
✨Happy Reading✨
Mcihael mengemas kembali peralatan medisnya ketika berhasil mengobati seluruh luka di tubuh Emilia.Ada beberapa jaritan yang harus ia berikan untuk luka yang sedikit lebar.
“Anda bisa membuka mata sekarang nona”ucap Michael yang melihat Emilia masih memejamkan mata.
“Apakah sudah selesai?”lirihnya dengan wajah yang pucat karena menahan sakit.
Beruntung saat ingin di Jarit,Michael menyuntikkan obat bius sehingga rasa sakitnya sedikit berkurang.
“Sudah nona..sekarang beristirahatlah”Michael tersenyum ke arah Emilia dengan maksud memberi semangat.
Namun naas ia harus menerima tatapan tajam dari seorang laki-laki yang sedang memeluk posesif Emilia.
“Aaahh..tuan..saya permisi”Michael tersenyum gugup lalu melangkahkan kakinya dengan terburu-buru untuk keluar dari ruangan itu.
“Berbaringlah..”suara Damian terdengar sedikit lebih lembut.
Emilia hanya mengangguk kecil karena jujur ia merasa sangat lemas saat ini.Tidak butuh waktu lama,matanya sudah terpejam seiring mendaratkan kepalanya dibantal ternyaman yaitu dada bidang Damian.
“Kau gadis terbodoh yang pernah aku kenal..kau bodoh karena menunggu seorang laki-laki yang bahkan terlihat bahagia bersama pasangannya..namun sepertinya kebodohanmu tak bersalah lama saat ini karena laki-laki itu mulai tertarik dengan mu”celoteh Damian yang tak menyadari jika Emilia telah terlelap.
“Kenapa dia tak merespon ucapanku?”gumam Damian dalam hati.
Damian menundukkan kepala ketika tak kunjung mendapat respon apapun atas kalimat yang baru saja ia ucapkan.
“Sial..dia tertidur”gerutu Damian.
Karena rasa kantuk juga menghampirinya,ia memutuskan untuk ikut tidur menikmati moment yang mampu membuat jantung jantungnya berdegup kencang.
*****
Matahari telah terbit dari ufuk timur namun cahayanya belum terlalu terang.Damian mengerjap perlahan merasakan sesuatu yang panas menempel pada bagian dadanya.
“Hhmm..kenapa panas sekali”gumamnya
Ketika matanya benar-benar sudah terbuka lebar,ia tersenyum manis karena melihat seorang wanita tidur dengan lelap didalam pelukannya.
Hawa panas semakin terasa namun kali ini bukan berasal dari dalam dirinya melainkan dari tubuh Emilia,ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Emilia.
“Kau demam..”pekik Damian
Ia membuat gerakan kecil dengan menarik pelan tangan yang menjadi bantalan untuk Emilia,tapi ternyata Emilia menyadari itu.
“Tetaplah seperti ini 5 menit saja”gumam Emilia dengan mata yang masih terpejam.
Damian menghentikan gerakannya lalu kembali seperti posisi awal.
“Aku harus memanggil Michael untuk memeriksa keadaanmu”usapan lembut mendarat di pucuk kepala Emilia.
__ADS_1
“Bolehkah hari ini aku mengambil cuti?”emilia berkata dengan mata yang masih terpejam
“Tentu..kondisimu tidak memungkinkan untuk beraktivitas diluar..aku tak ingin mengangkat tubuh beratmu jika sewaktu-waktu kau pingsan”ia selipkan sedikit candaan disela-sela obrolannya.
Emilia mengangkat kepala agar Damian bisa menarik tangannya.
“Tunggulah disini..Michael akan datang dan aku akan bersiap-siap”ujar Damian yang turun dari ranjang.
Emilia mengangguk kecil menjawab perintah dari Damian.Namun rasa kantuknya tiba-tiba hilang ketika bantal ternyamannya keluar dari ruangan itu.Ia memilih bangun meskipun seluruh luka yang ada ditubuhnya terasa kaku.
Sedangkan diluar sana,terdapat sepasang suami istri yang baru saja tiba.
“Aku ingin bertemu dengan Damian”ucap Albert kepada salah satu pengawal.
“Baik tuan..silakan menunggu di dalam”ucap sang pengawal.
Mereka berdua masuk kedalam lalu disambut oleh Louis.
“Selamat datang tuan Albert”sapa Louis sembari menundukkan kepala nya.
“Aku ingin bertemu dengan Damian”
“Baik tuan..saya akan memanggilkan tuan Damian..silakan duduk tuan”Louis mempersilakan Albert untuk duduk lalu pergi menuju ke lantai atas.
Setelah beberapa menit menunggu,tuan rumah pun turun dengan baju tidur yang masih melekat di tubuhnya.
Albert memilih diam tidak menanggapi sindiran dari sahabatnya.
“Apakah ada sesuatu yang mendesak hingga kau datang sepagi ini ke mansionku?”tanya Damian sembari duduk di sofa.
“Ada yang ingin bertemu dengan mainanmu”ucap Albert sembari melirik Emily.
Damian melirik sekilas ke arah Emily dan setelah itu ia mengerti maksud dari ucapan Albert.
“Louis antarkan gadis ini ke lantai atas”perintah Damian.
Emily melihat Albert sekilas karena tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Albert dan juga Damian.
“Aku akan ikut bersama nya”ucap Albert lalu berdiri di belakang kursi roda Emily.
“Silakan tuan..”Louis mengarahkan Albert dan Emily menuju lift yang ada di mansion itu.
Kini mereka bertiga sudah memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai atas.Hingga tak beberapa lama setelah itu mereka sudah sampai di depan pintu kamar Emilia.
“Masuklah..dan jika terjadi sesuatu kau bisa berteriak”ucap Albert sembari membuka pintu untuknya.
Emily mengangguk dan mulai masuk kedalam kamar itu.Ia menjalankan kursi roda itu dengan kedua tangannya.
Sesampainya di dalam,ia melihat seorang wanita tengah menyisir rambutnya menghadap ke arah cermin.Emily merasa tidak asing dengan sosok yang ada Dihadapannya saat ini hingga ia berinisiatif untuk memanggilnya.
__ADS_1
“Kakak..”ucap Emily lirih.
Mendengar suara yang tidak asing baginya,Emilia menoleh ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya dia ketika seseorang yang sangat ingin dia temui berada di hadapannya.
“Eee..Emily”ucap Emilia terbata-bata.
“Ya ini aku kak..”tidak terasa air mata Emily luruh begitu saja.
Emily mencoba mendekat ke arah saudari kembarnya.Ia begitu terkejut ketika melihat keadaan kakaknya saat ini.Wajah pucat dengan mata yang bengkak,tubuh yang mulai kurus dan beberapa bekas luka sangat menonjol di kulit mulusnya.
“Apa yang terjadi kak?”tanya Emily lirih.
“Seperti yang kau lihat”jawab Emilia santai sambil menahan cairan bening yang sudah membendung di pelupuk matanya.
Emily masih diam sedari tadi,mata coklatnya menatap lekat punggung seorang perempuan yang masih setia duduk di depan meja rias.
“Siapa yang melakukan semua ini padamu kak?”emily kembali bersuara
“Siapa lagi jika bukan penghuni neraka ini”jawab Emilia santai sembari membalikkan tubuhnya menghadap Emily.
“Lalu kenapa kau memakai kursi roda?”tanya Emilia mengangkat salah satu alisnya.
“Ini tidak terlalu penting untuk dibahas..saat ini yang paling penting adalah keadaan kakak.”sanggah Emily
“Apa semua ini ada hubungannya dengan kejadian 5 tahun lalu?”tanya Emilia
Emily diam sesaat dan setelahnya ia mengangguk pelan.
“Maaf..”kata itu mampu berucap dari bibir Emilia
“Maaf karena telah melibatkan mu kedalam rencana daddy..jika boleh jujur,sedikitpun aku tidak berniat untuk membuatmu menderita atau masuk ke dalam semua masalah ini..tapi aku terpaksa melakukan ini semua...apakah kau mendengar penjelasanku?”ucap Emilia menyambung kata-katanya.
(Episode ini sudah ada di cerita the mafia and My life BAB 83)
Setelah menjelaskan semua yang terjadi di 5 tahun silam,mereka kembali berpisah.Hati Emilia terasa begitu lega karena semua unek-uneknya selama ini telah ia keluarkan.
Ia berharap setelah ini adiknya mendapat kebahagiaan bersama dengan seorang laki-laki yang tulus mencintainya.
Emilia mengusap air matanya yang masih menetes lalu memilih berbaring dam tak lama setelah itu Michael datang untuk memeriksa keadaannya.
“Anda harus beristirahat total nona..jangan lakukan aktivitas apapun karena tubuhmu benar-benar sangat lemah”ucap Michael
“Ini obat untuk anda..sebentar lagi Michelle akan datang membawa sarapan untuk anda”imbuh Michael
Emilia mengangguk patuh,entah kenapa tubuhnya benar-benar terasa lemas.Ditambah luka yang ia dapat terasa berdenyut perih.
Bersambung....
Bonus buat kalian🥰
__ADS_1