HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 75


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Mobil yang dikendarai Damian telah berhenti tepat di depan pintu mansion.Dengan cepat Emilia turun dari mobil lalu melangkahkan kaki masuk kedalam mansion meninggalkan Damian.


“Nona..”sapa Michelle yang berpapasan dengan Emilia.


Michelle tahu betul sesuatu tengah terjadi karena raut wajah Emilia memperlihatkan jelas jika saat ini ia tengah kecewa.


Ia ingin menyusul namun melihat tuannya ikut berlari menyusul,ia segera mengurungkan niatnya dan memilih untuk menjauh dari tempat itu.


“Kalian jangan ada yang naik ke atas..dan beritahu para maid yang bertugas di atas untuk segera turun”perintah Michelle kepada seluruh pengawal dan juga maid.


Ceklek..


Dengan kasar Emilia membuka pintu kamarnya dan menumpahkan air mata yang sudah tertahan sejak tadi.


“Baby..dengarkan penjelasanku..”ujar Damian yang sudah masuk ke dalam kamar.


Emilia masih terdiam,ia berusaha menghapus air mata yang terus mengalir keluar.


“Kenapa rasanya sangat sakit..”gumam Emilia dalam hati.


Damian ingin menjelaskan semua namun tiba-tiba Emilia menarik kerah bajunya dan menyatukan bibirnya.Sontak hal itu membuat Damian terkejut pasalnya ciuman Emilia kali ini terasa berbeda.


“Hey..ada apa denganmu..”Damian melerai pelukannya dan juga penyatuan bibir Emilia.


“Katakan padaku..dibagian mana lagi dia menciummu Hah..disini..disini..dimana lagi katakan”ujar Emilia yang menunjuk semua bagian wajah Damian.


Namun air matanya semakin keluar dengan derasnya setiap kali ia mengingat kejadian di restaurant tadi.

__ADS_1


“Cepat katakan padaku..dimana dia menciummu..”teriak Emilia


“Hey..Hey..dengarkan aku..aku tidak tahu jika dia akan menciumku..sungguh aku tidak tahu..”Damian masih memegang kedua bahu Emilia untuk menenangkan wanita itu.


“Kenapa kau membohongiku?..kenapa kau berbohong setelah kau memintaku untuk percaya padamu?..”


“Apa arti dari semua kalimat yang kau ucapkan beberapa menit setelah kau berbohong padaku..”


Tatapan Emilia hanya diisi dengan rasa kecewa kepada lelaki yang berada di hadapannya saat ini.


“Aku tidak bermaksud membohongimu..aku hanya ingin memberitahu kepadanya bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun,bahkan aku memintanya untuk pergi dari kehidupanku..”jelas Damian


“Tetap saja kau membohongiku..kenapa kau tidak memberitahu kU jika ingin bertemu dengannya?”


“Aku ingin mengatakannya hanya saja aku mencari moment yang tepat karena aku takut kau akan salah paham nantinya..yang aku tahu musuh terbesar wanita adalah mantan kekasih dari pacarnya jadi aku berpikir apapun alasan yang akan aku katakan tak bisa mengubah pemikiranmu”Damian masih berusaha meyakinkan wanitanya.


“Salah paham?..lalu kenapa kau diam saja saat dia menciummu?..apa hal itu bisa dikatakan sebuah kesalahpahaman?”emilia memutar bola matanya malas mendengar alasan Damian yang tak masuk di akal.


“Lalu jika aku tidak datang..apakah kau akan melanjutkan kegiatan itu..Hah..”


“Tentu saja tidak..”


“Hah..aku tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi..kau memintaku untuk percaya padamu namun kau menunjukkan sesuatu yang membuatku sulit untuk percaya..apakah cinta yang aku berikan tidak bisa membuatmu merasa puas?..”


“Apa aku harus melayanimu terlebih dahulu dan mengikatmu agar kau tidak berpaling?.,katakan Damian apa yang harus aku lakukan?..apa aku harus membuka pakaianku di depanmu?..apa aku harus agresif seperti dia?.”


Emilia membuka satu persatu kancing kemeja yang ia gunakan.Rasa cemburu yang ia rasakan benar-benar membuatnya tak bisa berpikir jernih.


“Hey..apa yang kau lakukan?..”Damian kini sibuk memegangi setiap kancing yang dilepaskan Emilia.

__ADS_1


“Ini yang kau mau bukan..aku bisa melakukannya”Emilia kini sudah berhasil membuka semua kancing kemejanya dan bersiap untuk menanggalkan pakaiannya.


Damian semakin frustasi menghadapi Emilia yang sepertinya tak bisa dikendalikan untuk saat ini.


“EMILIA KARMILA….”bentak Damian yang berhasil membuat nama yang dipanggil terdiam.


“Hiks..hiks..”tangis gadis itu kembali pecah.


“Maafkan aku..aku tidak bermaksud membentakmu..tolong percaya padaku..aku tidak bermaksud menyakitimu”Damian membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.


“Hiks..hiks..kenapa kau tidak mau menyentuhku?..apa karena tubuhku tak seindah dirinya?”dibalik tangisannya masih ada beribu rasa kecewa yang masih terpendam.


“Tidak..bukan itu asalannya..lihat aku dan dengarkan baik-baik setiap perkataanku..”


Damian melerai pelukannya lalu memegang bahu Emilia dengan lembut sembari menatapnya.


“Aku adalah tipe lelaki yang akan mencintai seseorang yang mencintaiku juga..aku bertemu dengannya hanya karena ingin menyelesaikan semua masalah yang ada..aku tidak ingin jika kedepannya hubungan kita terganggu karena kehadiran..percayalah hanya ada dirimu disini..tidak akan ada wanita lain..mungkin sulit bagimu untuk percaya tapi kau bisa membuktikannya saat bersamaku nanti..kau bisa membunuhku jika aku mengingkari perkataan saat ini..”


Sebisa mungkin Damian berucap penuh kelembutan agar wanitanya bisa mengerti.


“Dan lagi..aku tak menyentuhmu bukan berarti aku tidak tertarik denganmu..namun aku ingin kau merasakan cinta yang aku miliki bukan dengan berhubungan badan..aku ingin kau merasakan cinta yang aku miliki dengan bagaimana aku memperlakukanmu setiap harinya..aku sudah berkomitmen dengan diriku sendiri jika kita akan melakukannya setelah menikah nanti..apa kau mengerti?”


Emilia masih terdiam dengan air mata yang masih mengalir.Ia mencoba mencari kebohongan dimata lelaki itu tapi yang ia lihat hanya sebuah ketulusan.


“Percayalah padaku baby..aku akan selalu membuatmu merasa bahagia selama berada disisiku..aku mencintaimu Emilia Karmila..”


Kalimat terakhir Damian berhasil membuat Emilia menangis terharu.ia memeluk erat laki-laki dulu pernah bersikap kejam padanya.


“Berjanji lah padaku..ini terakhir kalinya kau menyakiti perasaanku..”pinta Emilia

__ADS_1


“Aku berjanji,.”Damian mengelus kepala Emilia dengan penuh kasih sayang.


Bersambung..


__ADS_2