan tidak bertindak gegabah..dan lagi nona tidak tahu dampak yang akan ditimbulkan karena kejahilan yang ia buat”gumam Louis sembari meletakkan ponselnya.
Pengawal dan maid merasa bingung karena kehadiran Damian di siang hari.
“Dimana Emilia?”tanya kepada salah satu pengawal
“Diruang teater tuan”jawab sang pengawal
Emosi semakin menguasai hatinya,langkah panjangnya kini menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat Emilia saat ini.
Bbrraakkk…
Damian membuka pintu ruang teater dengan kasar hingga membuat dua gadis itu terlonjak kaget.
“Tu-tuan”sapa Michelle gugup
“Dimana dia?”tanya Damian yang menatap ke arah Emilia
“Dia?…dia siapa?”Ucap Emilia bertanya balik.
Damian semakin kesal karena Emilia seperti sedang mempermainkannya.
__ADS_1
Emilia sedikit bingung karena Damian terlihat emosi bahkan ia sedikit terkejut melihat sebuah pistol berada di genggaman Damian.
Ia memberi isyarat agar Michelle keluar dari ruangan itu takut jika terjadi sesuatu nantinya.
“Sial..dimana dia bersembunyi”gerutunya kesal sembari membuka setiap gorden.
Dddrrrtttt…
Ponselnya terus bergetar menandakan sebuah panggilan masuk.Damian merogoh sakunya lalu mengambil benda kotak itu.
“Sepertinya nona sedang menonton drama Korea tuan..dan pemeran laki-lakinya bernama park seo joon”ujar Louis dari seberang sana.
Damian melirik ke arah layar besar yang tengah menampilkan sebuah drama.
“Apa kau yakin?”tanya Damian ragu
“Saya yakin tuan..saya sudah mengirimkan fotonya untuk tuan”
Sebuah foto yang menunjukkan wajah seorang laki-laki terpampang jelas di layar ponselnya.Demi memastikannya,ia melihat secara bergantian antara foto dan drama di layar besar itu.
Emilia masih diam meskipun ia tahu bahwa lelakinya tengah cemburu buta.Siapa sangka ide jahil yang terlintas di otaknya beberapa menit yang lalu berbuah manis.
Kini dia bisa melihat wajah bodoh dari seorang Damian yang terkenal jenius.
“Lihatlah..dia sangat lucu dengan wajah salah tingkah itu”gumam Emilia dalam hati.
“Aaakkhhh sial..kenapa aku bodoh”gerutu Damian dalam hati.
“Siapa yang kau cari beib?”tanya Emilia menahan tawa
“Ti-tidak ada..ta-tadi ada yang memberi tahuku jika ruangan ini terdapat seekor kecoak dan aku takut kau akan ketakutan melihat binatang itu”Damian berusaha mengelak.
__ADS_1
“Benarkah?”tanya Emilia sedikit mendekat ke arah Damian
“Lalu apa gunanya benda ini?”emilia menunjuk pistol yang tengah digenggam Damian.
“I-ini uuu-untuk membunuh kecoaknya”elaknya lagi.
“Waw..kau bisa menghancurkan satu ruangan hanya karena seekor kecoak”seru Emilia dengan raut wajah dibuat kaget.
“Aarrgghhh…sial”umpatnya
“Uusss…uuss…sudahlah tak perlu malu..aku tahu kau cemburu”ujar Emilia sembari mengelus pelan wajah Damian yang memerah
“Jangan tertawa..”ujarnya
“Baiklah aku tidak tertawa..”Emilia menutup mulutnya menggunakan kedua tangan agar ia tidak tertawa.
Damian kembali merogoh ponselnya lalu menghubungi seseorang.
“Louis aku akan memotong gaji sebesar 50% bulan depan..itu karena kau bekerja sangat lambat hari ini”teriaknya lalu kembali memutuskan sambungan telepunnya.
“Wooww..kau sangat kejam beib”ujar Emilia
“Biarkan saja..itu karena dia tidak bisa lebih cepat”damian kini beralih memeluk pinggang wanita dan membawa ke dalam pelukannya.
“Jangan pernah mencoba berpindah ke lain hati..karena jika sampai itu terjadi maka aku akan benar-benar membunuhnya”pintanya dengan meletakkan dagunya di bahu Emilia sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh emilia yang membuatnya candu.
Emilia mengangguk setuju,ia membalas pelukan Damian tak kalah erat.
Sedangkan di tempat lain,Louis harus mengelus dadanya karena ia kembali menerima hukuman yang dimana ia tak bersalah sedikit pun.
“Bahkan anda masih bisa menyalahkan saya karena ketidaksabaran anda tuan”gumam Louis
__ADS_1
Bersambung…