
✨Happy Reading✨
Ceklek....
Sebisa mungkin Damian menutup pintu kamarnya dengan perlahan agar tak menimbulkan suara yang membuat Emilia terbangun.Namun tanpa sepengetahuannya wanita yang ia kira sudah tertidur pulas masih terjaga hingga saat ini,bahkan ia tahu kemana Damian akan pergi.
“Apakah ada sesuatu yang terjadi”gumamnya dan bergegas turun dari ranjang.
Emilia berlari kecil menuju pintu yang sudah tertutup rapat,dengan sangat hati-hati ia membuka pintu takut jika Damian masih berada didepan pintu.
“Hhuufftt..cepat sekali dia menghilang”mata mengedar memastikan tak ada orang lain yang mengetahui keberadaannya.
Ia tak perlu menguntit Damian dari belakang karena Emilia sudah tahu tujuan Damian.Ia hanya perlu berjalan perlahan agar tidak ada yang melihat kemana ia akan pergi.
Sedangkan disisi lain,Damian melangkahkan kakinya menuju ruang bawah tanah tempat ia biasa memberi hukuman kepada seseorang yang berani berkhianat padanya.
Tidak butuh waktu lama,kali ini Lukas sudah menggantikan posisi Damian karena pekerjaan ini berhubungan dengan darah.
“Selamat malam tuan”sapa Louis ketika Lukas sudah memasuki ruangan.
“Selamat malam Louis..sepertinya kau terlihat begitu bersemangat”pandangan Lukas menatap lurus kedepan
“Tentu tuan Lukas”Lukas tersenyum miring mendengar jawaban dari sekretarisnya
“Bawa sampah itu kehadapanku”perintahnya kepada Louis
Louis menganggukkan kepala seraya memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa sang pengkhianat kehadapan tuannya.
“Lepaskan aku..”teriak seseorang ketika diseret kehadapan Lulas
“Bisakah kau diam..suaramu sangat berisik”gerutu Lukas sembari mendaratkan bokongnya di atas kursi
Zack tertunduk lemas ketika tubuhnya dihempaskan begitu saja ke dasar lantai.Luka pukulan yang ia dapat cukup menguras tenaganya,ditambah ia terus berteriak meminta belas kasian dari orang-orang yang ada di ruangan itu.
“Zack...apakah uang yang kau curi sudah habis?..atau masih ada sisa?”tanya Lukas sembari mencondongkan badannya kedepan.
“Tuan Lukas..saya mohon ampuni saya..saya terpaksa melakukan itu...”
“Terpaksa?...perbuatan mencuri kau bilang terpaksa?”lukas berteriak memotong penjelasan dari Zack.
Bbuugghhh...
Satu pukulan keras kembali mendarat sempurna di pipi Zack yang sudah membiru.
“Aakkhhh...”darah segar kembali mengalir dari sudut bibir Zack.
“Kau adalah orang lama..dan kau pasti tahu apa konsekuensi yang akan kau dapat jika berani berkhianat dengan Lukas”bisiknya di telinga Zack
Zack menelan ludahnya kasar dengan rasa takut yang mulai menyelimuti.Meskipun hanya sebuah bisikan tapi Zack bisa merasakan ancaman yang terselip di kalimat Lukas.
__ADS_1
“Tolong tuan Lukas..dengarkan penjelasan saya dan setelah itu tuan bisa membunuh saya kapan pun anda mau...anggap ini adalah permintaan terakhir saya”Zack menatap lekat ke arah Lukas
Lukas mengernyitkan dahinya mendengar permintaan Zack,jika biasanya mereka yang berkhianat akan berteriak menantang namun beda halnya dengan Zack.
“Katakan dengan jelas..”perintahnya
Zack menarik nafasnya perlahan mengumpulkan keberanian sekaligus menyiapkan diri jika sewaktu-waktu ia dibunuh tanpa persiapan oleh Lukas.
“Saya memang mencuri uang anda..namun semua itu saya lakukan karena saya merasa terdesak..anak perempuan saya mengalami kecelakaan sewaktu pulang sekolah,ia tabrak mobil saat ingin menyebrang..Ia mengalami pendarahan di bagian kepala sehingga harus dilakukan tindakan oprasi dan tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit..”
“Entah itu kebetulan atau tidak..saya pulang setelah menyelesaikan misi mengirim senjata ke pelabuhan dengan uang hasil penjualan di tangan saya..seluruh tabungan kami tidak cukup untuk membayar biaya operasi dan juga biaya kamar sehingga tanpa berpikir panjang saya menggunakan uang itu dengan niat akan mengembalikannya di setiap bulan dengan gaji yang saya peroleh.”jelas Zack dengan air mata yang mengalir mengingat bagaimana paniknya dia saat kejadian itu.
“Bukankah kau memiliki mulut untuk sekedar meminta ijin padaku?”tanya Lukas.
“Tapi saya tidak memiliki keberanian untuk sekedar berbicara kepada anda tuan”jawab Zack
“Lalu sekarang?..kau bahkan mengoceh di hadapanku?”teriak Lukas kesal
“Sekarang saya sudah tidak perduli dengan hidup saya tuan..semua yang saya lakukan seakan sia-sia karena Tuhan tak mengijinkan putri saya untuk hidup lebih lama..TUHAN MENGAMBIL PUTRI SAYA MESKIPUN SAYA SUDAH BERUSAHA DENGAN MAKSIMAL TUAN!!!”zack kembali berteriak dengan tangis yang semakin terdengar pilu.
Lukas tertegun sebentar mendengar kalimat terakhir Zack,namun baginya pengkhianat tetaplah pengkhianat jadi dia akan tetap menghukum Zack seperti dia menghukum pengkhianat lainnya.
“Aku tidak perduli dengan alasanmu Zack..kau seorang pengkhianat dan selamanya akan seperti itu”Lukas mengeluarkan samurai yang sudah sedari tadi berada di genggamannya.
Dari arah pintu seorang wanita nampak ikut meneteskan air mata kala mendengar kisah Zack.Entah mengapa ia teringat anak-anak panti asuhan yang ia hidupi selama karirnya.
Mendengar Lukas yang tak memberi pengampunan membuat hati Emilia tergerak untuk menghentikan tindakannya.Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa takut.
“Bersiaplah zack...”Lukas mulai mengayuhkan samurainya dengan mata yang menatap target.
“Baik tuan...”Zack memejamkan matanya mencoba menerima semua yang akan terjadi pada dirinya.
“Baby kenapa kau meninggalkanku sendiri”
Gerakan tangan Lukas terhenti dengan tubuh yang menegang karena suara lembut dan pelukan hangat dari arah belakang.
“Aku takut sendiri..bagaimana jika ada suara guntur lagi?”ucap Emilia manja sembari menempelkan wajahnya di punggung lebar Lukas.
“Tuhan tolong aku...ku mohon”gumamnya dalam hati
Jantung Emilia berdetak kencang dengan tangan yang gemetar tak mampu menahan ketakutannya.
Lukas tersenyum miring dengan apa yang dilakukan oleh Emilia.Ia tahu wanita itu sengaja melakukan hal seperti itu demi menyelamatkan orang lain,walaupun saat ini ia sedang ketakutan.
Semua pengawal yang berada disana sedikit tercengang dengan aksi Emilia yang dengan berani menghentikan Lukas,sedangkan Louis tersenyum miring melihat keberanian sang adik tiri.
Zack membuka matanya dan mengatur kembali nafasnya karena samurai itu tak kunjung sampai di lehernya.
Emilia membalikkan tubuh Lukas kala pelukannya tak kunjung mendapat respon.
__ADS_1
“Aku mau gendong”rengeknya sembari menatap Lukas.
Lukas masih terdiam dengan Jantung yang berdetak kencang.
Emilia mengalungkan tangannya di leher Lukas sembari berjinjit untuk naik ke gendongan Lukas.
“Gendong”ujar manja Emilia
Lukas menuruti permintaan Emilia begitu saja,tanpa sadar ia membawa Emilia kedalam gendongannya lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
Sedangkan wanita yang berada di dalam gendongan Lukas mengedipkan sebelah matanya kepada Zack setelah berhasil menyelamatkannya.
“Apakah seseorang yang memiliki rasa takut bisa menyelamatkan seseorang yang juga merasa takut”bisik Lukas di telinga Emilia
“Aku tidak menyelamatkannya..aku hanya mencegah seseorang agar tidak membunuh lagi”kilah Emilia
“Benarkah?”lukas menghentikan langkahnya
“Mm..kau bilang ingin mewujudkan impianku untuk hidup bahagia bukan?”kini Emilia menatap Lukas
“Damian yang mengatakan itu bukan aku”jawab Lukas
Emilia sedikit terkejut namun beberapa detik selanjutnya ia sadar
“Tapi menurutku kau dan Damian adalah orang yang sama jadi ayo kita pergi dari sini”ujar Emilia
“Benarkah jika begitu aku ingin mendapatkan hakku seperti Damian”ucap Lukas tak ingin kalah.
“Hak?..hak seperti apa?”emilia mengernyitkan dahinya
“Cintai aku seperti kau mencintai Damian”pinta Lukas serius
“Tidak terlalu sulit..tapi dengan satu syarat kau tidak boleh membunuh lagi”matanya tak lepas dari manik hitam Lukas
“Setuju”
Cup...
Satu kecupan mendarat di bibir tipis Lukas dan hal itu membuat Lukas terdiam beberapa saat.
“Ah..jantungku”gerutu Lukas saat merasakan jantungnya tengah berdetak sangat kencang.
“Ayo...”Emilia mengeratkan pelukannya di leher Lukas sembari membenamkan wajahnya yang merah merona ke atas bahu Lukas.
Dengan senang hati Lukas membawa Emilia menuju kamarnya.
Ditempat lain,Zack meneteskan air mata karena Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dengan mengirim malaikat cantik saat detik-detik terakhirnya.
“Terima Tuhan karena kau mengirimkan malaikat cantik untuk menyelamatkan hidupku”gumam Zack dalam hati.
__ADS_1
Bersambung....