HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 20


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Tumpukkan berkas yang berada di atas meja nya membuat Damian sedikit merasa pusing.Meskipun ini adalah pekerjaan sehari-hari baginya,tetap saja berkas-berkas itu membuatnya terasa mual.


“Tuan..apakah anda ingin memakan sesuatu sebelum bertemu dengan milano grup 30 menit lagi?”tanya Louis


“Tidak..aku ingin menyelesaikan semua ini..aku sudah membaca berkas yang kau kirim dan aku tidak tertarik dengan bisnis mereka”Damian masih fokus dengan berkas dan komputer yang ada di atas meja nya.


“Apa itu artinya kita tidak perlu menemui mereka tuan?”louis menghentikan pekerjaan sebentar menatap ke arah tuannya


“Kita akan tetap bertemu dengan mereka..aku akan membicarakan ini dengan baik-baik”ujarnya


Tok..tok..tok...


“Masuk”ujar Damian


“Permisi tuan..tuan Brave CEO dari milano grup telah sampai dan mereka menunggu anda di bawah”lapor salah satu pegawai


“Bukankah kau bilang 30 menit lagi?..kenapa mereka datang lebih awal dari jadwal?”pertanyaan itu ia lontarkan kepada sang sekretaris


“Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk bertemu anda tuan..tapi jika anda mau..saya akan turun menggantikan anda”jawab Louis


“Tidak..aku ingin menemui mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman”Damian berdiri lalu bergegas keluar dari ruangan itu


Di lantai dasar,Brave sudah duduk santai bersama sang sekretaris.Ia begitu percaya diri jika Damian akan menerima kontrak kerjasama nya.


“Selamat siang tuan Brave”sapa Damian yang baru saja tiba.


“Selamat siang tuna Damian.”balas Brave yang langsung berdiri ketika mengetahui kedatangan Damian


“Silakan duduk”Damian mempersilakan Brave untuk duduk dan disusul olehnya


“Terima kasih”Brave kembali duduk


“Begini tuan..saya sudah membaca kontrak yang anda ajukan..tapi mohon maaf saya tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan anda”ucap Damian to the point


“Tidak bisa?...jika boleh tahu apa alasan anda menolak proposal yang kami ajukan”Brave membenarkan posisi duduknya


“Di proposal anda tertulis jelas bahwa pembangunan itu akan mengorbankan sebuah panti asuhan..meskipun ada biaya kompensasi,tapi tetap saja saya tidak setuju jika itu menyangkut anak-anak”jelas Damian


“Tapi kita akan mencarikan bangunan pengganti untuk mereka tuan..dan masalah akan selesai”Brave tidak percaya jika Damian akan menolak proposalnya


“Tetap saja..mungkin bagi kita bangunan itu hanya sekedar panti asuhan yang dihuni oleh anak-anak dan beberapa orang dewasa yang bertugas mengasuh mereka..namun bagi mereka ada begitu banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan di bangunan itu”Damian berusaha menjelaskan dengan profesional.

__ADS_1


“Hah..baiklah jika begitu..terima kasih untuk waktu anda..saya permisi”terlihat jelas raut wajah Brave yang kesal karena proposal yang ia ajukan ditolak mentah-mentah.


Brave keluar dari perusahaan Damian dengan langkah panjang.


“Sepertinya dendamku bertambah dua kali lipat”gerutu Brave


Sedangkan di dalam mansion Emilia tengah berusaha untuk melatih kakinya.Seperti yang dikatakan oleh Dion,kakinya benar-benar terasa lemas.Namun itu tak menjadi masalah baginya,ia terus berusaha ditemani oleh Michelle yang dengan setia memberinya semangat.


“Pelan-pelan saja nona..seperti ini”Michelle sedang memberi contoh Emilia cara belajar yang benar karena sedari tadi Emilia selalu terjatuh.


“Hah..aku sudah seperti bayi sekarang”lirih Emilia


“Hhuuffttt...”Michelle menghela nafasnya panjang karena tak bisa dipungkiri ia sedikit kesal.


“Nona...berjuanglah..kau pasti bisa melewati semua ini..Kau hanya perlu berjalan pelan...melangkah lah dengan hati-hati dan pegang besi ini Ok”sebisa mungkin Michelle sabar menghadapi nona nya.


Emilia kembali mencoba,perlahan ia berdiri dengan tangan berpegangan kuat di gagang besi yang membentang di taman belakang.Salah satu kakinya sudah berhasil melangkah,sekarang ia mencoba melangkahkan kaki selanjutnya.


“Michelle aku bisa...lihat aku bisa Michelle”teriaknya dengan antusias.


“Bagus..tetap jaga keseimbangan anda nona..benar seperti itu pelan-pelan”Michelle sudah seperti seorang ibu yang mengajari anak berjalan.


Lambat lain keseimbangan Emilia sudah bagus,ia berjalan ke kiri dan ke kanan melatih kakinya agar terbiasa.


“Nona..saya rasa latihan hari ini sudah cukup..”Michelle ingin membantu Emilia untuk duduk kembali di kursi roda


“Nona bisa melanjutkannya besok..jangan dipaksakan nona”Michelle mulai khawatir dengan keadaan nonanya mengingat luka jaritan pada dada Emilia belum sembuh dengan sempurna.


Seakan tuli,Emilia tetap melanjutkan latihannya bahkan ia mempercepat temponya dalam melangkah.


Tanpa mereka sadari,Damian sudah berdiri beberapa meter dari tempat mereka.Kedua tangannya menyilang didepan dada,memperhatikan setiap langkah yang diambil oleh Emilia.


Hingga beberapa menit kemudian,Emilia kehilangan keseimbangannya.


“Nona..”pekik Michelle ketika melihat Emilia ingin terjatuh.


“Aaakkhhh...”


Emilia memejamkan matanya ketika merasa tubuhnya akan terjerembab.


Dengan gerakan gesit Damian,ia berhasil menangkap tubuh ringkih itu sebelum jatuh ke tanah.


“Astaga nona..”Michelle berjalan menghampiri Emilia yang masih berada di pelukan Damian.

__ADS_1


“Tuan..nona apakah kalian baik-baik saja?”tanya Michelle yang mulai takut


“Semua tidak akan baik-baik saja jika aku terlambat 1 detik saja”jawab Damian dingin


“Maaf tuan atas kecerobohan saya”Michelle menundukkan kepalanya sebagai tanda permintamaafan.


“Hah..hah..”Emilia membuka matanya ketika mendengar obrolan dari keduanya.


“Terima kasih”ucap Emilia kepada Damian


Emilia ingin bergerak untuk membenarkan posisinya namun segera ditahan oleh Damian.


“Diam atau kau akan jatuh sekarang juga”perintah Damian penuh penekanan.


Nyali Emilia langsung menciut,seperti anak kucing yang dibentak.Ia menundukkan kepalanya patuh kepada perintah Damian.


Tiba-tiba dada Emilia terasa sakit dan sedikit perih tepat di bagian luka tembaknya.


“Aaakkhhh..dada ku..dadaku sakit”rintih Emilia


Mata Damian langsung melirik ke arah bekas oprasi Emilia yang berada di dada sebelah kiri.Benar saja luka itu kembali mengeluarkan darah


“Gawat..”


Damian mengangkat tubuh Emilia dan membawanya kedalam gendongannya ala bridal style.Dengan langkah terburu-buru ia masuk kedalam mansion.


“Louis panggilkan Michael sekarang juga dan suruh dia naik ke lantai atas”perintah Damian kepada sang sekretaris yang baru saja tiba.


Emilia menatap tak percaya dengan apa yang dia lihat.Raut wajah Damian terlihat begitu khawatir,dan itu membuat ia tersenyum di sela-sela tangisannya.


“Apakah raut wajah seperti ini yang kau maksud”ucap Damian dengan mata yang fokus kedepan


Senyum Emilia pudar begitu saja mendapat pertanyaan seperti itu dari Damian.Ia memalingkan wajahnya agar tak menatap ke atas.


Damian membaringkan tubuh Emilia dengan perlahan ketika sampai di dalam kamar.


“Diamlah dan tunggu Michael datang”setelah berucap demikian Damian keluar dari ruangan itu meninggalkan Emilia sendiri.


“Sial jantungku”gerutu Damian ketika sampai di luar ruangan.


Ia memegang dadanya ketika merasakan jantungnya berdetak tak beraturan.


“Sepertinya aku harus memeriksakan kesehatanku..mungkin ini gejala sakit jantung”gumamnya lalu berlalu menuju kamarnya

__ADS_1


Bersambung....


Ayo Damian kena sakit jantung itu...🤭


__ADS_2